Jumat, 04 Desember 2015

Ngocok Di Belakang "Ning"

Tanggal 18-11-2015, jam 10:45-10:50 begitu santai aku ngocok di belakang Ning yang sedang tidur dengan posisi telungkup dan kepala membelakangi pintu kamarku.
Entah kenapa Ning sering datang dan menginap di rumah mertuaku dan hal itu membuatku semakin geregetan saat memandangi tubuhnya. Pantatnya itu lho yang begitu montok, sering membuat kontolku terasa berdenyut hebat saat aku berada di dekatnya.
Pernah juga suatu malam setelah aku pulang kumpul bersama teman-temanku, aku mendapati Ning sedang membuat roti. Sengaja saat itu aku pura-pura main HP dan menonton TV sambil duduk di belakangnya. Jujur aja, pandangan mataku terus saja memperhatikan setiap lekuk tubuhnya yang berdiri di depanku. Ah... begitu montok pantatnya itu dan menggairahkan... Tapi karena suasana tidak memungkinkan, akhirnya aku hanya bisa memandangi lekuk tubuhnya—terutama pantatnya—tanpa punya kesempatan ngocok di belakangnya.
Tanggal 18-11-2015, saat aku asik ngocok di ranjang kamarku, terlihat Ning selalu berlalu-lalang melewati kamarku yang posisi tirai pintunya terbuka setengah. Tapi karena keadaan rumah sedang ramai, akhirnya dengan berat hati aku tutup tirai pintu sambil aku teruskan aktivitas ngocokku. Walau dengan tirai pintu yang tertutup, tapi dari dalam kamarku itu aku dapat melihat dengan jelas gerak-geriknya. Sampai akhirnya kulihat dia merebahkan diri sekitar 1 m di depan pintu kamarku.
Pepek torok pantat kau Ning... rutukku dalam hati karena dengan posisi seperti itu, aku tidak tahu ke mana arah pandangannya. Aktivitas ngocokku pun jadi terhenti. Dan karena penasaran, akhirnya aku sengaja keluar dari kamar untuk memastikan posisi Ning yang sebenarnya. Ah... begitu bersoraknya hatiku setelah mengetahui bahwa dia tiduran di depan kamarku dengan posisi kepala di depan pintu. Dia telungkup tidurnya dan wajahnya membelakangi pintu kamarku.
Sambil masuk ke kamar, sempat juga aku memperhatikan begitu montoknya tubuh Ning dalam posisi telungkup seperti itu. Kusempatkan sebelum masuk ke dalam kamar untuk menyingkapkan tirai pintu.
Dengan tirai pintu yang telah terbuka setengah, kemudian aku langsung mengeluarkan kontolku yang sedari tadi sudah ereksi. Kemudian aku berdiri dengan jarak antara aku dan dia hanya sekitar 2 m. Posisi tirai pintu yang terbuka setengah itu membuat aku begitu leluasa memandangi montoknya tubuh Ning sambil ngocok.
Begitu aku nikmati setiap hentakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku sambil memandangi pantat Ning dan tiap lekuk tubuhnya, sampai akhirnya aku nembak mani. Dari jam 10:45-10:50 aku berdiri ngocok di belakang Ning. Thanks ya Ning... pantatmu itu lho yang selalu membuat aku geregetan. Pepekmu lebar gak ya...?

Rabu, 18 November 2015

Ngocok Di Belakang "Nanda" -*-

Tanggal 17-11-2015, sewaktu aku sedang asik ngocok di dapur rumah mertuaku dengan pintu yang terbuka lebar, tiba-tiba pintu depan ada yang mengetuk sambil memanggil nama *****ku. Aku tahu suara itu adalah suara Nanda, tetangga yang tinggal di depan rumah mertuaku. Dengan rasa sedikit malas akhirnya aku sudahi aktivitas ngocokku dan kemudian kubuka sedikit pintu depan. Aku dapati dia sudah berdiri di depan pintu sambil memegang laptop di tangannya.
Dengan sedikit mengeluarkan kepalaku dan menyembunyikan badanku di balik pintu karena kontolku masih ereksi dan aku hanya memakai celana pendek tanpa memakai sempak, aku katakan kalau *****ku sedang tidak ada di rumah. Tapi dia sepertinya tidak mempersoalkannya. Dia rupanya mau menyelesaikan tugas kantornya yang terganggu akibat keusilan keponakannya saat dia mengerjakan di rumahnya.
"Gak papa, Bang, aku cuma mau numpang mengerjakan tugas kantor ni. Di rumah diganggui aja sama *****," sambil terus mendorong pintu, kemudian masuk ke dalam rumah.
Aku sempat kaget juga karena tidak menyangka dia masuk ke dalam rumah, sementara posisi kontolku masih menyodok celana pendek yang aku pakai.
Setelah masuk, kemudian Nanda menutup pintu depan lagi sambil mengatakan kalau pintunya ditutup aja, takut nanti keponakannya tahu kalau dia ada di rumah mertuaku. Dan aku hanya diam saja karena posisi kontolku yang menyodok celanaku membuat aku jadi serba salah, takut kalau dia mengetahuinya.
Mungkin karena kerjaannya mendesak, lalu Nanda membuka laptopnya dan duduk di pintu dapur yang sedari tadi aku buka. Posisinya membelakangi aku.
Wuih... pepek lonte tetek pantat kau Nanda... rutukku dalam hati melihat posisinya seperti itu. Jujur saja, Nanda mempunyai bentuk tubuh yang lumayan juga, dengan tetek yang besar membusung ke depan dan pantat yang lumayan montok.
Karena posisi duduknya di depan pintu dapur dan membelakangi aku dengan jarak sekitar 4 m, akhirnya dengan sedikit nekat aku keluarkan kontolku sambil kukocok dan kemudian aku berjalan mendekatinya. Saat itu kulirik jam dinding menunjukkan pukul 14:09.
Perlahan tapi pasti, sambil ngocok aku mendekati Nanda sampai akhirnya aku berdiri sekitar 1 m di belakangnya. Beruntung sekali jalan dan lapangan yang ada di belakang rumah mertuaku itu benar-benar sunyi. Tak satu pun nampak ada orang di sana. Padahal baru saja beberapa cewek ABG kujadikan sasaran ngocokku saat mereka melewati jalan dan lapangan di belakang rumah mertuaku.
Leluasa sekali aku berdiri ngocok mengarahkan kontolku ke arah jalan serta lapangan, dan—yang pasti saat itu—ngocok sekitar 1 m di belakang Nanda.
Tangan kananku dengan perlahan terus saja mengocoki kontolku, sementara tangan kiriku bersiap untuk menarik ke atas celana pendekku untuk berjaga-jaga, seandainya dia memalingkan kepalanya ke arah aku, di saat aku dengan berbasa-basi menanyakan tugas apa yang dia kerjakan.
"Iya, Bang, tadi aku bolos kerja alasan ada keperluan mendadak, eh... ni tadi dapat telepon bos minta laporan audit paling lama sore harus sudah sampai di emailnya," kata Nanda sambil terus saja mengetik di laptopnya tanpa menoleh ke arahku.
Seperti bersorak hatiku mendapati keadaan seperti itu. Di belakang Nanda dengan jarak sekitar 1 m aku terus saja ngocok sambil sesekali mengajaknya ngobrol, dan sesaat aku menghentikan kocokan di kontolku karena aku pura-pura melihat kerjaannya. Saat aku lebih mendekatinya dan pura-pura melihat kerjaannya, kontolku dalam posisi di luar celanaku! Dengan posisiku sedikit membungkuk sambil melihat kerjaannya, kurasakan betapa dekatnya kontolku itu dengan kepalanya!
Setelah itu, dengan sedikit gerakan cepat aku masukkan kontolku ke dalam celana dan pura-pura mengambil minumanku yang ada di atas kulkas. Aku tetap mengambil posisi di belakangnya sambil kutawari dia untuk minum. Tapi masih seperti posisi sebelumnya, Nanda menjawabnya juga tanpa menoleh ke arahku dan tetap sibuk dengan laptopnya.
Hal itu membuat aku semakin nekat. Aku keluarkan kembali kontolku, sambil pura-pura minum. Saat aku meletakkan kembali gelas minumanku di atas kulkas, kontolku sengaja kubiarkan di luar celanaku! Lalu aku kembali ke posisi berdiri di belakang Nanda sambil aku katakan padanya, "Nanda, gak papa, kan, abang berdiri di belakang? Soalnya kalau sore gini abang suka memandang ke lapangan yang hijau gitu..." Dan Nanda menjawab kalau dia tidak keberatan, "Ya, gak papa sih, Bang, kayak baru kenal aja Abang ini."
Bersorak riang hatiku saat mendengar jawabannya. Sambil lebih mendekatkan posisiku dengan tubuh Nanda, aku katakan padanya kalau terasa segar sore hari memandang lapangan rumput seperti itu dan Nanda tidak berkomentar, melainkan tetap fokus pada laptopnya. Aku begitu nekat dan sangat nekat. Bayangkan saja, dari yang awalnya aku ngocok 1 m di belakang Nanda yang duduk di depan pintu dapur, kini aku hanya sekitar 30 cm berdiri ngocok tepat di belakangnya.
Kutandai melalui jam dinding dapur, saat aku berada sekitar 30 cm berdiri dengan kontol yang mengarah ke Nanda dan mulai ngocok adalah jam 14:25. Begitu santai sekali aku ngocok sambil memperhatikan lekuk tubuh Nanda yang bagiku cukup menggairahkan juga. Sambil sesekali aku ajak dia ngobrol tapi tanganku tak pernah berhenti mengocoki kontolku. Karena santai, merasa aman dan begitu asiknya aku ngocok sambil menelusuri lekuk tubuhnya, aku jadi tak sadar akan kehadiran seorang anak perempuan yang masih TK—anak tetanggaku juga—yang sedang melintas di jalan dan terpaku melihat aku ngocok di belakang Nanda. Dia berhenti dan terus saja memperhatikan tanganku yang sedang mengocoki kontolku. Sempat juga aku terkejut begitu menyadari kehadirannya itu. Walau anak perempuan itu berdiri terpaku memandang ke arah aku yang sedang ngocok dengan jarak sekitar 10 m, tapi sangat jelas tatapan matanya penuh rasa penasaran melihat kontolku yang sedang aku kocok.
Tapi karena aku merasa anak perempuan itu sudah ada beberapa saat di sana memperhatikan aku dan karena kesempatan ngocok dengan sasaran Nanda sangat langka, akhirnya aku tetap saja meneruskan aktivitas ngocokku di belakang Nanda. Mungkin karena rasa penasarannya anak perempuan itu melihat aku berdiri di belakang Nanda dengan "burung" yang dipegang-pegang, akhirnya anak itu mendekati posisi kami.
Saat dia berjalan mendekat, tatapan matanya tak pernah lepas memandangi gerakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku. Dia menghentikan langkahnya sekitar 1 m di depan Nanda dengan mata yang nampak begitu antusias memperhatikan gerakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku.
Jujur, aku jadi ingat Maya, seorang anak perempuan tetanggaku yang pernah menjadi penonton budiman saat aku sedang ngocok di ruang tamu rumahku. Sama halnya dengan saat itu. Tidak begitu aku khawatirkan kehadiran anak perempuan itu yang begitu antusias menonton aku ngocok sekitar 30 cm di belakang Nanda. Karena aku begitu menikmati hentakan-hentakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku sambil sesekali mengajak Nanda ngobrol.
Sering juga aku lihat tatapan mata anak perempuan itu bergantian memandang kontolku yang sedang aku kocok dan memandang ke Nanda. Dan kehadiran anak perempuan itu yang hanya berjarak sekitar 1 m di depan Nanda menambah kenikmatan sensasi ngocok yang aku lakukan.
Sempat juga aku menghentikan kocokan di kontolku dan aku bergerak sedikit mundur saat Nanda tiba-tiba mengangkat wajahnya sambil memandang ke anak perempuan itu. Lalu kemudian dia lanjutkan lagi menyelesaikan tugas di laptopnya tanpa memberi komentar dengan kehadiran anak perempuan itu.
Dan aku kembali ngocok sambil lebih mendekat ke Nanda. Bahkan lebih dekat lagi, sekitar 15 cm jarak kontol yang aku kocok dengan Nanda, sementara anak perempuan itu tetap berdiri sambil terus saja secara bergantian memandang kontolku yang sedang aku kocok dan terkadang juga memandang ke Nanda. Dengan jarak sekitar 15 cm aku mempermainkan kontolku di belakang Nanda dan disaksikan oleh anak perempuan itu! Ah... tatapan antusias, heran, bingung maupun penasaran anak perempuan itu sedikit banyaknya mempengaruhi sensasi ngocokku.
Jam 14:56 akhirnya aku nembak mani di belakang Nanda disaksikan oleh anak perempuan itu! Walaupun muncratan maniku itu aku tahan dengan tangan kiriku, tapi saat muncratan mani pertama sempat lolos dari tangan kiriku dan muncrat melewati kepala Nanda. Anak perempuan itu nampak sedikit memundurkan badannya, seperti gerakan refleks menghindar dari muncratan maniku.
Ah... selama 31 menit aku ngocok dengan santai dengan jarak 30 cm dan 15 cm sambil sesekali ngobrol dengan Nanda. Ngobrol sambil ngocok di belakang Nanda dan juga disaksikan seorang anak perempuan yang masih TK merupakan hal yang luar biasa dan sangat langka untuk terjadi lagi.
Terima kasih buat Nanda yang sudah menjadi sasaran ngocokku. Kalau dihitung dari awal aku ngocok sampai aku nembak mani adalah dari jam 14:09-14:56, jadi sekitar 47 menit!
Setelah nembak mani, kemudian aku membersihkan maniku itu di celanaku. Dan sesaat setelah anak perempuan itu melihat aku memasukkan kontolku ke dalam celana,  lalu dia beranjak pulang sambil sesekali memalingkan wajahnya ke arah aku dan Nanda dengan tatapan yang aku tidak tahu maknanya. Lalu aku mandi dan Nanda permisi pulang sekitar jam 15:45.
Crot buat pepek lonte tetek pantat Nanda... 

Senin, 26 Oktober 2015

Display Picture BBM Kontolku Untuk "Rn"

Ada suatu kepuasan dan rasa yang spesial saat Rn menjadi targetku. Jujur saja, Rn adalah teman semasa SMP dan pernah menjadi pacarku pada masa itu juga. Aku sering berjumpa dengannya dan sering juga berkomunikasi langsung maupun melalui FB dan BBM.
Untuk BBM, sebenarnya aku memiliki 5 PIN yang semuanya aktif. Hanya 4 PIN saja yang beberapa teman-temanku tahu. Sedangkan 1 PIN BBM lagi sengaja tidak aku beri ke teman-temanku. PIN yang sering aku gunakan untuk mengundang cewek-cewek yang sering dipromosikan melalui BC teman-temanku. Dan sering aku gunakan untuk chating vulgar dengan mereka, walau akhirnya aku di DC!
Dan akhirnya aku menggunakan PIN tersebut untuk mengundang Rn. Aku sengaja memakai nick name dan akhirnya Rn menambah aku di BBM-nya. Sekitar 1 hari setelah aku dan Rn terhubung, kemudian aku mengganti DP BBM-ku dengan gambar kontolku.
Sering gambar kontolku itu aku perbarui dengan tujuan agar Rn melihatnya. Tapi sepertinya Rn belum menyadari atau memang belum melihat DP BBM-ku itu. Sampai akhirnya setelah 3 hari kami terhubung, dia menyadari atau tepatnya melihat gambar DP-ku adalah gambar kontolku. Dan pada tanggal 23-10-2015 sekitar jam 23:20 Rn melakukan panggilan suara BBM ke aku, tapi hanya misscall aja. Kemudian aku balik meneleponnya dan tidak dijawabnya.
Aku begitu senang karena akhirnya Rn melihat DP gambar kontolku. Jujur aja, sebenarnya ingin sekali aku ngocok di depannya. Begitu menggebu birahiku setiap aku berjumpa dengannya. Bayangan kenikmatan kontolku apabila terpendam di dalam pepeknya begitu nyata bermain di pikiranku setiap aku jumpa dan ngobrol dengan Rn.
Dan sebagai pelampiasan hasratku, akhirnya dengan DP gambar kontolku yang aku kirim ke Rn, sepertinya sudah mewakili dan sangat memuaskanku.
Berulang kali dan hampir setiap 5 menit sekali sampai jam 12 malam aku terus saja memperbarui gambar kontolku.
Tapi sayangnya, di sekitar jam 10 pagi tanggal 24-10-2015 dia DC aku.
Dasar pepek kau Rn, padahal bukan kau saja yang melihat DP gambar kontolku. Masih ada 5 orang cewek yang juga melihat DP gambar kontolku, tapi mereka santai aja...

Selasa, 29 September 2015

Bugil Ngocok Di Depan Rumah Mertua

Tanggal 28-09-2015, jam 20:46-21:10 aku bugil ngocok di teras depan rumah mertuaku.
Saat aku memasuki daerah rumah mertuaku, kudapati suasana perkampungan sedang mati lampu. Walau sebagian dari rumah tetangga menggunakan genset, tapi tidak begitu aku persoalkan. Ah... kesempatanku untuk bisa ngocok di luar rumah! Dalam perjalanan menuju rumah mertuaku, pikiranku sedang mencari cara untuk bisa melakukan niatku—ngocok di luar rumah—entah bagaimana caranya.
Keberuntungan mungkin memihak kepadaku. Sampai di rumah mertuaku, kudapati rumah dalam keadaan sunyi. Dan saat aku mencoba untuk membuka pintu, ternyata dikunci.
Akhirnya aku mencoba mencari kunci di tempat biasa mertuaku meletakkan kunci kalau dia sedang pergi. Dan aku tersenyum saat aku menemukan kunci tersebut dan bergegas masuk ke dalam rumah. Motorku juga aku masukkan.
Di dalam rumah, hanya sebuah lampu baterai yang bisa diatur cahayanya yang hidup. Dengan segera aku kecilkan cahaya lampu tersebut, dan aku kemudian membuka baju dan celanaku.
Kesempatan yang tidak akan aku sia-siakan. Lagi pula, saat aku memasuki pekarangan rumah mertuaku, kulihat ada seorang cewek ABG yang sedang berdiri di pinggir jalan sekitar 30 m dari depan rumah mertuaku.
Lalu dalam keadaan bugil aku buka kembali pintu depan, dan kemudian aku keluar rumah sambil membuat ereksi kontolku. Di teras depan rumah aku bugil ngocok berdiri sambil memandangi cewek ABG yang sedang berdiri di pinggir jalan. Dalam keremangan karena keadaan mati lampu, dapat juga aku saksikan bahwa terkadang cewek tersebut melihat ke posisiku yang sedang berdiri bugil sambil ngocok ke arahnya.
Mungkin karena posisiku dalam tempat yang lebih gelap, jadi dia tidak tahu kalau sebenarnya saat itu aku dalam keadaan bugil.
Sangat santai aku bugil ngocok di teras depan rumah mertuaku. Bahkan, terkadang sambil ngocok aku berjalan ke halaman depan, mengekspresikan birahiku, menikmati hentakan tanganku di kontol yang aku kocok.
Saat cewek itu berlalu aku tidak begitu memperdulikannya, karena sensasi bugil ngocok di luar rumah begitu sangat aku nikmati.
Sampai akhirnya aku memuncratkan maniku di teras samping rumah dan kubiarkaan maniku itu berceceran di lantai.
Dan setelah itu aku kembali masuk ke dalam rumah. Sekitar 2 menit setelah aku masuk ke dalam rumah dan memakai kembali pakaianku, mertuaku pulang.

Selasa, 22 September 2015

Bugil Ngocok Di Belakang Mertua

Kemarin tanggal 21-09-2015, saat aku selesai mencuci motorku, kulihat mertuaku sedang tidur di dapur. Mungkin karena cuaca yang sedikit gerah membuatnya tidur di lantai dapur. Dari luar rumah—sambil membersihkan motorku—sesekali aku mencuri pandang memperhatikan mertuaku.
Setelah selesai membersihkan motor, kemudian aku masuk sambil melirik ke posisi mertuaku yang tidur telentang seperti minta dikentot.
Berulang kali aku hilir mudik dari kamar ke kamar mandi melewati mertuaku yang kulihat sedang tidur. Dan aku mulai menyadari kalau sebenarnya mertuaku itu tidak benar-benar sedang tidur. Tampak mertuaku sedikit curiga dengan gerak-gerikku. Dan untuk membuatnya tidak curiga, aku mengambil berapa pakaian dari kamarku. Sambil sedikit bersenandung aku membawa pakaian itu ke kamar mandi dan sengaja menampakkannya kalau aku hendak mencuci pakaian.
Kemudian aku keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk menuju kamarku. Sempakku sudah kulepas dan hanya dengan memakai handuk aku masuk ke kamarku. Tak lama kemudian aku keluar lagi. Saat aku menuju kamar mandi, kulihat mertuaku sudah mengubah posisi badannya dari telentang menjadi membelakangi kamar mandi.
Kesempatan itu tidak aku sia-siakan. Setelah melewati mertuaku dan memastikan posisinya, kemudian aku masuk ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama untuk membuat kontolku untuk ereksi secara sempurna. Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan berdiri sekitar 2 m di belakang mertuaku yang sedang tiduran di lantai dapur.
Dengan sangat santai, aku mulai menyingkap bagian depan handuk yang aku pakai dan langsung ngocok. Adrenalinku sepertinya begitu terpicu, dan dengan sangat nekat aku melepaskan handuk dari tubuhku sambil tanganku tak henti-hentinya mengocoki kontolku tepat di belakang mertuaku yang sedang merebahkan dirinya di lantai.
Jujur... saat itu santai sekali aku bugil ngocok di belakang mertuaku. Bahkan aku biarkan handukku tergeletak di lantai, sementara aku berdiri bugil ngocok sambil menelusuri setiap lekuk tubuhnya yang montok itu. Begitu sangat aku nikmati setiap hentakan tanganku yang mengocoki kontolku.
Benar-benar aku bugil ngocok di belakangnya—tanpa sehelai benang pun di tubuhku—sementara aku juga tahu kalau mertuaku saat itu tidak sedang tidur. Ya... aku tahu saat itu mertuaku hanya rebahan aja di lantai dapur, karena hanya sesaat setelah mertuaku itu membelakangi kamar mandi, aku langsung ngocok. Begitu aku menikmati keindahan tubuhnya sambil bugil berdiri ngocok dengan jarak sekitar 2 m darinya! Ah... lekuk tubuh mertuaku tampak begitu menggairahkan. Apalagi pandangan mataku menelusuri pantatnya yang montok itu.
Dari jam 15:04-15:15 aku bugil ngocok di belakang mertuaku. Wow... jadi selama 11 menit aku secara langsung ngocok dalam keadaan bugil di belakang mertuaku!
Dan muncratan maniku pun tidak seluruhnya dapat aku tahan dan aku tampung dengan tangan kiriku. Sebagian muncratan maniku berceceran di lantai dan sengaja aku biarkan. Setelah nembak mani dan sambil menampung maniku dengan tangan kiri, kemudian aku masuk ke kamar mandi sambil kuraih handuk yang tergeletak di lantai dengan tangan kananku. Sangat santai aku dalam keadaan bugil masuk ke kamar mandi, sementara kalau aku pikir kembali, betapa beresikonya aku dengan posisi seperti itu, karena bisa saja saat aku membalikkan badan dan berjalan bugil masuk ke kamar mandi, mertuaku juga membalikkan badannya. 

Minggu, 23 Agustus 2015

Tetanggaku "Vina" Dan "Maya"

Tiba-tiba aku kok teringat dengan Vina dan Maya? Mungkin sudah hampir 3 tahun aku gak jumpa mereka berdua. Dua kakak beradik yang pernah menjadi saksi, saat aku dalam kondisi bugil, berjalan ngocok dari samping rumahku ke samping rumah kak Dk dengan melewati teras depan rumahku di sekitar tahun 2005.
Aku juga gak menyangka kalau mereka sedang ngerumpi di bawah pohon mangga itu. Padahal saat itu sekitar pukul 02:00 pagi! Aku juga begitu santai dari samping rumahku dalam kondisi bugil, berjalan ngocok melewati teras rumah menuju samping rumah kak Dk dan ngocok sampai nembak mani di dekat jendela samping rumahnya. Mungkin ada sekitar 15 menit aku bugil ngocok di sana. Begitu aku selesai ngocok dan hendak berjalan kembali ke rumah, aku lihat ada dua kelebat bayangan cewek yang berlari masuk ke dalam rumah. Siapa lagi dua cewek itu kalau bukan Vina dan Maya?
Jujur, aku benar-benar sangat terkejut dan buru-buru kembali ke samping rumahku untuk memakai celanaku. Saat aku selesai memakai celana, aku juga merasa khawatir dan belum berani masuk ke dalam rumah. Karena sudah jelas, selama aku ngocok di samping rumah kak Dk dengan kondisi bugil sampai aku nembak mani, berarti Vina dan Maya menyaksikannya, tepat di sampingku dengan jarak  sekitar 3 m.
Yang jadi pertanyaanku saat itu adalah kenapa Vina dan Maya tidak lari duluan saat mereka melihat aku bugil sambil ngocok, berjalan menuju samping rumah kak Dk? Atau kenapa mereka berdua tidak masuk ke rumahnya saja, saat aku berdiri ngocok di jendela samping rumah kak Dk. Atau juga mereka memberi tanda kalau mereka sedang di bawah pohon mangga itu.
Tapi kenapa Vina dan Maya tetap bertahan di bawah pohon itu selama lebih kurang 15 menit sampai aku selesai ngocok? Atau mereka sengaja menyaksikan aku ngocok?
Ah... pepek torok pantat mereka berdua. Akhirnya dengan sedikit memompa semangat, aku berjalan masuk ke dalam rumahku melalui pintu depan sambil memperhatikan apakah Vina dan Maya keluar rumah lagi atau tidak. Dan ternyata mereka berdua sudah benar-benar masuk ke dalam rumah mereka.
Siang harinya sengaja aku belanja di warung mereka. Mungkin saat itu mereka berdua sedang libur kuliahnya, jadi mereka yang melayani aku belanja.
Saat aku masuk ke dalam warungnya dan mereka tahu kalau yang datang itu adalah aku, jujur aja, begitu lain sambutan mereka berdua padaku. Pandangan mata Vina langsung terarah ke kontolku, sementara Maya sangat jelas kulihat pura-pura menunduk tapi matanya juga melirik ke kontolku.
Sangat kaku sambutan mereka. Tatapan mata Vina selalu saja mengarah ke kontolku, walaupun saat itu aku mencoba mengajaknya ngobrol. Lain halnya dengan Maya. Sangat jelas rasa gugupnya saat aku membayar belanjaanku padanya. Jelas terlihat gemetaran tangannya saat menerima uang dari tanganku.
Masa bodo aja aku dengan keadaan itu. Toh mereka berdua sudah menyaksikan aku bugil ngocok sampai nembak mani. Entah apa yang ada di pikiran mereka berdua saat melihat aku bugil ngocok di jendela samping rumah kak Dk. Tapi yang jelas, mereka berdua menjadi saksi saat muncratan maniku itu keluar dari kontolku dan berceceran di lantai samping rumah kak Dk.
Dan di hari-hari berikutnya kulihat Vina sepertinya sudah kembali seperti biasa saat aku belanja di warungnya. Malah dia tambah genit padaku. Tapi untuk Maya, sampai akhirnya dia pindah rumah karena ikut suaminya, kalau menerima uang pembayaran belanja dariku tetap saja tangannya gemetar.
Oh ya... mungkin ada pengaruhnya ya, dengan menyaksikan aku bugil ngocok sampai nembak mani membuat mereka berdua cepat kawinnya. Sekitar satu bulan Vina tamat kuliah dia kemudian kawin dan pindah rumah mengikut suaminya. Begitu juga dengan Maya yang selisih 2 tahun tamat kuliahnya dengan kakaknya, Vina, begitu selesai kuliah langsung tunangan dan seminggu kemudian dia juga kawin dan pindah karena mengikut suaminya.
Ah... Vina dan Maya...

Jumat, 14 Agustus 2015

Ngocok Di Depan "Meli"

Meli walaupun masih SD, tapi mempunyai tubuh yang lumayan montok. Putih kemerahan warna kulitnya.

Tanggal 12-09-2011, jam 08:46 dengan santai aku ngocok di depan Meli—anak perempuan SD—yang berjalan melewati aku yang sedang ngocok di depan pintu dapur rumah mertuaku. Sangat kentara tatapan matanya mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Tapi sayang aku tidak sampai nembak mani.

Ngocok Di Depan "Febi"

Yang membuat aku suka ngocok di depan anak-anak perempuan di bawah umur 10 tahun adalah kebanyakan dari mereka tidak mengetahui kalau saat itu aku sebenarnya sedang ngocok di depannya. Apalagi anak perempuan di bawah umur 6 tahun. Contohnya adalah pada tanggal 15-06-2008, saat aku sedang ngocok, tiba-tiba Febi yang kira-kira berumur 4 tahun berdiri di halaman rumahku. Dia mengarahkan pandangannya ke dalam rumahku yang pintunya sengaja kubuka lebar. Jelas sekali pada jam 17:36, Febi melihat aku berdiri ngocok di depannya. Dan karena dia tak tahu aku sedang apa, dia hanya tersenyum padaku. Sementara aku sibuk ngocoki kontolku biar bisa cepat nembak. Tapi sayangnya, belum sempat aku nembak mani, dia sudah pergi.

Ngocok Di Samping "Uji"

Tanggal 23-10-2014 aku ngocok di kamar dengan berpura-pura main laptop. Sengaja aku buka lebar pintu kamarku. Pada saat asik-asiknya ngocok, tiba-tiba Uji datang, saat itu waktu menunjukkan pukul 09:53. Sengaja aku tahan dulu agar tidak terlalu cepat nembak mani saat aku ngocok di samping Uji dengan jarak sekitar 3 m. Dan aku juga ngocok dari jam 10:10-10:30 sampai nembak mani di samping mertuaku. 

Ngocok Di Belakang "Tum"

Tum adalah tetanggaku yang tinggal di gang depan rumahku. Entah kenapa aku begitu tergila-gila dengan perempuan yang mempunyai pantat yang montok, dan termasuk juga Tum. Kalau dia memakai celana training, wow... montoknya... Apalagi kalau dia naik sepeda, tempat duduk sepeda yang dia naiki itu seperti hilang ditelan pantatnya.

Pada tanggal 13-03-2007, saat aku asik ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang terbuka lebar, tiba-tiba Tum lewat dari gang di samping rumahku. Dia berhenti di depan rumah kosong di depan rumahku. Lonte... lonte... pantatnya itu lho... Pada jam 16:24 aku ngocok sampai nembak mani di belakangnya. 

Ngocok Di Belakang "Yani"

Yani adalah tetangga satu perumahan denganku. Tubuhnya lumayan juga... walau sebenarnya wajahnya tidak masuk dalam hitunganku.

Tanggal 23-06-2008 adalah hari yang sangat sunyi di perumahan. Tak satu pun cewek ABG yang nampak! Aku pun ngocok dengan sekedarnya saja, hingga kulihat Yani berjalan memasuki pekarangan rumahku dan selanjutnya menuju samping rumahku. Entah mau kemana dia. Wah... aku tahu dia pasti akan lewat lagi. Dengan semangatnya kukocok kontolku. Aku perkirakan aku punya waktu setidaknya 1 menit untuk dapat ngocok di belakangnya saat dia kembali nanti. Benar saja, tak lama kemudian kulihat Yani berjalan dari samping rumahku. Penuh semangat aku menunggunya sampai di pekarangan rumahku. Dan pada jam 15:28, di belakang Yani aku nembak mani. 

Ngocok Di Belakang Kak "Ila"

Aku punya tetangga, kak Ila namanya. Kalau melihat pantatnya... Wow...! Dan pada tanggal 16-01-2007, saat aku sedang duduk ngocok di ruang tamu yang pintunya sengaja aku buka lebar, kak Ila datang. Kemudian dia memanggil kak Dk, dan mereka berdua duduk di teras rumahku. Sebenarnya tak masalah kalau aku tetap ngocok di tempatku semula. Tapi... dari tempatku ngocok, tubuh kak Ila tak nampak bagiku karena terhalang dinding. Pepek pantat kak Ila... akhirnya aku berpindah posisi. Aku berdiri di batas ruangan TV dengan ruang tamu. Ah... kak Ila.... Dari posisiku, begitu leluasa aku  memandangi tubuhnya. Pantatnya itu lho... membuat aku geregetan! Aku tahu, kak Ila curiga melihatku. Ngapain aku berdiri di sana. Beberapa kali kak Ila menoleh ke belakang, melihat ke arah aku. Tapi masa bodo aja... begitu nikmatnya aku ngocok di belakang kak Ila. Kutandai aku berdiri ngocok sampai nembak mani di belakang kak Ila dengan jarak sekitar 4 m dari jam 15:57-16:02. Puas juga birahiku. Jujur, kalau aku melihat kak Ila lewat di depan rumahku, hanya pantatnya yang menjadi perhatianku.

Tetanggaku "Devi"

Devi adalah tetangga di depan rumahku. Putih kulitnya dan begitu montok pantatnya. Lonte... lonte... begitu inginnya kupendamkan kontolku ke dalam pantatnya! Pagi tanggal 08-01-2007, aku ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang kubuka lebar. Saat hendak menembakkan mani, kulihat Devi keluar dan menyapu teras rumahnya. Pepek... pepek... pantatnya itu lho...! Untungnya, maniku belum sempat keluar, sehingga masih dapat aku arahkan kontolku yang sedang aku kocok ke arahnya sambil menikmati keindahan tubuhnya. Dari jam 10:01-10:02 aku berdiri ngocok sampai aku nembak mani di depan Devi.

Menjelang sore tanggal 07-02-2007 aku sudah ngocok di ruang tamu rumahku dengan keadaan pintu yang kubuka lebar. Entah siapa-siapa saja yang saat itu menjadi sasaran arah kontolku yang sedang aku kocok. Sudah terasa capek kontolku dikocok, yang membuat aku akhirnya mempercepat kocokannya. Dan keberuntungan ada padaku, karena pada saat aku mau nembak mani, pada jam 16:58 Devi menyeberang dari gang di depan rumah dan melewati aku. Tepat pada saat Devi ada di depanku, mucratlah maniku. Ah... Devi...

Walau sudah beberapa orang cewek ABG yang tak kukenal melewati aku yang sedang ngocok di samping rumahku pada malam tanggal 07-03-2007, tapi aku belum mau nembak juga. Masih tanggung rasanya. Hingga kulihat Devi keluar dari rumah dan duduk di teras rumahnya. Dia kemudian membaca koran. Pepek pantat lonte si Devi itu! Dengan santainya dia membaca koran sambil mengangkangkan kakinya. Dasar pepek pantat lonte! Dari tempatku berdiri ngocok dapat dengan jelas kulihat bayangan pepek si Devi. Wuih... kemudian dengan santai aku arahkan kontolku yang kukocok ke arah Devi. Dari jam 20:47-20:53 aku ngocok di samping rumahku menikmati keindahan tubuh Devi. Ah... begitu banyak maniku yang keluar dan berceceran di lantai samping rumahku.

Bugil Ngocok Di Rumah Mertua

Kalau lagi sepi rumah mertuaku, aku sering bugil ngocok di sana.

Tanggal 29-05-2010 adalah hari begitu bebasnya aku mengekspresikan birahi di rumah mertuaku. Bugil ngocok dari jam 14:45-16:00 begitu membuat puas hatiku. Hal yang pertama aku lakukan adalah bugil. Kemudian aku buka tirai jendela kamar mertuaku, lalu aku ngocok di depan jendela yang terbuka lebar dengan begitu santai. Kemudian aku ke kamar Ning dan aku kencing di kasurnya, tepat di posisi kepala Ning. Lalu bekas kencingku itu aku tutup dengan bantalnya. Kemudian aku dapati celana panjang Ning yang bercorak bunga tergantung di balik pintu, lalu aku pakai celana itu sambil ngocok di dalam celananya. Lalu aku buka pintu belakang, kemudian ngocok di dapur dengan pintu yang terbuka lebar. Karena tidak ada target, lalu aku ke ruang depan. Kubuka pintu depan kemudian aku bugil dan ngocok ½ m sebelum pintu. Karena hari juga sudah mulai sore, lalu aku tutup pintu depan. Masih dalam kondisi bugil, aku berjalan ke dapur, sambil membawa celana Ning—yang kemudian aku letakkan di ruang TV—lalu dengan perlahan aku buka pintu dapur. Dengan berhati-hati, kemudian aku memposisikan tubuh bugilku tepat di pintu dapur yang terbuka lebar dan ngocok sampai aku nembak mani. Tapi maniku itu aku tampung dan kemudian kubersihkan maniku itu pada celana Ning. Belepotan mani celana Ning aku buat. Wah... sangat nekat, hari masih begitu terang dan aku ngocok di depan pintu yang terbuka lebar...

Tanggal 03-11-2012, jam 02:50-02:52 ngocok sambil bugil di teras depan rumah mertuaku. Saat itu baru saja hujan reda. Dengan santai aku matikan lampu teras dan aku buka pintu depan rumah, kemudian dengan kondisi bugil aku keluar dan ngocok di teras dan halaman rumah sampai aku nembak mani.

Tanggal 14-10-2014, dari jam 16:20-17:07 mengekspresikan birahiku dengan bugil ngocok di ruang tamu rumah mertuaku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Begitu nikmatnya saat muncratan maniku itu aku tampung dengan tangan kiriku. Ada sensasi yang luar biasa saat aku bugil ngocok di depan pintu yang terbuka lebar.

Ngocok Di Rumah Mertua

Walaupun tidak begitu banyak cewek-cewek yang dapat aku jadikan target ngocok di rumah mertuaku, tapi justru di rumah mertuaku itu sensasi ngocok yang sangat ekstim yang aku lakukan. Tapi untuk beberapa pengalaman sengaja aku buat secara terpisah.

Tanggal 19-12-2009, jam 00:25-00:30 sengaja aku ngocok di ruang tamu rumah mertuaku dan menembakkan mani tepat di dinding dekat papan tulis untuk mengajar Ning. Jelas sekali bekas maniku tampak di dinding itu.

Tanggal 04-10-2011, jam 07:46 aku sedang ngocok di depan pintu dapur rumah mertuaku saat seorang anak perempuan usia sekitar 4 tahun lewat di depanku. Jelas sekali tatapan matanya mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Tapi karena dia hanya melintas aja, jadi aku tidak sampai nembak mani.

Tanggal 08-10-2011, jam 09:37 aku ngocok walau tidak sampai nembak mani di depan seorang anak perempuan kelas 3 SD. Dua kali dia menoleh ke arah kontolku yang sedang aku kocok saat dia lewat di depanku.

Tanggal 06-10-2014, jam 16:07 aku nembak mani di depan anak-anak perempuan yang sedang main masak-masakan di bawah pohon pinggir lapangan BT. Jarak antara aku ngocok dengan anak-anak itu sekitar 5 m karena aku ngocoknya di dapur rumah mertuaku. Walaupun begitu, kulihat ada beberapa dari anak-anak perempuan itu yang curi-curi pandangan melihat aku ngocok sampai aku nembak mani.

Di Dalam Bus Brmn

Kesempatan kadang datang secara tidak terduga. Walau tidak sempat ngocok, tapi puas juga aku menggerayangi tubuh anak perempuan SD di dalam bus Brmn.

Di dalam bus Brmn, dini hari tanggal 31-08-2008 aku masih dalam perjalanan menuju Rhl. Aku duduk di bangku paling belakang, kebetulan di samping kiriku ada seorang anak perempuan yang tidur sambil menyandarkan kepalanya di pundak kiriku. Sepertinya dia masih SD, mungkin masih kelas 5. Begitu pulasnya dia tidur, dan tidak berapa lama kemudian, tangan kirinya merangkul pahaku. Lalu dia tidur tepat di pangkuanku. Kepalanya menindih kontolku. Jadi serba salah aku dengan posisi seperti itu. Begitu nyata kontolku ereksi dan bergerak-gerak di kepalanya, tapi anak perempuan itu tetap lelap tidurnya. Ah... kesempatan! Dengan perlahan, tangan kiriku meraba teteknya. Kuremas-remas sambil kunikmati setiap gerakan kontolku yang ereksi ditimpa oleh kepalanya. Santai saja aku meremas teteknya. Padahal di sebelahnya itu ada kakaknya, yang menurutku masih SMP. Dia juga tertidur. Dan di samping kananku, ada beberapa orang yang juga tertidur. Di bangku itu kami duduk berhimpitan sebanyak enam orang. Kemudian bus berhenti untuk rehat, dan sebagai formalitas, di depan kakaknya yang sudah lebih awal terbangun, aku pura-pura membangunkan anak perempuan itu. Setelah bus bergerak melanjutkan perjalanan, anak perempuan itu lalu merebahkan kepalanya di pundakku lagi. Dengan susah payah aku mengeluarkan kontolku dari sempak, karena aku yakin pasti dia akan tertidur di pangkuanku lagi. Sambil iseng, aku bimbing tangannya untuk memegang kontolku. Tapi tak lama dia memegang kontolku karena sejurus kemudian, dia merebahkan kepalanya di pangkuanku. Saat itu denyut ereksi kontolku begitu nyata bergerak-gerak di kepalanya. Dengan santai, tangan kiriku mulai meremas-remas teteknya lagi. Ah... teteknya itu sebenarnya masih terlalu kecil, tapi asik juga saat aku meremas-remasnya. Mungkin karena semakin lama semakin kuat aku remas teteknya, akhirnya anak perempuan itu terbangun. Lalu dia menyandarkan kembali kepalanya di pundakku. Sialan... padahal sedang asik-asiknya! Tapi aku tidak kehilangan akal. Dengan berpura-pura melipat tangan, aku kembali meraba teteknya. Pada mulanya tangan kananku agak sulit juga untuk dapat meraba teteknya. Tapi setelah dapat, wah... tak dapat kubayangkan asiknya aku meremas teteknya itu. Hingga kemudian anak perempuan itu tersentak bangun dan hari pun sudah mulai terang.

Bugil Ngocok Di Ruang Tamu

Ngocok di ruang tamu dalam kondisi bugil sebenarnya sangat beresiko. Karena pintu yang sengaja kubuka lebar dan pakaian yang aku biarkan tergeletak beberapa meter dari posisiku ngocok bisa membuat keadaan menjadi sangat tidak diharapkan. Tapi... di situ pula letak sensasinya...

Sore yang beresiko! Mengapa aku katakan seperti itu? Karena pada sore tanggal 22-03-2007, aku benar-benar bugil ngocok, berdiri di ruang tamu rumahku dengan pintu depan yang sengaja aku buka lebar. Entah cewek-cewek mana saja yang berlalu lalang di depanku tanpa mereka sadari kalau saat itu aku dalam keadaan bugil ngocok. Hanya saja yang menjadi pertanyaanku adalah pada saat Isnani lewat dengan mengendarai sepeda, dia sepertinya melihat aku! Karena aku lihat perubahan wajahnya. Kalau dia tahu, bisa gawat. Karena Isnani adalah teman *****ku. Tapi aku tak mau lama berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan itu, aktivitas bugil ngocok harus tetap berjalan! Tak lama kemudian aku melihat seorang tetanggaku yang cantik yang bernama Ita berjalan dan pastinya dia akan melewati aku. Benar saja, kemudian aku ngocok di saat dia melewati aku. Dia juga sepertinya tidak menyadari kalau saat itu aku sedang bugil ngocok mengarahkan kontolku ke arahnya. Aku tahu, Ita hendak ke warung sebelah. Jadi aku sengaja tidak buru-buru menembakkan maniku. Saat itu jam 15:00, dia kembali lagi lewat di depanku. Ah... aku begitu berambisi sekali untuk menembakkan maniku di depannya. Dalam keadaan bugil ngocok, aku lebih mendekatkan posisiku ke depan pintu. Pada saat Ita ada di depanku, kemudian muncratlah maniku. Ah... puasnya... Padahal kalau saja Ita melirik sedikit saja ke arah kiri, pasti dia akan melihat aku yang sedang bugil ngocok, berdiri sambil mengarahkan kontolku ke arahnya. Dan yang pastinya aku tidak mempunyai kesempatan untuk menutupi tubuhku yang benar-benar bugil di depannya. Ah... dasar lonte kau Ita... 

Ngocok Di Ruang Tamu

Hal yang paling aku suka kalau aku sedang santai adalah ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Sambil duduk aku ngocok memandangi cewek-cewek yang melintas di depan rumahku dan kalau cewek itu lumayan montok, aku langsung berdiri ngocok sambil mengarahkan kontolku ke cewek tersebut.

Melihat para cewek ABG sekarang yang pada umumnya montok-montok semua membuat birahiku begitu terbakar. Jangankan cewek yang SMP, anak perempuan yang duduk di bangku SD juga pada oke punya! Masih SD, tapi teteknya sudah pada nonjol semua. Terkadang walaupun masih SD, tapi pantatnya... Dan pada tanggal 20-03-2007, walau tidak sampai nembak mani aku ngocok di depan 3 orang cewek ABG yang menurutku masih duduk di bangku SD. Mereka sedang berjalan beriringan. Saat itu jam 13:49, aku ngocok di depan mereka bertiga dan mereka jelas melihat aku. Tapi sepertinya mereka cuek aja tuh...

Sebenarnya ada seorang cewek ABG yang masih SMP yang sering menjadi target ngocokku. Aku tak tahu siapa namanya. Hanya saja, tanggal 10-04-2007, saat aku ngocok di ruang tamu dengan pintu yang kubuka lebar, tiba-tiba cewek itu berhenti tepat di depanku. Dia membelakangi aku. Dasar pepek pantat lonte... montoknya pantat cewek SMP itu... Pada jam 13:50 terpuaskan birahiku di belakang cewek itu. Muncrat-muncrat maniku dibuatnya. Memang dasar pepek torok pantat cewek SMP itu.

Sensasi Ngocok Di HIAM

Ini adalah beberapa pengalaman ngocok yang aku lakukan saat aku masih di HIAM.

Tanggal 22-12-2009, jam 21:26-21:45 aku bugil ngocok di lantai IX. Begitu banyak maniku yang berceceran di sana.

Tanggal 20-06-2010, jam 14:50 aku berdiri ngocok sampai nembak mani di belakang seorang cewek cina di Ryl lantai 8 dengan jarak posisi aku ngocok dengan cewek itu tidak lebih dari 5 m.

Tanggal 23-02-2014 puas kali aku ngocok di tempat kerjaku. Dua kali aku ngocok sampai nembak mani. Yang pertama saat aku sedang mengangkat spkr di ruang O2, kudapati Irma sedang menyusun gelas di ruang O1. Posisinya membelakangi aku yang sedang berada di  O2. Ah... kesempatan yang tidak mungkin aku sia-siakan. Dengan berpura-pura capek mengangkat spkr aku berdiri sekitar 6 m di belakang Irma, dan dengan perlahan aku keluarkan kontolku. Kukocok kontolku tepat di belakang Irma sampai aku nembak mani. Kutandai saat aku nembak mani di belakang Irma jam 09:53. Yang kedua saat aku ke ruang Vlvt, kudapati ada 2 orang cewek PKL yang standby di brtndr. Cocok sekali... dengan sedikit berbasa basi dengan kedua cewek PKL itu, kemudian aku masuk ke ruangan yang berada di belakang brtndr. Sambil pura-pura merokok aku keluarkan lagi kontolku sambil membuatnya ereksi. Ruangan itu tepat berada di belakang 2 cewek PKL yang sedang standby. Walau saat itu posisi lampu ruangan mati, tapi pintunya mempunyai sirip udara yang kalau dilihat dari luar akan nampak juga orang yang berada di dalam ruangan tersebut karena ada bias lampu dari brtndr. Ah... masa bodo aja... sambil ngocok aku memperhatikan dari dalam ruangan setiap lekuk tubuh kedua cewek PKL itu. Sesekali mereka mengambil sesuatu dan menatap ke pintu ruangan tempat aku ngocok. Tapi aku santai aja tetap ngocok tepat di depan sirip udara pintu. Salah satu cewek PKL itu bertanya pada temannya tentang aku yang berada di ruangan dan dijawab bahwa aku sedang merokok. Ah... lumayan banyak juga maniku keluar karena 2 cewek PKL itu... Aku ngocok sampai nembak mani di belakang 2 cewek PkL dari jam 15:34-15:38.

Tanggal 27-02-2014 dari jam 13:01-13:09 santai aku ngocok sampai nembak mani di belakang 4 cewek PKL di ruang Vlvt. Begitu santainya aku ngocok sambil mendengar mereka ngerumpi. Salah satu dari cewek itu adalah Aisyah.

Tanggal 02-03-2014 jam 13:20 aku nembak mani langsung di belakang seorang cewek peserta seminar Tns yang keluar dari toilet C dengan jarak kurang dari 2 m. Saat itu aku ngocok di ruang M1 dengan posisi pintu yang sengaja aku buka. Kulihat ada seorang cewek yang masuk ke dalam toilet. Kemudian aku ngocok tepat di pintu ruang M1 yang bersebelahan dengan toilet tersebut. Saat kudengar langkah kaki cewek itu menuju keluar toilet, kupercepat kocokan di kontolku. Dasar lonte... dia tidak menoleh ke arahku saat keluar dari toilet, padahal aku benar-benar berdiri ngocok di pintu ruangan M1. Aku nembak mani kurang dari 2 m langsung di belakangnya.

Tanggal 17-05-2014 dari jam 09:55-09:59 aku ngocok sampai nembak mani di belakang Aisyah di ruang Vlvt.

Tgl 30-07-2014, jam 21:14 aku ngocok sampai nembak mani di belakang seorang cewek. Sebenarnya sasaranku saat itu adalah anak-anak perempuan yang sedang berenang di kolam renang. Tapi tiba-tiba cewek itu datang dan berdiri membelakangi aku yang sedang ngocok sekitar 4 m dengan pemisah pintu kaca ruangan C.

Bugil Ngocok Di Belakang Rumah "Nanta"

Saat aku mendapat tugas di luar kota, aku mendapat fasilitas perumahan. Dalam satu baris, terdapat sekitar 7 rumah. Di perumahan itu aku begitu puas dalam mengekspresikan birahi dengan cara bugil ngocok di luar rumah. Yang sebenarnya begitu sangat beresiko. Bugil ngocok di perumahan yang lumayan padat dengan posisi rumah yang berbaris saling berhadap-hadapan dan setiap baris terdapat sekitar 7 rumah yang saling berdampingan bukanlah hal yang sangat mudah dan butuh pertimbangan yang begitu matang.

Saat di sana aku sedang sendiri. Terkadang sunyi juga. Tapi kalau soal yang lainnya, jujur aku merasa begitu bebas berekspresi. Dan dini hari tanggal 24-06-2008 sedang hujan. Wuih... kontolku pingin dikocok rasanya. Ah... kebelet nih... Di atas ranjang aku begitu gelisah. Bagaimana enaknya ya...? Sampai akhirnya aku beranjak keluar dari kamarku. Saat itu aku sudah dalam keadaan bugil. Kemudian aku buka pintu belakang rumahku, dan aku keluar dari rumahku dalam keadaan bugil. Kuarahkan pandanganku, memastikan situasi memang sudah sunyi. Dengan perlahan aku berjalan sambil ngocok dari belakang rumahku menuju rumah Nanta. Padahal aku harus melewati 2 rumah untuk mencapainya. Di depan pintu belakang rumah Nanta aku ngocok, kemudian aku kembali lagi ke belakang rumahku. Lalu aku ke samping rumahku sampai posisiku hampir mencapai halaman depan rumahku. Di sana aku juga ngocok. Karena kebelet kencing, kemudian aku kembali lagi ke rumah Nanta dan kencing di depan pintu belakang rumahnya. Setelah kencing, aku kembali ke belakang rumahku. Tak berapa lama kemudian, aku menuju rumah Nanta dan ngocok di sana sampai aku nembak mani. Ah... banyaknya maniku yang berceceran di teras belakang rumah Nanta. Puas sekali aku saat itu. Kutandai awal aku keluar rumah sampai aku nembak mani adalah dari jam 02:42-03:00. Jadi selama 18 menit aku bugil di luar rumahku, ngocok sampai aku nembak mani.

Malam tanggal 01-09-2008. Dalam suasana keremangan malam, ditambah padamnya listrik di perumahan kami, pada jam 23:25 melalui pintu belakang rumah, aku keluar dengan kondisi bugil menuju samping rumahku. Aku ngocok di sana. Kemudian, karena sebelumnya aku sudah memasukkan tujuh tabung suntikan berisi air ke dalam pantatku, sambil ngocok aku menembakkan air itu dari pantatku sambil terus berjalan menuju belakang rumahku. Lalu aku berjalan menuju ke belakang rumah Nanta. Sambil ngocok aku berdiri di depan pintu belakang rumahnya sampai akhirnya aku nembak mani di sana. Sengaja aku biarkan maniku itu berceceran di lantai depan pintu belakang rumahnya. Jam menunjukkan pukul 23:36 saat aku sudah masuk ke dalam rumahku dengan membawa perasaan puas di hati.

Bugil Ngocok Di Luar Rumah

Sebenarnya aku pernah 3 kali bugil ngocok di sekitar rumah mertuaku. Tapi karena file-nya rusak, jadi waktu dan tanggalnya tak bisa aku pastikan.

Yang paling pertama sekali aku bugil ngocok di luar rumah mertuaku saat tengah malam aku terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Kemudian aku keluar dari kamar dan iseng membuka pintu dapur. Tiba-tiba muncul keinginanku untuk ngocok di beranda luar dapur. Lalu aku kembali masuk ke kamar, membuka celana dan sempakku. Dengan hanya memakai kain sarung lalu aku kembali lagi ke dapur. Pintu dapur sengaja tidak aku buka lebar. Kemudian aku keluar dan pintu dapur aku tutup kembali. Di beranda luar dapur aku berdiri ngocok sambil memperhatikan situasi yang ada. Di sekitar rumah mertuaku ada 3 lapangan yang saling berdekatan yang dihubungkan dengan jalan yang persimpangannya seperti huruf "Y". Kondisi yang sepi membuat aku jadi kepingin ngocok di jalan itu. Tanpa menunggu waktu yang lama, lalu aku berjalan menuju jalan penghubung lapangan itu dengan memakai kain sarung seadanya (kain sarung itu tidak aku pakai sebagaimana mestinya, hanya aku pakai dengan menyangkutkan kain sarung tersebut di tengkuk leherku dan bagian depannya kubiarkan menjuntai dan terbuka, yang membuat kontolku dapat jelas terlihat dari depan). Begitu santai aku tinggalkan rumah mertuaku sambil berjalan ngocok. Jujur, saat itu aku juga berpikir seandainya *****ku terbangun dan tidak mendapati aku ada di rumah, jawaban apa yang akan aku berikan. Tapi... sudah tanggung dengan hasratku, tetap aku lanjutkan langkahku. Sekitar 50 m jarakku dari rumah, aku berhenti tepat di jalan penghubung antara lapangan BT dengan lapangan BV. Di tengah jalan itu aku ngocok dengan memejamkan mata, menikmati setiap hentakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku. Karena kurasakan sensasinya masih kurang, kemudian kulepas kain sarungku. Aku benar-benar bugil ngocok saat itu! Lalu aku berjalan sekitar 3 m—sambil terus saja ngocok—meninggalkan kain sarungku yang tergeletak di jalan. Hal itu memang sengaja aku lakukan karena menambah sensasi kenikmatanku. Ada sekitar 15 menit aku di tengah jalan itu dalam kondisi bugil ngocok sampai akhirnya aku nembak mani dan kubiarkan maniku itu berceceran di jalan. Setelah selesai, kemudian aku kembali mengenakan kain sarungku dan pulang ke rumah.

Pengalaman kedua aku bugil ngocok di luar rumah mertuaku saat aku menunggu Ning berpakaian. Ah... lonte... begitu lamanya dia berpakaian. Kalau dia bugil dan berpakaiannya di depanku mungkin tak jadi soal. Aku menunggunya di ruang tamu. Pepek pantat Ning! Malam tanggal 10-06-2007, aku dan Ning berencana mau keluar rumah. Sambil menunggu, khayalanku bermain tentang keindahan tubuh Ning. Pantatnya itu lho... begitu montok. Saat itu kondisi sedang mati lampu. Ingin rasanya aku mengkhayalkan pepek dan pantat Ning sambil ngocok di ruang tamu. Tapi... situasinya tidak memungkinkan. Karena lilin yang menerangi ruang tamu membuat bayangan yang nyata di dinding. Jadi kalau aku ngocok, pasti bayanganku nampak dengan jelas di dinding. Karena sudah terujung ingin ngocok, kemudian aku keluar dari rumahnya. Kuarahkan langkahku menuju samping rumah Lia. Dan di samping rumah Lia itulah—di sekitar dapur rumahnya—aku membuka baju dan celanaku. Aku bugil tanpa sehelai benang pun di tubuhku! Lalu aku ngocok di samping rumah Lia sambil mengkhayalkan pepek dan pantat Ning. Karena sensasi yang kurasakan masih kurang, kemudian sambil berjalan aku ngocok menuju halaman depan rumah Lia dengan meninggalkan baju dan celanaku sekitar 20 m di belakangku. Di sudut halaman depan rumah Lia aku ngocok selama sekitar 10 menit sampai akhirnya aku nembak mani. Sengaja aku biarkan maniku itu berceceran di halaman depan rumahnya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19:45, yang sebenarnya waktu yang paling beresiko melakukan bugil ngocok seperti itu. Tapi sudah muncrat kok... Setelah selesai dengan aktivitas ngocokku, kemudian aku mengenakan baju dan celanaku, dan Ning rupanya sudah menungguku di ruang tamu. Kemudian aku dan dia keluar dari rumah dan selama dalam perjalanan, kontolku sepertinya tak kenal kompromi, ereksi aja bawaannya karena masih terbayang kenekatanku melakukan bugil ngocok di halaman depan rumah Lia sambil mengkhayalkan pepek dan pantat Ning. Lagi pula saat itu aku memang tidak memakai sempak.

Bugil ngocok yang ketiga adalah saat setelah hujan reda aku keluar dari kamar, lalu keluar dari rumah melalui pintu depan. Aku berdiri di teras rumah dan mendapati situasi luar rumah yang sangat lengang. Kemudian aku kembali masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu aku buka celanaku dan ngocok dengan posisi pintu yang terbuka lebar. Ah... begitu tanggung aku rasakan bugil ngocok seperti itu. Lalu dengan posisi ngocok sambil berjalan, aku keluar rumah. Di teras rumah aku berdiri dalam keadaan bugil sambil ngocok. Sesekali aku juga berjalan ke halaman rumah dan ngocok di sana. Akhirnya aku nembak mani di teras rumah. Ada sekitar 30 menit aku bugil ngocok di teras dan halaman depan rumah mertuaku. Dan maniku pun sengaja aku biarkan berceceran di lantai teras depan rumah mertuaku.

Kamis, 13 Agustus 2015

Ngocok Di Samping Rumah

Ngocok di samping rumah memang memiliki sensasi yang berbeda. Karena banyak faktor dan resiko yang harus benar-benar dipertimbangkan dengan sangat matang. Tidak serta-merta buka resleting celana dan mengeluarkan kontol lalu ngocok. Penguasaan situasi dan kondisi sangat perlu. Hampir setiap malam aku ngocok di samping rumahku. Dan para sasaranku pun sepertinya sudah sangat tahu, kalau aku malam hari berada di samping rumahku, pasti saat itu aku sedang ngocok. Kisah ini sengaja tidak melibatkan Rika, Ika, dan beberapa nama lainnya karena untuk mereka sengaja aku buat kisahnya tersendiri.

Lagi asik-asiknya ngocok di samping rumahku, malam tanggal 16-02-2007, tiba-tiba datang 2 orang cewek ABG. Dan mereka berdiri di depan pintu gerbang samping rumahku. Eh... rupanya mereka sedang ngerumpi. Sebenarnya saat itu mereka tahu keberadaanku, tapi mungkin karena keasikan ngerumpi, jadi mereka tak begitu perduli. Santai aja aku ngocok di depan mereka. Dan setelah mereka menyadari bahwa saat itu aku sedang ngocok, dapat kulihat mereka pura-pura tidak melihatku! Ya... aku jadi cuek, dengan tetap ngocok di depan mereka hingga akhirnya aku nembak mani. Saat itu jam 20:11 dan jarak antara aku dengan kedua cewek ABG itu tak lebih dari 3 m.

Ada seorang cewek ABG yang selalu membuat aku penasaran. Setiap kali aku ngocok di ruang tamu, pasti dia ikut juga menjadi sasaranku. Namanya Putri dan kesan dari wajahnya begitu cuek. Sore tanggal 28-02-2007, saat aku ngocok di ruang tamu, kulihat Putri berjalan menuju ke luar gang di depan rumahku. Aku tahu, pasti dia akan berjalan menuju gang di samping rumahku. Tanpa menunggu waktu yang lama, kemudian aku ke samping rumahku. Aku ngocok di sana sambil berharap semoga Putri tidak merubah rutenya. Benar saja, kulihat Putri berjalan menuju gang di samping rumahku. Secara logika, pasti sangat jelas dia dapat melihat aku ngocok. Tapi... pepek... pepek... begitu cueknya dia! Malahan sambil tetap ngocok, aku berjalan menyongsongnya sampai akhirnya jarak antara aku dan dia tak lebih dari 1 m—karena saat itu aku benar-benar berdiri ngocok di pintu gerbang samping rumahku—tapi dia tetap cuek! Pandangan matanya ke atas saja! Wuih... pepek lonte kau Putri...! Apa masuk logika kalau dia tak melihat aku ngocok saat dia menyeberang jalan? Malahan aku ngocok sampai muncrat-muncrat mani dengan jarak 1 m di depannya! Jam menunjukkan pukul 15:03, saat begitu cueknya Putri melihat aku ngocok sampai muncrat mani di depannya. Dasar lonte kau Putri...

Cewek-cewek sekarang begitu agresif. Semakin maju aja. Pada malam tanggal 13-08-2007, saat aku sedang ngocok di samping rumahku, lewat 3 orang cewek ABG. Aku sih terus saja ngocok, dan mengarahkan kontolku ke mereka. Salah satu dari mereka mungkin melihat aku ngocok. Dan aku yakin hal itu dia sampaikan kepada kedua temannya. Karena tak berapa lama kemudian, mereka kembali dan berhenti sedikit menjauh dari pintu gerbang samping rumahku. Lalu, satu per satu mereka berjalan masuk ke dalam gang di samping rumahku dan dengan sangat jelas, setiap pandangan dari mereka tertuju langsung ke kontolku yang sedang aku kocok. Mungkin karena mereka merasa kurang puas melihat aku ngocok, kudengar kasak-kusuk mereka di dalam gang dan kemudian, satu per satu mereka kembali keluar dari gang. Pada saat mereka keluar dari gang, kembali pandangan mereka tertuju ke arah kontolku yang sedang aku kocok. Cewek yang pertama kali keluar dari gang kemudian berdiri sedikit menjauh dari pintu gerbang samping rumahku. Disusul dengan cewek kedua dan ketiga. Setelah mereka bertiga berkumpul, mereka berpindah posisi ke depan pintu gerbang dan langsung menghadap ke arah aku yang sedang ngocok. Ah... dasar lonte... ketiga cewek itu benar-benar menonton aku ngocok! Jarak antara aku berdiri ngocok dengan ketiga cewek itu tak lebih dari 3 m. Sambil menonton aku yang sedang ngocok, mereka saling berbisik satu sama lain. Dasar pepek lonte...! Begitu berambisi sekali pandangan mata mereka menyaksikan aku ngocok. Dan karena memang sedang ditonton oleh mereka, ya sudah, pada saat aku mau nembak mani, sambil ngocok aku berjalan lebih mendekat ke arah mereka hingga jarak antara aku dan ketiga cewek itu tak lebih dari 1½ m dan dengan mata kepala mereka sendiri, pada jam 19:48 mereka melihat muncratan maniku keluar dari kontolku. Setelah nembak mani di depan mereka, dan kulihat begitu banyak maniku yang berceceran di lantai, kemudian aku masuk ke dalam rumah.

Siang hari tanggal 08-09-2007, dengan santainya aku ngocok di samping rumahku. Saat itu tak begitu banyak cewek yang lewat. Tapi ada 2 orang cewek yang hampir memergoki aku ngocok. Mereka tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah aku berdiri ngocok. Untungnya kontolku tertutupi oleh bajuku. Dari jam 13:00-13:30 aku ngocok di samping rumahku. Dan kemudian aku nembak mani tepat di samping seorang cewek yang seandainya dia melirik sedikit saja ke kanan, pasti dia dapat melihat aku yang mengarahkan kontolku ke arahnya sambil memuncratkan mani!

Ngocok Di Depan "Silvi"

Silvi adalah sepupu dari *****ku. Masih SMP, tapi... pantatnya itu lho... Setiap dia datang ke rumah mertuaku, sering aku secara langsung maupun tidak langsung memperhatikan tubuhnya. Dan sepertinya dia tahu kalau pandanganku selalu mengarah ke pantatnya. Aku juga merasa kalau dia begitu menjaga jarak padaku. Tapi aku sering memutar otak, bagaimana aku bisa ngocok di dekatnya. Hingga pada malam hari tanggal 14-10-2007, dia datang dan nginap di rumah mertuaku. Saat itu kudapati dia sedang tidur di tempat tidur di ruang TV. Karena wajahnya menghadap ke arah meja, kemudian aku pura-pura mengambil minuman di meja, sambil sesekali melirik apakah dia sedang tidur atau tidak. Ah... kesempatan yang tidak akan aku sia-siakan. Tak kuperdulikan apakah dia benar-benar tertidur atau tidak, yang penting aku harus ngocok di depannya. Karena jarang dia mau nginap di rumah mertuaku. Tanpa menunggu waktu yang lama, akhirnya aku nekat mengeluarkan kontolku dan dengan perlahan kudekati Silvi dan langsung ngocok di depannya. Posisi wajahnya benar-benar mengarah ke kontolku. Seandainya dia tak tidur dan membuka matanya sedikit saja, pasti kontolku yang pertama kali dia lihat. Jarak aku berdiri ngocok di depan wajahnya kurang dari 1 m. Begitu banyak maniku yang muncrat saat itu. Waktu itu jam 22:35-22:38 aku ngocok sampai nembak di depan Silvi tanpa mengindahkan apakah dia sedang tidur atau tidak. Yang penting nembak mani... Selama 3 menit aku ngocok sambil membayangkan betapa montoknya pantat si Silvi langsung di depan orangnya...

Ngocok Di Depan "Sifa"

Sampai sekarang Sifa kalau bertemu denganku pasti dia salah tingkah. Entah kenapa dia seperti itu. Padahal hanya sekali saja aku ngocok di depannya.

Tanggal 20-10-2011, jam 10:32 Sifa—anak perempuan umur 4 tahun—tertegun melihat kontolku yang sedang aku kocok di depannya. Walau hanya sebentar, tapi jelas tampak dia seperti sedang berpikir melihat kontolku yang aku kocok itu. Aku nembak mani saat dia berlalu dari hadapanku.

Bandung Kota Idaman

Kenangan di kota Bandung. Kota yang sebenarnya memiliki cewek-cewek ABG yang oke punya. Tapi sayangnya aku tak punya kesempatan untuk mengekspresikan birahiku langsung pada mereka! Bahkan sebenarnya aku punya kesempatan untuk ngocok di depan beberapa cewek ABG di tempat aku menumpang tinggal. Ah... tak kesampaian juga. Sampai akhirnya pada dini hari tanggal 15-12-2006, saat khayalan bermain di benakku, kemudian aku memutuskan untuk keluar menuju depan rumah yang aku tempati dalam keadaan bugil. Dan tak sulit bagiku untuk melakukannya, karena kamarku mempunya pintu yang dapat langsung ke luar rumah. Pemukiman di sana begitu padat. Jarak rumah 1 dengan lainnya sangat berdekatan. Tapi entah kenapa, aku cuek saja, dan dengan santai pada jam 02:09 aku bugil ngocok tepat di depan rumah. Dengan memakai buttplug, kenikmatan ngocokku juga semakin bertambah. Dan tak kuperhatikan lagi posisiku yang sebenarnya sangat beresiko. Di mana letak rumah-rumah di sana yang begitu rapat dan lampu juga terang benderang. Dan kalau ditinjau dari letak yang sebenarnya, posisi aku berdiri bugil ngocok saat itu berada di tengah jalan. Rumah di sana rata-rata tidak mempunyai halaman. Ah... muncratan maniku... 

Teman Kerjaku "Lia"

Sekantor dengan Lia membuat imajinasi birahiku seakan selalu saja terpicu. Sebenarnya aku selalu mencari kesempatan untuk dapat ngocok di dekatnya. Tapi itu merupakan hal yang mustahil... Hingga pada tanggal 19-04-2008, aku punya ide untuk mencampurkan air kencingku ke gelas minumannya. Saat itu dia sedang keluar ruangan dengan meninggalkan gelas minumannya. Satu gelas teh manis ada di mejanya. Tanpa menunggu waktu yang lama, kemudian aku ambil gelas tersebut. Waktu yang sangat tepat, karena aku juga sedang kebelet kencing. Akhirnya pada jam 08:45 aku mencampurkan air kencingku ke dalam gelasnya yang berisi teh manis. Tak berapa lama kemudian Lia kembali masuk ke ruangan dan duduk di sampingku. Kami ngobrol, sementara dalam hatiku berharap agar dia segera meminum teh manisnya. Kutandai pertama kali Lia minum teh manis yang sudah kucampur dengan air kencingku pada jam 10:17, tapi hanya sedikit yang dia minum. Kemudian pada jam 10:25 dia minum lagi sambil berkumur sebelum menelannya. Dan pada akhirnya, jam 11:51 dia menghabiskan seluruh teh manis yang ada di gelasnya di depan mataku. Wow... gimana Lia, enakkan rasa air kencingku?  Padahal saat itu banyak juga air kencingku yang kucampur di dalam gelas minumannya.

Ngocok Di Depan "Ayu"

Seorang cewek yang lumayan cantik bernama Ayu adalah tetangga di samping kiri rumahku. Badannya kurus, tapi kok pantatnya bisa semontok itu...? Wuih... dasar lonte... Dan sore tanggal 13-02-2007, saat aku sedang asik ngocok di ruang tamuku dengan pintu yang terbuka lebar, tiba-tiba dia lewat. Dasar pepek pantat lonte si Ayu itu, pada jam 16:04 dibuat muncrat maniku saat dia lewat di depanku.

Targetku dalam beberapa hari ini adalah Ayu. Karena kulihat dia sering keluar rumah dan melewati rumahku. Pada tanggal 21-02-2007, saat aku asik ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu depan yang sengaja aku buka lebar, tiba-tiba dia melewati aku. Ah... montoknya pantat si Ayu. Waktu itu jam 15:38, saat begitu banyaknya muncratan maniku keluar dari kontolku sewaktu aku berdiri ngocok di depan Ayu.

Ayu lagi... Ayu lagi... Aku yakin, dia tahu kalau aku sedang ngocok saat dia melewati aku. Malam tanggal 11-03-2007, aku ngocok di samping rumahku, dan dia lewat. Tak berapa lama kemudian, dia kembali lagi. Saat Ayu lewat pada jam 20:28, dia langsung melirik ke arah aku yang sedang berdiri ngocok dan berkelonjotan nembak mani dengan jarak sekitar 2 m di sampingnya. Ah... nikmatnya... dasar lonte kau Ayu... 

Ngocok Di Depan "Ika"

Walau sekarang tubuh Ika sedikit kurus, tapi pantatnya tetap saja montok... Apalagi sekarang Ika sudah SMA, sudah pintar dalam merawat badan.

He... he... he... tak bisa ditipu wajah lugu Ika yang masih duduk di bangku kelas 2 SD saat melihat aku ngocok di depannya pada malam tanggal 27-10-2006. Bukannya tak jelas dia melihat aku berdiri ngocok di depannya. Dan saat itu Ika berdiri menghadap ke arah aku dengan pandangan lugunya menyaksikan muncratan mani yang keluar dari kontolku tanpa ekspresi apa-apa! Saat itu jam 20:44, Ika menjadi penonton yang budiman, menyaksikan aku ngocok sampai aku nembak mani di depannya.

Memang Ika masih lugu ya... karena malam tanggal 18-03-2007, saat aku ngocok di samping rumah, tiba-tiba dia lewat. Kemudian dia berhenti tepat di depan pintu gerbang samping rumahku. Dan dengan wajah lugunya dia memandang ke arah aku yang sedang berdiri ngocok. Wuih... dipandangi Ika seperti itu membuat muncrat maniku. Dan tanpa ekspresi apa-apa saat dia melihat muncratan maniku keluar dari kontolku, kemudian dia berjalan kembali. Mungkin pulang ke rumahnya.

Hari masih pagi, tanggal 10-12-2008 saat aku sedang duduk di ruang tamu rumahku. Tiba-tiba kulihat Ika berhenti tepat di depan pintu rumahku. Ah... lonte cilik satu ini begitu menggodaku. Walau masih SD, tapi tubuhnya itu lho... Tanpa harus menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja aku keluarkan kontolku dan ngocok di depannya. Saat itu jam 07:37, dia nampak begitu cuek berdiri memandang ke arah simpang jalan. Tapi... kalau dipikir-pikir, tak mungkin dia tak tahu kalau saat itu aku sedang ngocok di depannya.

Ngocok Di Belakang "Nazila"

Sebenarnya Nazila sangat jarang datang ke rumahku. Dia adalah anak dari teman *****ku. Dari informasi yang kudapat, Nazila beberapa kali mengakui pernah melihat film porno yang dia tonton bersama tetangganya. Hal itu yang membuat aku begitu terobsesi ingin menjadikannya sebagai sasaran ngocokku.

Tanggal 09-05-2012, jam 18:08-18:11 aku ngocok sekitar 15 cm di belakang Nazila—anak perempuan kelas 1 SD—yang sedang main games di kamarku. Saat Nazila main games, aku duduk di ranjang. Karena hanya aku dan dia saja yang ada di dalam kamar, kemudian aku ikut duduk di lantai, di belakangnya. Sambil mengeluarkan kontolku dan membuat kontolku ereksi, kemudian aku lebih merapatkan posisiku dengan tubuhnya. Santai aja aku ngocok di belakangnya. Walaupun hentakan tanganku yang sedang ngocoki kontol sedikit terdengar, tapi sepertinya Nazila asik aja main games-nya. Sambil ngocok aku lebih mendekatkan kontolku ke tubuhnya sampai aku nembak mani...

Ngocok Di Samping "Tiara"

Wajah Tiara tidaklah begitu cantik, tapi manis... Masih umur 5 tahun saja sudah semanis itu wajahnya, apalagi kalau sudah besar...

Tanggal 27-04-2012, jam 18:04-18:07 begitu santai aku ngocok sampai nembak mani di samping Tiara—anak perempuan usia 5 tahun—yang sedang main games bersama **** di dalam kamarku. Posisi Tiara saat itu duduk di lantai, sedangkan aku duduk di atas ranjang sekitar ½ m di sampingnya. Puasnya aku saat itu, karena sebenarnya Tiara merupakan targetku. Apalagi aku pernah melihat Tiara kencing di celana sambil berdiri. Ah... dasar pepek lonte... 

Ngocok Di Depan "Fifah"

Sampai sekarang Fifah kalau bertemu denganku pandangan matanya selalu saja mengarah ke kontolku, padahal aku tidak sedang ngocok lho...

Sore itu tanggal 02-05-2011 aku ngocok di dapur rumah mertuaku. Memang yang membuat aku agak malas ngocok di rumah mertuaku karena sangat jarang cewek-cewek yang melintas di sana. Tapi memang lagi beruntung aja saat aku ngocok di dapur, karena pada jam 16:33 tiba-tiba Dea—anak perempuan berumur ± 5 thn—berhenti di depan pintu dapur dan dengan sangat jelas dia melihat aku ngocok. Tapi gak lama karena keburu dia berlalu pergi. Ah... posisi gantung seperti itu membuatku jadi serba salah. Untungnya Fifah—anak perempuan yang les di rumahku—datang. Aku sambut kedatangan Fifah dengan kontol yang sengaja aku keluarkan dan ngocok di depannya. Aku tahu Fifah sangat gugup melihat kontolku yang sedang kukocok. Karena begitu kakunya dia saat aku suruh duduk. Kemudian biar dia tidak begitu gelisah, sengaja aku hidupkan komputerku mengingat posisi Fifah yang duduk membelakangi komputer. Lalu aku berdiri ngocok sekitar 30 cm di belakang Fifah yang sedang duduk di lantai. Memang hanya 2 menit aku ngocok di belakang Fifah yaitu dari jam 17:05-17:07, tapi maniku itu lho... banyak sekali yang keluar...

Tanggal 04-05-2011 jam 16:57 Fifah datang. Sepertinya dia tahu kalau aku memang sengaja ngocok di depannya. Karena seperti kejadian kemarin, saat Fifah masuk ke dalam rumahku, dia sudah mendapati aku dalam posisi ngocok dan mengarahkan kontolku ke arahnya. Apalagi saat dia selesai menyusun bangku, sambil tetap dalam posisi ngocok di depan Fifah, kutanya, "Sekolah kelas berapa?" dan dia menjawab, "Kelas 1 SD," dengan pandangan matanya tepat mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Sesaat setelah menjawab pertanyaanku, Fifah langsung berlari keluar rumah seperti sengaja menghindar. Ah... anak perempuan kelas 1 SD aja sekarang sudah tahu tentang kontol yang dikocok. Tepat saat Fifah berlari itu aku pun nembak mani...

Rabu, 12 Agustus 2015

Ngocok Di Depan "Dea"

Sudah kelas 4 SD rupanya sekarang si Dea. Karena jarang sekali jumpa, sekali jumpa aku jadi teringat kisah yang lalu... Sudah lama sih... tapi kok tatapan matanya terus saja mengarah ke kontolku.

Sore itu tanggal 02-05-2011 aku ngocok di dapur rumah mertuaku. Memang yang membuat aku agak malas ngocok di rumah mertuaku karena sangat jarang cewek-cewek yang melintas di sana. Tapi memang lagi beruntung aja saat aku ngocok di dapur, karena pada jam 16:33 tiba-tiba Dea—anak perempuan berumur ± 5 thn—berhenti di depan pintu dapur dan dengan sangat jelas dia melihat aku ngocok. Tapi gak lama karena keburu dia berlalu pergi. Ah... posisi gantung seperti itu membuatku jadi serba salah. Untungnya Fifah—anak perempuan yang les di rumahku—datang. Aku sambut kedatangan Fifah dengan kontol yang sengaja aku keluarkan dan ngocok di depannya. Aku tahu Fifah sangat gugup melihat kontolku yang sedang kukocok. Karena begitu kakunya dia saat aku suruh duduk. Kemudian biar dia tidak begitu gelisah, sengaja aku hidupkan komputerku mengingat posisi Fifah yang duduk membelakangi komputer. Lalu aku berdiri ngocok sekitar 30 cm di belakang Fifah yang sedang duduk di lantai. Memang hanya 2 menit aku ngocok di belakang Fifah yaitu dari jam 17:05-17:07, tapi maniku itu lho... banyak sekali yang keluar...

Tanggal 26-09-2011, jam 10:20-10:25 aku ngocok di depan Dea—anak perempuan usia 5 thn—yang sedang bermain tepat saat aku sedang ngocok di pintu dapur rumah mertuaku. Tatapan mata Dea nampak sedikit ragu dengan apa yang dia lihat, dan terus saja tatapan matanya mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Wajar saja, mungkin dia bingung melihat aku sedang ngapain, berdiri sambil megang-megang kontol. Dia pasti tidak tahu kalau aku sedang ngocok kontol di depannya. Aku nembak mani di depannya juga.

Tanggal 19-10-2011, jam 10:41 aku ngocok di depan Dea yang saat itu sedang kencing di halaman samping rumah mertuaku. Dengan mata kepalanya sendiri Dea menyaksikan aku berdiri ngocok ke arahnya. Jarak antara aku dan Dea tidak lebih dari 3 m. Sambil kencing tatapan mata Dea tidak lepas mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Kemudian entah sengaja atau tidak, selesai kencing Dea berdiri menghadap ke arahku sambil mengenakan celananya dan tak lama kemudian dia menurunkan celananya kembali—seperti memamerkan pepeknya—sambil pandangannya tertuju ke arah kontolku yang sedang aku kocok. Ah... pepeknya itu... Walau tidak sampai nembak mani, tapi aku puas menyaksikan pepek Dea.

Tanggal 10-12-2011, jam 08:20 aku ngocok walau tidak sampai nembak mani di depan Dea. Sepertinya Dea sudah terbiasa melihat aku ngocok. Sangat kentara sekali pandangan matanya mengarah ke kontolku, tapi sepertinya Dea biasa aja. Dasar pepek... pepek... 

Senin, 03 Agustus 2015

Ngocok Di Depan "Isa" Dan "Ika"

Isa dan Ika adalah dua sahabat yang selalu saja bersama. Di mana ada Isa di situ juga ada Ika.

Tanggal 06-10-2011, jam 10:43 puas rasanya aku ngocok tepat di depan dua anak perempuan—Isa yang berusia 3 tahun dan Ika yang berusia 4 tahun—yang sedang bermain di rumah mertuaku. Saat itu mereka sedang bermain di ruang tamu rumah dan aku ngocok di kamar sambil berusaha mencari kesempatan untuk bisa ngocok di depan mereka. Dan tidak berapa lama kemudian aku mendengar suara mereka menuju dapur dan sepertinya mau keluar. Kesempatan, lalu aku keluar dari kamar dan mendapati mereka berdua berjalan menuju dapur rumah. Sengaja aku biarkan Isa dan Ika melihat kontolku yang sedang aku kocok saat aku masih berdiri di depan pintu kamarku. Aku mau tahu reaksi mereka. Kulihat begitu tajamnya tatapan mata Isa dan Ika melihat gerakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku di depan mereka dengan jarak sekitar 1 m. Lalu, masih dalam posisi ngocok, aku berjalan lebih mendekat lagi ke arah Isa dan Ika. Aku berhenti setelah jarak antara aku dan mereka sekitar 50 cm. Tatapan mata mereka berdua terus saja melihat ke kontolku yang sedang aku kocok pada saat mereka melewati aku. Dan aku kemudian berjalan di belakang mereka sambil tetap dalam posisi ngocok. Aku berhenti mengikuti mereka saat mereka hendak memakai sendal. Tidak lebih dari 15 cm jarak kontolku yang sedang aku kocok dengan wajah Isa yang sedang berjongkok memakai sendalnya. Sambil memakai sendalnya Isa terus saja melihat ke arah kontolku yang sedang aku kocok. Nampak Isa begitu gugup saat berusaha memakai sendalnya. Begitu juga dengan Ika, jarak kontolku dengan wajahnya tidak lebih dari 50 cm. Ika berdiri menunggu Isa selesai memakai sendalnya sambil tatapan matanya juga mengarah ke kontol yang aku kocok. Aku nembak begitu banyak mani saat Isa dan Ika beranjak pergi dari hadapanku dengan gerakan yang begitu kaku.

Ngocok Di Depan Kak "Wk"

Kak Wk adalah kakak perempuanku. Dua kali dia menjadi sasaran ngocokku. Sebenarnya aku secara tidak sengaja menjadikannya sebagai target ngocokku.

Malam tanggal 30-05-2007 begitu sepi kurasakan suasana jalan di depan rumahku. Tak satu pun cewek-cewek ABG melintas. Sial...! Padahal aku lagi kebelet ngocok. *****ku sedang berada di tempat mertuaku dan di rumahku ada kak Wk yang sengaja datang dan nginap di rumah. Kontolku sudah begitu memberontak pingin dikocok. Saat itu aku sedang duduk nonton TV dan kak Wk tidur di lantai. Jujur, saat itu aku benar-benar sudah tak tahan lagi untuk ngocok. Tapi siapa sasaranku? Kalau mengharapkan cewek-cewek ABG yang biasa jadi sasaran ngocokku tak akan mungkin, jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Aku duduk di kursi sambil nonton TV dan kontolku sudah ereksi minta dikocok. Akhirnya sambil duduk di kursi aku ngocok dan entah kenapa, pandangan mataku tertuju ke arah kakakku yang sedang tidur di lantai. Kemudian aku bangkit dari kursi dan menghampirinya. Lalu aku jongkok di atas kepalanya sambil tanganku tak henti-hentinya mengocoki kontolku. Kuhampiri kak Wk lebih dekat lagi. Aku bertumpu pada lututku, ngocok dengan jarak kontol yang kukocok dengan kepala kak Wk kurang dari 15 cm! Ah... kok bisa ya aku ngocok di depan kakakku sendiri? Aku mulai ngocok dari jam 00:27-00:32. Selama 5 menit aku ngocok di atas kepalanya. Walau ngocok di depan kakak sendiri, tapi nikmat juga rasanya! Mani yang keluar pun banyak, sampai belepotan tanganku. Ah... kak Wk...

Malam tanggal 08-07-2007, kak Wk nginap di rumahku. Mungkin karena ngantuk, dia tertidur di ruang TV. Aku jadi teringat kejadian saat aku ngocok di atas kepalanya beberapa waktu yang lalu. Dan saat itu, dalam benakku kenapa tidak diulang lagi kejadian yang sama? Santai saja aku keluarkan kontolku dari celana dan dengan bertumpu pada lutut, aku ngocok di atas kepala kak Wk dengan jarak kurang dari 15 cm. Aku ngocok dari jam 23:17-23:19 dan banyak juga mani yang keluar.

Minggu, 26 Juli 2015

Celoteh "Yen" Anak Perempuan Usia 4 Thn

Tanggal 17-01-2012, jam 10:00-10:05 aku ngocok sambil ditonton Yen—anak perempuan usia 4 tahun—yang masih sekolah PAUD. Saat aku ngocok di dapur rumah mertuaku, tiba-tiba lewat 2 orang anak perempuan yang baru pulang dari sekolah PAUD-nya dan berhenti sambil mengobrolkan sesuatu. Aku tersenyum sendiri melihat tingkah kedua anak perempuan itu yang sepertinya sangat serius dengan obrolannya. Dasar anak-anak sekarang... Santai aja aku mengarahkan kontol yang kukocok itu ke arah mereka. Gak berapa lama setelah aku mengarahkan kontolku yang sedang aku kocok, salah satu dari mereka yaitu Yen memalingkan wajahnya ke arahku. Sangat kentara matanya mengarah ke kontol yang kukocok sambil sesekali memandang ke wajahku. Kemudian dia mengambil posisi berdiri di depan temannya yang membuat posisiku dengannya benar-benar saling berhadap-hadapan. Aku pun begitu santai ngocok sambil ditontonnya dengan jarak tidak lebih dari 4 m. Sedangkan posisi temannya membelakangi aku, jadi dia tidak tahu kalau aku sedang ngocok. Aku lihat begitu seksamanya dia memperhatikan kontolku yang sedang aku kocok, sambil sesekali memandang ke wajahku dengan pandangan yang penuh keingintahuan. Dan dengan perlahan—sambil tetap pandangan matanya mengarah ke kontolku—dia berjalan lebih mendekat hingga sekitar 3 m dari tempat aku berdiri ngocok. Aku juga dengan santai ngocok sambil mempercepat kocokan tanganku di kontolku. Disaksikan olehnya, aku nembak mani. Wah... muncratan maniku sampai berceceran di lantai dapur rumah mertuaku. Setelah puas ngocok sampai nembak mani, aku balikkan badanku sambil menampung sisa muncratan mani dari kontolku. Baru saja aku membalikkan badan, Yen tiba-tiba ngomong sama temannya, "Eh... ayahnya **** burungnya nampak."  Dan dia mengulangi kalimat itu beberapa kali pada temannya dengan intonasi suara yang lumayan kuat. Pepek... pepek... mendengar ucapan itu aku langsung masuk ke kamar mandi dan menunggu sampai kedua anak perempuan itu pergi. Dasar lonte kau, Yen... 

Tetanggaku "Rika"

Pada awal aku melihat Rika, sepertinya dia biasa saja. Biasa dalam arti memang gak ada yang spesial darinya. Tingkahnya pun kadang terkesan tomboy, ya... namanya anak perempuan yang masih SD. Tapi lama-kelamaan, sepertinya aku mulai menyukainya. Menyukai untuk aku jadikan sasaran ngocokku.
Aku memang sering ngocok di samping rumahku. Biasanya aku suka ngocok di sana pada malam hari. Walau terkadang siang hari pun aku berani ngocok di samping rumahku. Malahan aku pernah bugil ngocok pada sore hari di depan seorang anak perempuan yang kukira masih SD karena badannya yang sedikit imut, yang kemudian aku ketahui rupanya dia sudah SMP.
Dan untuk Rika, sebenarnya dia sering kujadikan sasaran ngocokku, tapi karena beberapa file pribadiku terhapus, hanya inilah yang dapat aku tulis.

Rika adalah tetanggaku. Dia masih duduk di bangku SD. Pada tanggal 12-08-2006, jam 11:06-11:07 benar-benar terpuaskan birahiku dibuatnya. Sebenarnya saat itu aku sudah lama ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Tiba-tiba Rika berdiri di pinggir jalan tepat di depan pintu rumahku, sekitar 4 m dari posisiku ngocok. Wah... pepek nih Rika, mau menantang ya...? Masih dalam keadaan ngocok, aku bangkit dari kursiku. Di depannya aku ngocok dan aku tahu—karena sangat kentara—Rika pura-pura tidak melihatnya. Memang wajahnya tidak melihat ke aku, tapi lirikan matanya sangat jelas mengarah ke aku yang sedang ngocok. Muncrat-muncrat maniku di depannya dan dia sepertinya cuek saja. Ah...  dasar lonte cilik... aku sangat yakin dia hanya berusaha cuek saat melihat aku ngocok sampai nembak mani.

Begitu terkejutnya aku malam tanggal 03-10-2006. Rika yang beberapa waktu lalu begitu cuek melihat aku ngocok, tiba-tiba menjadi agresif. Saat dia keluar dari gang di samping rumahku dan melihat aku ngocok, kemudian dia kembali masuk ke dalam gang. Tak begitu lama, dia kembali lagi bersama Novi dan beberapa teman-temannya yang sama-sama masih SD. Mereka kasak-kusuk di dalam gang dan beberapa kali melewati posisiku, sambil melirik ke arah aku yang sedang berdiri ngocok. Aku yakin Rika memberitahukan kepada teman-temannya, khususnya pada Novi kalau aku sedang ngocok! Karena sangat jelas kulihat tatapan mata Novi yang begitu berambisi sekali ingin melihat aku ngocok. Sangat jelas kulihat tatapan mata Novi begitu liar dan benar-benar mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Jam menunjukkan pukul 19:52, saat Rika dan teman-temannya dengan sengaja melewati aku untuk melihat aku ngocok! Dan mereka benar-benar melihatnya. Kulihat Rika begitu senang dan tertawa cekikikan saja saat mengiringi teman-temannya melihat aku ngocok.

Sepertinya Rika sudah tahu, kalau pada malam hari aku berada di samping rumahku, pasti saat itu aku sedang ngocok. Seperti halnya malam tanggal 18-03-2007, saat aku sedang ngocok, Rika keluar dari gang di samping rumahku dan dia langsung melirik ke arah aku yang sedang ngocok. Dia pergi entah ke mana dan tak berapa lama kemudian dia balik lagi. Aku masih dalam posisi ngocok, karena dalam benakku, toh dia sudah tahu kalau aku sedang ngocok. Pada jam 20:37 saat Rika lewat di depanku, jelas sekali dia melirik ke kontol yang sedang kukocok. Aku tak tahu ekspresi wajahnya saat memandang kontolku, karena menurutku, mimik wajahnya sama saja seperti yang lalu, dia pura-pura cuek. Padahal, jika dia keluar dari gang di samping rumahku pasti dia melirik ke tempat aku ngocok. Ah... sayangnya aku tidak sampai nembak mani.

Rika... Rika... begitu seringnya kau melihat aku ngocok. Seperti kejadian pada malam tanggal 29-08-2007. Walaupun gerimis, aku tetap saja ngocok di samping rumahku. Sebenarnya aku menandai, kalau dia hendak keluar dari gang dan akan melewati aku, pasti dia pura-pura batuk. Benar saja, setelah kudengar batuknya, tak lama kemudian pada jam 20:45 Rika keluar dari gang dan matanya langsung melirik ke kontolku yang sedang aku kocok. Dengan berpayung dia berjalan keluar dari gang dan kemudian pada jam 20:48 dia kembali masuk ke dalam gang dan pura-pura tidak melihat aku. Sebagian wajahnya dia tutupi pakai payung yang dia bawa. Tapi aku tahu, dari ujung matanya aku bisa melihat kalau sebenarnya dia melirik ke arah kontolku yang saat itu sedang memuncratkan mani tepat di saat dia berada di depanku.

Rabu, 22 Juli 2015

Ngocok Di Pinggir Jalan

Aku lagi kepingin mengekspresikan birahi di depan cewek-cewek ABG, jadi malam tanggal 25-05-2006, aku mengitari jalanan kota. Mencari kesempatan yang mungkin saja aku dapatkan. Ah... malam yang sunyi... Tak ada satu pun cewek yang aku dapatkan untuk menjadi sasaran ngocokku. Akhirnya aku menuju jembatan jalan Cmra. Aku berhenti di atas jembatan itu. Wah... ternyata di sana banyak juga cewek-cewek ABG yang berlalu-lalang. Kemudian tanpa menunggu waktu yang lama, aku keluarkan kontolku dan ngocok di pinggir jalan. Aku ngocok di atas jembatan itu antara jam 19:15-19:45. Mengekspresikan birahiku, ngocok menghadap ke arah jalanan yang dilintasi oleh cewek-cewek ABG tanpa aku memperhatikan siapa-siapa saja yang lewat. Ah... puasnya... Begitu banyak maniku yang keluar, hingga mengenai motor, celana dan sendalku.

Mengekspresikan birahi dengan cara ngocok itu begitu nikmat rasanya. Malam tanggal 02-10-2006 adalah malam yang sangat menyenangkan bagiku. Betapa tidak, hampir saja bensinku habis karena begitu lamanya aku mengitari jalanan kota untuk mencari cewek-cewek ABG yang akan kujadikan sasaran ngocok dan akhirnya aku mendapatkan apa yang aku cari! Dari kejauhan, di kompleks DPR Prwsri jalan Pinus, kulihat ada seorang cewek ABG sedang berjalan dan menggandeng adiknya. Kemudian aku tepikan motorku tepat di depan gerbang sebuah rumah mewah dan langsung ngocok sambil menunggu cewek itu lewat di depanku. Akhirnya cewek itu semakin dekat dengan tempat aku ngocok. Walau dia berada di seberang jalan, tapi sangat jelas aku lihat tatapan matanya mengarah ke kontol yang aku kocok. Wuih... sampai nembak mani aku dibuatnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 20:58. Dan tepat di saat aku nembak mani, 2 orang perempuan yang mengendarai motor berhenti dan masuk ke dalam rumah mewah itu. Aku tahu, mereka pasti melihat aku nembak mani di depan cewek ABG yang berjalan di seberang jalan itu.

Sekitar 1 jam aku mengitari jalanan kota pada malam tanggal 05-10-2006. Ye... senyap nih... kemudian aku arahkan motorku menuju kompleks DPR jalan Pinus. Wah... kebetulan. Pada saat aku hendak membelokkan motorku untuk masuk ke jalan sana, kudapati 2 orang perempuan terlihat berjalan menuju ke luar. Ok deh... kemudian aku tepikan motorku tak jauh dari persimpangan. Tak butuh waktu lama untuk membuat ereksi kontolku dan kemudian aku ngocok sambil menunggu mereka lewat. Tak berapa lama kemudian kedua perempuan itu semakin dekat dengan posisiku. Hanya saja mereka berada di seberang jalan. Jam menunjukkan pukul 20:26, saat mereka entah sengaja atau tidak, menyebrang jalan dan menuju ke arahku. Aku nekat-nekatan saja, terlanjur kebelet ngocok dan memang kepingin aja mereka tahu. Aku yakin, dari kejauhan mungkin mereka sudah tahu kalau aku sedang ngocok. Dan ketika mereka melewati aku, sangat jelas kulihat mereka berusaha untuk tidak melihat aku yang sedang ngocok, padahal jarak antara aku dengan mereka tak lebih dari 1 m.

Malam tanggal 19-10-2006, begitu membahagiakan aku. Betapa tidak, sudah begitu lama aku mengitari jalanan kota dan di jalan itulah aku mendapatkan apa yang aku harapkan. Seorang cewek ABG sebagai sasaran ngocokku! Sudah beberapa kali aku melewati jalan menuju asrama itu, mungkin lebih dari 3 kali untuk mendapatkan sasaran. Tapi belum juga aku dapatkan. Hingga ketika aku melewatinya untuk yang kesekian kalinya. Di persimpangan jalan, kudapati seorang cewek ABG berkacamata yang lumayan cantik sedang berdiri ngobrol dengan seseorang yang mungkin saja dia kenal. Kulihat dari posisinya, pasti cewek itu akan masuk ke jalan menuju asrama. Aku putar motorku tepat di depannya, dan entah sengaja atau tidak, dia tersenyum padaku!  Saat itu kulihat betapa manis senyumannya. Lalu aku kembali ke jalan menuju asrama dan aku menunggu cewek itu sambil ngocok di atas motorku. Aku yakin dia pasti akan melewati aku. Ah... jalan itu begitu sempit. Tak berapa lama kemudian dari kejauhan kulihat cewek itu berjalan menuju ke arahku. Debar jantungku begitu terasa menyesakkan dadaku saat dengan perlahan tapi pasti cewek itu mendekati tempat aku ngocok. Mungkin dia belum tahu kalau aku sedang ngocok. Karena pada jarak 5 m sebelum posisiku, dia tersenyum dan mendekati aku. Akhirnya semakin dekat cewek itu dengan posisiku, barulah dia tahu kalau aku sedang ngocok. Kuarahkan kontolku yang kukocok tepat saat cewek itu berada di depan motorku. Begitu masamnya kulihat wajah cewek itu. Mungkin karena terkejut, dia tak tahu harus berbuat apa selain melanjutkan langkahnya melewati aku. Sudah tahu aku memang sedang ngocok di depannya dan dengan wajah yang kecut dia memandang ke arah kontolku. Tampak begitu gugupnya dia berjalan di sampingku dengan jarak papasan hanya 50 cm sambil matanya tak lepas mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Saat dia berada di sampingku, langsung maniku muncrat. Waw... banyak sekali... sampai-sampai mengenai motorku. Benar-benar telak. Dapat aku pastikan, dengan mata kepalanya sendiri dia melihat muncratan maniku keluar dari kontolku yang sedang aku kocok! Mungkin untuk menghilangkan rasa gugupnya setelah melihat aku ngocok, dia memukul-mukulkan kertas karton yang dia bawa. Saat itu jam menunjukkan pukul 22:08. Ah... tak sia-sia malam itu aku keluar mengitari jalanan kota.

Aku sebenarnya sudah tak bersemangat untuk ngocok di depan cewek-cewek ABG malam itu tanggal 08-06-2007. Karena sudah begitu lama aku mengitari jalanan kota, tapi tak satu pun sasaran yang aku temukan. Kemudian, aku memutuskan untuk pulang saja. Lalu aku melewati jalan Krktau Ujng, dan secara tak sengaja kudapati 2 orang cewek ABG sedang berjalan beriringan. Kalau kulihat dari arahnya, pasti mereka akan menuju ke persimpangan di depanku. Ah... kesempatan nih... Tapi... posisiku saat itu berada di jalanan yang lumayan ramai. Bagaimana ya...? Akhirnya aku putuskan untuk mengambil kesempatan walaupun resikonya cukup besar karena aku akan ngocok di pinggir jalan yang sedang ramai. Kupacu motorku untuk melewati mereka. Dan di depan Perum Plbuhan kutepikan motorku. Ah... masih ada jarak 50 m sebelum kedua cewek itu melewati aku. Tanpa menunggu waktu yang lama, setelah kontolku ereksi, langsung saja aku ngocok di atas motorku. Dan jarak mereka berdua sudah semakin dekat. Saat itu aku ngocok membelakangi mereka. Mungkin iseng atau tidak, tapi saat posisi kedua cewek itu sudah berada di belakang motorku, keduanya tiba-tiba berpisah jalannya. Sebenarnya secara aman mereka berdua bisa menggunakan trotoar sebagai jalan. Tapi... satu orang cewek berjalan di samping kiriku dan seorang lagi berjalan di samping kananku. Jadi aku ngocok tepat berada di tengah-tengah mereka! Dan aku berani jamin kalau saat itu mereka benar-benar melihat aku ngocok! Apalagi cewek yang berjalan di samping kananku. Jarak aku dan cewek itu tak lebih dari 50 cm. Dan aku nembak begitu banyak mani di saat kedua cewek itu benar-benar berada pada posisi kanan dan di kiriku. Aku juga yakin mereka berdua dapat melihat muncratan mani dari kontolku. Dan aku tahu, mungkin untuk menghilangkan rasa terkejutnya, salah satu dari mereka melempar-lemparkan sesuatu di tangannya. Setelah melewati aku, kemudian mereka berjalan beriringan kembali. Dan kulihat dari HP, saat itu jam menunjukkan pukul 21:53 dan dengan keadaan kontol yang masih mengeluarkan mani aku kejar kedua cewek itu dengan motorku dan aku arahkan tembakan maniku ke arah mereka! Aku tahu mereka pasti terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Karena jalanan itu begitu ramai dan dengan santainya aku ngocok sampai nembak mani di atas motor di depan mata mereka. Wuih... puasnya...

Tgl 30-06-2009, antara jam 21:30-21:41 aku ngocok berdiri di pinggir jalan Lmpu.

Keponakanku "dL"

dL adalah keponakan angkatku. Dia adalah anak angkat kak Dk. Sedari kecil dL sudah aku jadikan sasaran ngocokku, tepatnya saat dia masih berumur 3 tahun. Wajahnya yang cantik, dan kulitnya yang putih membuat aku begitu berambisi menjadikan dL sebagai sasaran ngocokku.
Tapi dL masih sebatas aku jadikan sasaran ngocokku saja, selebihnya tidak. Ok... aku pernah mencium bibirnya, aku pernah membimbing tangannya untuk mengocoki kontolku saat dia tidur, aku pernah mencampur maniku ke dalam kopi untuk diminumnya, dan yang paling terekstrim adalah aku pernah menjilat pepeknya di saat dia tidur. Tapi sayangnya hanya sebatas itu saja, karena belum pernah kontolku menyentuh pepeknya. Dan ini adalah kisah yang pernah aku lewati bersama dL yang mungkin akan sangat jarang terjadi lagi karena dL sudah SMP dan waktu untuk bersama dL sudah sangat langka.

dL adalah keponakanku. Usianya sekitar 3 thn, tapi sangat bijak. Saat itu tanggal 26-01-2007, aku ngocok di dalam kamarku dengan pintu yang sengaja aku buka. Aku tahu, dL suka masuk dan bermain di rumahku. Aku punya niat ngocok di depannya, dan sengaja aku ngocok di dalam kamar dan kubiarkan pintu depan dan pintu kamarku terbuka. Benar saja, tak lama kemudian dL masuk ke rumahku. Dia mendapati aku sedang di atas ranjang sambil telentang. Saat itu dL belum melihat kontolku yang sedang aku kocok di balik bajuku. Lalu dL masuk ke kamarku dan bermain di atas ranjangku. Masih dalam posisiku, kemudian aku singkapkan bajuku. Sebenarnya selama dL bermain, dia sering memperhatikan gerakan tanganku yang ada di dalam bajuku. Sampai akhirnya baju itu aku singkap, dan dengan mata kepalanya sendiri melihat kontokku yang sedang aku kocok. Mungkin karena tidak tahu, akhirnya dL berhenti bermain dan mendekati aku. Begitu dekat wajahnya dengan kontolku yang sedang aku kocok. Mungkin kurang dari 15 cm! Begitu serius dL memperhatikan tanganku yang sedang mengocoki kontolku sambil bertanya, "Om, ngapain?" Dengan ringan kujawab kalau tanganku sedang gatal. Wajah dan pandangannya saat itu tak pernah lepas mengarah ke kontol yang sedang aku kocok, dan kulihat tangannya sepertinya ingin memegang kontolku. Ah... dekat sekali... sampai akhirnya aku nembak mani. Begitu banyak mani! Untungnya dL tidak bertanya saat melihat maniku yang muncrat keluar dari kontolku! Aku mulai menyingkapkan bajuku dan ngocok sampai nembak mani disaksikan dL dari jam 10:19-10:22.

Lagi asiknya nonton TV tanggal 21-08-2007, eh... tiba-tiba dL datang dan tanpa merasa bersalah berdiri tepat di depan TV. Ya... aku jadi tak dapat melihat apa-apa. Kemudian aku berdiri di belakangnya sambil juga melihat siaran TV. Tapi tiba-tiba, aku punya niat ngocok. Dan dL sepertinya begitu asik di depan TV sampai dia tak menyadari kehadiranku di belakangnya. Lalu dengan perlahan aku menarik bagian depan celana pendekku dan mengeluarkan kontolku. Selanjutnya aku berdiri ngocok di belakangnya. Tepatnya, kontolku benar-benar ada di bagian belakang kepala dL. Saat itu jam 16:00, begitu santai aku ngocok di dekat kepala dL, dengan jarak kurang dari 15 cm sampai aku nembak banyak mani. Untungnya maniku itu aku tahan dengan tangan kiriku, kalau tidak pastilah mengenai kepala dL.

Sore hari tanggal 04-04-2010, saat aku sedang asik duduk ngocok di ruang tamu rumahku, tiba-tiba dL datang. Dengan sedikit terburu-buru aku menyembunyikan kontolku ke dalam bajuku, sementara dL langsung saja mendekati aku. Dengan tidak membuatnya merasa curiga, aku memainkan games yang ada di HP sambil memperlihatkan permainan apa yang sedang aku mainkan. dL sepertinya terbuai dengan permainan yang aku perlihatkan kepadanya, kemudian dia pulang sambil membawa HP kak Dk. Rupanya dia juga ingin memamerkan permainan yang ada di HP itu. Sengaja aku suruh dL duduk di tempat dudukku, sementara aku pura-pura tertarik melihat permainannya. Kulihat dL semakin asik main games-nya. Kemudian aku tinggalkan dia dan aku berdiri di depan TV, sekitar 2 m di samping dL. Jam menunjukkan pukul 15:37, dan tak butuh waktu yang lama untuk membuat ereksi kontolku. Dengan perlahan aku singkapkan bajuku yang menutupi kontolku dan kemudian aku ngocok. dL asik dengan permainan games-nya, sementara aku juga sibuk berdiri ngocok 2 m di sampingnya sampai aku nembak mani.

Sore tanggal 10-08-2010, jam 16:39-16:41 dengan santai aku ngocok sampai nembak mani dengan jarak 15 cm di belakang dL yang sedang asik main laptop di atas ranjangku.

Lagi enak ngocok di ruang tamu rumahku tanggal 07-11-2010, tiba-tiba dL datang dengan membawa gitar. Rupanya dia ingin menunjukkan gitar barunya padaku. Kemudian dia minta aku untuk mengajarinya beberapa kunci gitar. Tak lama kemudian kak Dk datang dan bilang padaku kalau gitarnya kurang pas suaranya. Dan aku bilang kalau gitarnya sudah aku stel. Setelah kak Dk pergi, kemudian aku duduk di sebelah dL. Dengan berpura-pura mengajari kunci gitar, aku mulai berani merangkul tubuhnya. Karena saat itu aku merasa situasi dan waktu yang sudah tepat untuk menjalankan aksi ngocokku, lalu aku duduk di belakang dL sambil menghimpit tubuhnya dengan pahaku. Dan akhirnya aku lebih merapatkan lagi tubuhku dengan tubuhnya karena aku berpura-pura mengajari jarinya membentuk kunci gitar. Sambil meraba-raba kontolku dengan tangan kananku agar ereksi, aku ajak dL ngobrol. Lalu dengan sedikit gerakan, aku keluarkan kontolku dari celana, kemudian aku gesekkan sambil aku rangkul tubuh dL. Ah... kontolku benar-benar menempel di tubuhnya. Beberapa saat aku begitu menikmati kehangatan tubuh dL melalui kontolku yang menempel di tubuhnya. Dan setelah itu, perlahan aku merenggangkan rangkulanku, sambil terus berpura-pura mengajari kunci gitar padanya, aku mulai ngocok. Wuih... begitu dekatnya kontolku dengan tubuh dL, sampai-sampai tanganku yang sedang mengocoki kontolku mengenai tubuh dL. Dari jam 12:50-12:55 aku ngocok di belakang dL, tak sampai 1 cm jarak kontolku dari tubuhnya. Dan begitu banyak mani yang keluar. Ah... puasnya...

Lagi enak ngocok di ruang tamu rumahku tanggal 01-05-2011, tiba-tiba dL datang dan langsung duduk di sampingku. Jujur saat itu aku sudah ada rencana kalau-kalau dL datang memang mau aku jadikan sasaran ngocokku. Karena dL sudah ada di sampingku, aku mulai memasang strategiku. Sengaja aku buka laptop di meja depan kursiku, kemudian aku buka games dan aku suruh dL memainkannya. Jam 14:39 aku keluarkan kontolku yang sudah ereksi dari celana dan dengan santai aku ngocok di belakang dL yang duduk di lantai tepat di depanku. Kemudian Jam 14:40 sambil tetap ngocok, aku berdiri sambil lebih mendekatkan kontolku ke kepala dL sampai akhirnya ujung kepala kontolku menyentuh tengkuk dL. Ah... karena dL memang sedang lagi asik main games, jadi dia tidak begitu menghiraukan kontolku yang sudah menempel di tengkuknya. Kemudian aku agak menjauhkan kontolku dari tengkuknya sekitar 15 cm karena rasanya aku mau nembak mani. Begitu cepat gerakan tanganku mengocoki kontolku di belakang dL, sementara dia masih juga asik dengan games-nya. Dan akhirnya pada jam 14:41 maniku muncrat dan kutampung dengan tangan kiriku. Begitu banyak maniku yang keluar. Ah... nikmatnya...

Tanggal 05-05-2011 merupakan hari yang sangat memuaskan birahi aku. Setelah beberapa saat ngocok di ruang tamu rumahku, dL datang dan duduk di sampingku. Pikiranku mulai bermain dengan posisi dL dan posisi rumahku yang saat itu kosong. Aku buka HP-ku dan kumainkan games, tapi dL nampaknya tidak tertarik. Kemudian aku menghidupkan TV dan dL akhirnya juga mengikutiku menonton TV. Jam 14:47-14:50 posisi dL nonton TV sambil tiduran, sementara aku duduk santai di kursi sambil ngocok. Kemudian dL pulang ke rumahnya dan tak berapa lama kemudian dia kembali lagi. dL kembali tiduran, sementara aku mulai mendekatinya dan duduk di dekat kepalanya. Perlahan aku mulai ngocok lagi. Kulihat dL membawa kain. Iseng aku ambil kainnya dan aku tutup matanya dengan kain tersebut. dL hanya bilang, "Iss, Om..." lalu aku jawab "Gak papa, dL..." Sambil aku tutup matanya, aku mulai ngocok dan menggesekkan kontolku ke kepala dL. Karena posisinya kurang nyaman kemudian aku suruh dL duduk sambil aku tutup kembali matanya dengan kain. Lalu aku ngocok lagi sambil aku gesekkan kontolku ke tengkuk dL. Rupanya dL merasa geli, dia bilang "Ih... geli, Om..." Aku benar-benar tak menghiraukan rasa geli di tengkuk dL karena gesekan kontolku, dan aku tetap aja ngocok. Dari jam 14:57-15:03 aku ngocok di belakang dL yang terus saja menggeliat kegelian karena terkadang sambil ngocok aku juga menggesekkan kontolku ke tubuhnya. Dan jujur, saat itu dL hanya menerima semua perlakuanku padanya tanpa berusaha untuk setidaknya membuka kain yang menutupi matanya atau pergi menghindar. Kesannya seperti dL tahu kalau saat itu aku sedang ngocok dan dia sengaja membiarkannya. Ah... dasar lonte kecil kau dL... begitu banyak muncratan maniku yang keluar dan langsung aku tampung dengan tangan kiriku.

Tanggal 09-06-2011 dL benar-benar membuat birahiku terpuaskan, setelah pada hari sebelumnya dia sempat membuatku tidak bisa tidur. Bagaimana tidak, kemarin pagi aku mendapati dL bugil keluar dari kamar mandi rumahnya. Pepeknya dL nampak begitu segar, sedikit menonjol keluar. Memang pepek dL masihlah pepek anak kelas 2 SD, masih pepek anak perempuan umur 8 tahun, tapi yang namanya pepek... tetaplah pepek... Di malam hari aku membayangkan kira-kira apa yang akan aku lakukan pada dL kalau saja dia bisa aku jadikan sasaran ngocokku. Memang sejujurnya tidak mungkin kalau aku kentot dia, bisa koyak habis pepeknya karena kontolku. Tapi apa ya yang bisa membuat birahiku merasa puas...? Kalau menggesekkan kontolku ke tubuh dL sepertinya sudah sering aku lakukan. Memang ada rencanaku untuk meminumkan maniku ke dia, tapi bagaimana caranya... kan tidak mungkin juga aku suruh dL membuka mulutnya sementara aku ngocok di depannya. Dan saat itu dL datang ke rumahku dengan membawa sebuah buku gambar untuk diwarnai. Aku biarkan dia, sambil berpikir rencana apa yang akan aku lakukan. Sebagai pemanasan, pada saat dL duduk jongkok sambil meraut pinsilnya di dapur rumah, aku dekati dia sambil ngocok di dekat kepalanya. Tapi tak berapa lama kemudian kak Dk memanggilnya pulang. Ah... kecewa... jadi batal nih rencanaku. Sebagai obat kekecewaanku, kemudian aku duduk di ruang tamu. Aku ngocok sambil duduk santai memandangi cewek-cewek ABG yang terkadang melintas di depan rumahku karena memang mereka baru pulang sekolah. Tapi tidak berapa lama kemudian dL keluar dari rumahnya dan langsung duduk di kursi sebelahku. Untungnya sebelum dL masuk aku sudah menarik bagian depan celanaku untuk menutupi kontolku. Lalu aku katakan kepada dL, "Itu gambarnya dah selesai diwarnai?" Dan dia bilang belum. Kemudian aku ambil buku gambar tersebut dan aku serahkan ke dL sambil aku arahkan dL untuk duduk di depanku dan dL sempat protes juga, "Kan payah, Om, duduknya..." Sebagai alasan, aku berkata, "Biar terang, kan bisa mewarnai sambil setengah berdiri." Akhirnya dL mau, kemudian dia pulang ke rumahnya untuk mengambil pinsil warnanya dan kemudian datang lagi sambil duduk di depanku. Posisi dL yang membelakangi aku membuat aku begitu santai mengeluarkan kontolku dari celana sambil membuat kontolku ereksi kembali. Jarak antara aku dan dL hanya sekitar 30 cm. Sambil duduk ngocok di belakang dL terbayang pepek dL yang pernah aku lihat sebelumnya. Tiba-tiba aku punya ide untuk menampung maniku. Kemudian aku bangkit mengambil gelas Aqua. "Untuk apa, Om, gelas Aqua-nya?" Dan aku jawab, "Bukan untuk apa-apa." Kemudian aku suruh dL untuk meneruskan mewarnai gambarnya sambil aku atur posisi badannya agar aku juga nyaman ngocok di belakangnya. Dari jam 13:42-13:47 aku ngocok sampai nembak mani. Pada saat nembak mani, sengaja aku tembakkan maniku itu ke perutku. Wow... banyaknya maniku yang keluar... Kemudian maniku itu aku masukkan ke dalam gelas Aqua yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Lalu aku bangkit dan sambil jalan menuju dapur pun masih sempat aku masukkan ke dalam gelas Aqua sisa-sisa mani yang masih menempel di perutku. Di dapur kemudian aku campurkan maniku itu dengan kopiku. Sebenarnya lebih banyak maniku di banding kopi yang aku campur. Agak lama juga membuat maniku itu benar-benar tercampur rata dengan kopi. Saat aku mengaduk maniku, dL rupanya mengintipku sambil tertawa, "Ngapain, Om..." dan kemudian kembali lagi ke ruang tamu. Setelah tidak begitu kentara maniku di dalam campuran kopi kemudian aku mandi. Dan setelah selesai mandi, sambil membawa gelas kopiku dan gelas Aqua yang berisi campuran mani, kemudian aku dekati dL yang sudah duduk di kursi ruang tamu. "Nih minum..." kataku. "Air apa ni, Om, air kecap ya?" kata dL sambil menerima gelas Aqua itu dan memperhatikan isinya. Sambil menunjukkan gelas bekas kopiku, aku katakan, "Ini kopi punya om yang gak habis, udah diminum aja..." Dan dL bertanya padaku lagi, "Jadi tadi kok Om kaco-kaco?" "Iya, biar gak ada bubuknya," alasanku padanya. Walau tampak ragu tapi akhirnya dL meneguk habis seluruh maniku yang kucampur dengan sedikit air kopi tepat pada jam 13:54. "Ih... gak enak, Om... apa sih ini, Om..." itu komentar dL sambil menyerahkan gelas Aqua itu kepadaku. "Yeah... namanya juga kopi..." jawabku sambil meyakinkan dL bahwa yang aku berikan ke dia itu benar-benar kopi sisa dari aku dengan aku menunjukkan gelas kopiku. Ah... dL... dL... puasnya birahiku...

Tanggal 24-06-2011, seperti bercinta antara aku dengan dL. Bagaimana tidak, begitu puasnya aku peluk dL, membuka celananya, mengelus-elus pantatnya dan dengan tidak begitu kentara, aku pegang pepeknya. Itu bermula saat dL mau aku suruh tidur di ruang TV. Sambil sesekali aku ajak dL untuk mau tidur sambil aku peluk. Tapi dL sepertinya tidak mau. Aku coba mencairkan keadaan dengan membiarkannya tidur sendiri. Setelah aku lihat dL sudah tidur, dengan perlahan aku dekati dia. Kemudian aku mengeluarkan kontolku sambil merebahkan diriku sejajar dengan dL dan ngocok di belakang dL sambil aku gesekkan kontolku itu ke tubuhnya. Dari jam 15:27-15:35 aku ngocok sambil menggesekkan kontolku ke tubuh dL. Sengaja aku tidak nembak mani dulu, karena aku masih punya rencana lain. Tak berapa lama kemudian dL bangun. Aku masih juga menggodanya untuk mau tidur lagi sambil aku peluk, tapi dL tetap tidak mau. Akhirnya aku beralih ke rencanaku yang lainnya. Karena dL memakai celana pendek yang agak kendor, sambil aku goda dengan menarik tangannya dan dL tertawa sambil mencoba menghindar, kemudian aku tarik bagian belakang celana dL sampai nampak pantatnya sambil aku bilang ke dia, "Celana kendor gini kok dipake...?" Dan dL menjawab, "Gak papa lah, Om..." Dan dengan sengaja tanpa disadari dL tanganku yang menarik celananya tidak aku lepas. Posisi celananya yang sudah aku tarik itu setengah dari pantatnya. Kemudian aku raba-raba pantatnya sambil aku bilang, "Ih... dingin ya, dL..." Tiba-tiba dL berdiri menghadap ke arahku sambil membuka sedikit bagian depan celananya dan menunjukkan luka memar di pahanya. Aku tanya, "Lho kenapa itu...?" Dan dia menjawab, "Jatuh, Om, dari sepeda. Di sini juga ada lagi," sambil dL membuka sedikit sempaknya dan menunjukkan luka memar yang berada sedikit di atas pepeknya. Ah... terlihat olehku ujung belahan bagian atas pepek dL. Lonte kau dL... buat aku geregetan aja melihat pepeknya yang masih berumur 8 tahun itu. Karena hanya sedikit saja pepek dL yang dapat aku lihat, aku jadi kurang puas. Jam 16:25 dengan setengah memaksa aku menarik celana dan sempak dL sampai nampak pepeknya secara keseluruhannya! Dengan berpura-pura melihat luka yang ada di paha dan di atas pepek dL, aku ajak dia ngobrol dengan bertanya, "Apakah bundanya sudah tahu, atau belum?" sementara pandangan mataku tak lepas menikmati keindahan pepek dL. Aku tahu dL mungkin merasa malu atau merasa apa saat aku mulai meraba lukanya dan dengan tidak begitu kentara aku elus dan raba pepeknya. Mungkin karena merasa geli pepeknya aku elus dan raba, dengan sedikit tertawa kegelian dL merapatkan pahanya sambil berusaha memakai celananya kembali. Aku tidak begitu perduli dan tetap memaksa dL untuk tidak memakai celananya. Sampai-sampai walau sambil tertawa, dL berusaha menghindar dariku. Ah... seperti bercinta aja, atau tepatnya seperti orang pacaran yang sedang pemanasan mau ngentot. Dan saat dL akan melepaskan diri dari peganganku, langsung saja dL aku rangkul sampai dia terjatuh di atas pahaku. Dasar lonte kau dL... begitu jelas kulihat bentuk pepek dL dari belakang. Ah... begitu menggoda posisi pantat dan pepek dL saat itu! Oh... pepek dL tampak begitu segar, masih ranum dan masih menonjol. Setelah puas menikmati keindahan pepek dL kemudian aku biarkan dL memakai celananya kembali. Setelah celananya dia pakai, kemudian aku peluk dL dan aku ciumi pepeknya sambil aku bilang ke dL, "Gak papakan om gini...?" Lalu kami menonton TV, dengan posisiku telentang tiduran dan dL berada tepat di sampingku, dekat kontolku. Di depan dL aku meraba-raba kontolku dan dL juga tahu kalau saat itu aku sedang memegang kontolku. Aku bilang ke dL, "Ah... gatal kali, dL, mau gak menggarukinya?" Dia menjawab, "Gak boleh bapak megang-megang di situ." Aku sempat terkejut juga dengan jawabannya. Tapi aku masa bodo aja dengan tetap meraba-raba kontolku sampai ereksi di depan dL. Lagian, kan kontolku masih di dalam celana, belum aku keluarkan. Pada jam 16:39-16:43 dL bersandar di kakiku sambil nonton TV dan aku dengan leluasa ngocok walau tidak sampai nembak mani. Ah... pepek dL... Puasnya aku menikmati keindahan pepek anak perempuan umur 8 tahun itu...

Tanggal 01-01-2013 dL tidur di rumahku. Dia aku janjikan main games di komputerku hingga dia mau untuk menginap. Padahal rumahnya di sebelah rumahku. Ah… ada segudang imajinasi dan rencana yang ada dalam benakku. Karena memang sudah ada gambaran yang akan aku lakukan, kemudian aku katakan pada dL kalau komputernya masih rusak dan besok baru bisa selesai. Akhirnya dL tidur di lantai tepat di depan pintu kamarku. Bertambah banyak rencana yang mungkin aku lakukan pada dL yang tergambar di benakku. Tak menunggu lama, saat semuanya sudah tidur—termasuk ***** dan anakku yang juga tidur di luar, di ruang TV—akhirnya saat yang aku nantikan tiba. Sambil setting komputer, tanganku juga bermain di kontolku. Setelah kontolku ereksi,  kukeluarkan kontolku dan kuraih tangan kiri dL, lalu aku bimbing tangannya untuk memegang kontolku. Dari jam 23:00-23:01 tangan kiri dL memegang kontolku yang sudah begitu ereksi sambil sesekali aku kocok. Kemudian aku meraba pepek dL. Ah... terasa lembut sekali dan sepertinya dL tidak pakai sempak. Saat itu tubuh dL posisi tidurnya miring ke arah kanan, lalu aku tarik celana pendek bagian belakangnya. Dan benar saja, dL memang tidak memakai sempak. Ah… pantatnya itu lho… dan rasanya aku semakin tidak sabar ingin melihat pepeknya. Dengan perlahan aku menarik dL dan mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Saat itu jam menunjukkan pukul 23:16, dengan perlahan aku tarik bagian depan celana dL sampai terlihat pepeknya… Ah… begitu ranum, montok, segar, halus dan menggairahkan sekali saat aku pandangi bentuk pepeknya. Tapi tiba-tiba dL merubah posisi tidurnya lagi ke arah kanan yang membuatku melepaskan tanganku dari celananya. Pepek… dasar pepek… jadi geregetan aku.  Lalu dengan perlahan aku dekati dL dan tepat jam 23:42 aku cium bibirnya. Setelah aku cium bibir dL, kemudian aku kembali ke posisiku semula—yaitu di depan pintu kamarku—sambil meneruskan aktivitas ngocokku. Karena posisi tidur dL miring ke arah kanan, tepat pukul 23:54 sambil ngocok aku gesekkan kontol itu di punggungnya. Ah… malam itu memang terasa masih panjang walau hari sudah berganti. Masih malam yang sama, hanya saja tanggalnya sudah berganti. Dan tanggal sudah berganti menjadi tanggal 02-01-2013. Setelah istirahat sebentar dari aktivitas ngocokku, kemudian aku tarik lagi dL dan aku ubah posisi tidurnya menjadi telentang. Jam menunjukkan pukul 00:20, sambil ngocok aku raih lagi tangan kiri dL, lalu aku bimbing tangannya untuk memegang kontolku. Tapi entah kenapa tidur dL sepertinya tidak terlalu nyenyak. Tiba-tiba dL menarik tangannya yang kubimbing memegang kontolku sambil berkata, "Ih..." Untuk menormalkan suasana, aku kembali pura-pura setting komputerku. Aku lihat dL masih dalam posisi tidur telentang. Lalu pada jam 01:17-01:21 aku kembali ngocok di depan dL. Terus terang saja saat aku ngocok, tiba-tiba dL membuka sedikit matanya, yang membuat aku jadi berdebar. Tapi aku terus saja ngocok sambil lebih mendekat ke arah wajahnya. Kemudian kulihat mata dL sudah terpejam kembali. Tepat pukul 01:22 dengan cepat aku tarik bagian depan celana dL dan langsung aku jilat pepeknya. Wah… nikmatnya rasa pepek dL… halus, lembut dan wangi. Baru saja selesai aku jilat pepeknya, entah sadar atau tidak, tiba-tiba dia menarik tanganku yang sedang menyingkap celananya sambil kembali berkata, "Ih..." Dasar pepek lonte anak SD kelas 4 itu… buat aku geregetan aja. Kemudian sekitar jam 2-an aku kembali menarik bagian depan celana dL sambil aku elus pepeknya, aku rekahkan pepeknya dan aku jepit pepeknya dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kananku. Mungkin karena jepitan tanganku di pepeknya itu terlalu kuat, hingga membuat dia terbangun sambil meraih tanganku dan mendapati celananya sudah sedikit melorot di bagian depan. Sangat nyata kulihat dL memperbaiki posisi celananya yang sedikit melorot di bagian depan sambil tetap memegang tanganku dan memandang wajahku. Untungnya *****ku juga tersentak dari tidurnya dan tanpa ditanya aku bilang sama dL dan istriku, "Tadi ada nyamuk." Setelah mendengar penjelasanku, akhirnya *****ku kembali tidur dan dL kembali merebahkan tubuhnya lalu dia juga kemudian tidur. Tidak begitu lama kemudian aku teruskan aktivitas ngocokku di dalam kamar sambil membayangkan kesempatan yang begitu langka yang aku lakukan terhadap dL, yaitu kontolku dipegang dL, aku cium bibir dL dan yang paling berkesan dan paling utama adalah kesempatanku bisa menjilat pepek dL. Pepek anak perempuan kelas 4 SD yang masih sangat ranum dan begitu menggoda.

Tanggal 08-02-2013, jam 17:37-17:43 aku ngocok di belakang dL yang sedang bermain games di komputerku bersama ****. Saat itu posisi dL duduk di pinggir ranjangku. Dia membelakangi aku yang sedang berdiri berpura-pura memperhatikan dia main games, sementara **** ada di samping lemari dan tertutup oleh pintu lemari yang sengaja aku buka. Saat kulihat dL sudah asik dalam permainan games-nya, perlahan aku keluarkan kontolku dan mulai ngocok. Walau kelihatan dL sering merubah posisi duduknya, aku cuek saja terus ngocok kurang dari ½ m dari posisi duduknya sampai aku nembak mani yang kemudian aku lap di celana pendekku. Entah dL  tahu aku ngocok atau tidak aku tidak begitu perduli. Karena sudah lama juga aku tidak menjadikannya sebagai sasaran ngocokku.

Tanggal 11-02-2013, jam 14:37-14:46 saat di atas ranjang bersama dL yang sedang main games, aku mempermainkan kontol yang masih berada di dalam celanaku tepat di belakangnya dengan jarak kurang dari 30 cm. Kemudian jam 14:46-15:13 aku ngocok di belakangnya dengan sangat leluasa karena posisi dL yang duduk, sementara aku berbaring  dan kontolku berada sekitar 30 cm di belakangnya. Sambil ngocok sesekali aku komentari permainan games-nya, walau dengan suara sedikit bergetar. Tapi sebenarnya tidak begitu nyaman aku ngocok walau posisinya sudah begitu pas. Karena saat itu aku hanya ngocok dengan perlahan saja. Jika aku ngocok dengan cepat pasti ranjangku akan bergoyang. Pegas yang ada di ranjangku begitu lembut, sehingga ada gerakan sedikit saja akan terasa. Aku  memang tidak sampai nembak mani, tapi enak juga rasanya sensasi ngocok tepat di belakang dL. Apalagi telor kontolku sengaja aku ikat.

Tanggal 12-02-2013, jam 21:00 aku bugil di depan dL yang sedang main games di kamarku. Seperti yang aku rencanakan, saat dL main games di kamar, kemudian aku mandi. Selesai mandi, dengan hanya mengenakan handuk aku masuk ke kamar. Padahal celanaku ada dan bukannya aku pakai langsung di kamar mandi. Lalu aku bilang ke dL kalau aku mau ganti baju. Eh… dL sepertinya cuek dan sedikit menggeserkan badannya ke depan monitor komputer. Wah… benar-benar seperti yang aku harapkan. Ya sudah aku buka saja handuk yang aku pakai dan aku bugil di depan dL. Sengaja aku berlama-lama menyeka sisa air yang ada di tubuhku. Posisi aku bugil di depan dL adalah arah jam 2 atau sekitar 45° di hadapan dL dengan jarak tidak lebih dari 2 m. Aku tahu dengan posisi seperti itu sangat mustahil kalau dL tidak melihat aku bugil, apalagi kontolku sengaja aku buat ereksi sebelum aku masuk ke kamar. dL… dL...

Tanggal 25-02-2013, setelah beberapa lama menunggu kesempatan, akhirnya apa yang aku khayalkan terjadi juga. Sore itu dL, Rtu dan **** sedang main games di kamar. Kemudian aku mandi dan setelah selesai mandi aku masuk ke kamar dengan hanya memakai handuk saja. Karena lampu mati di sebabkan sekering putus, akhirnya dengan sangat terpaksa kukatakan kepada mereka kalau aku mau berpakaian dan kusuruh mereka keluar dari kamarku. Sengaja aku berlama-lama dalam menyeka sisa air yang ada di tubuhku karena kulihat dL sering melihat ke dalam kamarku melalui kasa pintu, mungkin dia ingin memastikan bahwa lampu sudah hidup atau belum. "Lama kali, Om… cepatlah,  Om…" suara dL saja yang aku dengar. Dari celah pintu yang sedikit terbuka kulihat dL mondar-mandir di depan pintu kamarku. Sampai akhirnya saat lampu kamarku hidup kembali, dL masuk ke kamarku dan dengan jelas dia mendapati aku masih dalam keadaan bugil dan sangat nyata matanya mengarah ke kontolku. Saat itu jam 18:16, sangat telak dL melihat kontolku yang sedang ereksi dan dengan sedikit terburu dia keluar kamarku. Aku pun setelah itu mengenakan kembali handukku, lalu keluar kamarku untuk mengambil HP dan kudapati dL sedang mengusap-usap matanya. Kemudian dL berbisik pada Rtu dan **** sambil tertawa-tawa. Mungkin dia cerita melihat kontolku pada Rtu dan ****.

Tanggal 27-02-2013, sama seperti hari-hari yang lalu, saat dL main games di kamarku, sengaja aku mandi dan pura-pura berpakaian di depannya. Saat itu jam 18:37 dengan keadaan bugil aku dekati dL yang sedang main games sambil pura-pura mengambil celanaku yang ada di gantungan. Mungkin karena sudah sekitar dua kali aku pernah  ganti baju di depannya, jadi dL sudah agak terbiasa dengan kondisi dia main games sementara aku bugil di dekatnya.  Saat aku berpura-pura mengambil celanaku, sengaja aku dekatkan kontolku ke kepala dL dengan jarak tidak lebih dari 10 cm dan kulihat dL tenang aja… dasar pepek lonte kau dL...

Tanggal 28-02-1013, jam 16:39 aku tau dL sesekali mengintip kontolku dari balik pintu lemari pada saat aku pura-pura berpakaian.

Tanggal 09-03-2013 mungkin adalah hari yang sangat berkesan bagi dL. Betapa tidak, pada hari itu begitu jelas kulihat raut wajah dL yang begitu terkejut melihat kontolku berada tepat di depannya dengan jarak sekitar 30 cm!  Sebenarnya sudah dalam beberapa hari aku merencanakan bagaimana aku bisa secara detail melihat reaksi wajah dL bila melihat kontolku. Sampai akhirnya aku punya ide untuk mempertontonkan kontolku di depan dL dengan cara menyobek bagian depan celana pendek yang aku pakai dan sengaja aku hidupkan komputer sambil aku berbaring di atas ranjang dengan kontol yang sudah aku keluarkan dari bagian celana yang sudah tersobek itu. Tak lama kemudian dL datang dan masuk ke kamarku sambil terus naik ke ranjangku. "Om, main games, ya…" kata dL kepadaku. Saat itu aku masih menutupi kontolku dengan bantal. Setelah kulihat dL sudah mulai asik dengan games-nya, kemudian aku singkirkan bantal yang menutupi kontolku sambil aku lebih mendekatkan posisiku ke dL. Dengan sedikit mengangkang aku arahkan kontolku yang sudah aku keluarkan itu ke dL sambil sesekali aku memberi komentar tentang permainan balap yang dia mainkan. Tepat jam 13:45 dL memalingkan wajahnya ke arahku sambil mengatakan kalau permainan sulit dan dapat aku lihat raut wajahnya tampak begitu terkejut sesaat setelah dia selesai ngomong. Karena aku tahu saat itu dL melihat dengan jelas kontolku yang sudah langsung mengarah dengan jarak sekitar 30 cm ke wajahnya. Kulihat dL tertegun sambil matanya tertuju, menatap langsung ke kontolku. Raut wajah yang gugup dan perubahan sikap dL yang sepertinya serba salah setelah melihat kontolku begitu tampak jelas. Walaupun akhirnya dia teruskan juga permainan games-nya, tapi jelas tampak dia begitu kaku. Sesekali kulihat dia melirik ke kontolku dan permainan games-nya tampak begitu kacau. Beberapa kali kulihat dia menghentikan permainan games-nya. Dia seperti sedang berpikir, dan tampak begitu salah tingkah. Dapat juga aku lihat, walau wajahnya mengarah ke layar komputer, tapi matanya sering melirik ke arah kontolku. Ah… aku gak tau seperti apa kegugupan dL saat itu. Sampai akhirnya dia bangkit dari ranjangku dan membuka pintu tanpa jelas mau keluar dari kamarku atau tidak. Melihat kondisi seperti itu, akhirnya aku mencoba mendinginkan suasana dengan berpura-pura membalikkan badanku sambil meraih bantal untuk menutupi kontolku. Di depan pintu kamarku, dL tampak begitu salah tingkah. Mungkin setelah melihat aku membalikkan badan, dia kembali lagi naik ke ranjangku meneruskan permainan games-nya. Setelah dL memulai kembali games-nya, aku singkirkan bantal yang menutupi kontolku sambil pura-pura tidur dan kubiarkan kontolku kembali mengarah ke dL. Dengan berpura-pura memicingkan mata seperti orang tidur, aku awasi setiap gerak-geriknya. Jam 14:03 dL melihat kontolku lagi dan kemudian dia bangkit dari ranjangku dan membuka tirai pintu kamarku. Lalu kembali lagi ke ranjangku sambil meneruskan games-nya. Karena aku juga tidak bergeming dengan posisi kontol yang keluar ke arahnya, membuat dL tampak begitu frustrasi. Beberapa kali dL memalingkan wajahnya melihat kontolku. Ah… begitu salah tingkahnya dia saat itu. Mungkin karena sudah begitu frustrasi, dL memukul-mukul dengan kasar tombol keyboard komputerku sambil sesekali terdiam seperti sedang berpikir mempertimbangkan sesuatu. Dan akhirnya dL beranjak dari ranjangku keluar kamar dan tak kembali lagi. Aku lihat dia kemudian menonton TV. Untuk mengantisipasi keadaan, sengaja aku tidak keluar dari kamarku menunggu beberapa saat sambil berpikir skenario apa yang akan aku jalani. Akhirnya dengan sedikit mengeraskan suaraku seperti orang yang tersentak dari tidur aku kemudian keluar dari kamar. Saat aku keluar dari kamar, aku langsung disambut oleh tatapan mata dL yang mengarah ke kontolku.  Sesuai dengan skenario yang telah aku pikirkan tadi, aku panggil dL dan bilang padanya, "dL, tadi waktu om tidur, om gak tau celana om sobek. dL nampak nggak?"  Dan dijawab oleh dL, "Nggak, Om…" Kemudian aku ulangi pertanyaan itu lagi dan dijawab olehnya kalau dia tidak melihat celanaku sobek. Ah… dasar dL… dL… lonte kecil... Ya memang dia gak nampak celanaku yang sobek, karena yang nampak jelas olehnya adalah kontolku keluar dari celanaku tepat di sampingnya dengan jarak sekitar 30 cm. Dasar anak perempuan kelas 4 SD.

Tanggal 08-04-2013, kudapati dL sudah tertidur di ruang TV rumahku. Entah angin apa yang membuat dia menginap di rumahku. Ah... merupakan kesempatan bagiku. Dan karena kontolku sudah ereksi, dengan perlahan sambil jongkok aku dekati kepalanya. Dengan bertumpu pada lututku, aku mulai ngocok di atas kepala dL. Kemudian aku menggeser posisiku lebih mendekat ke wajahnya. Dari jam 22:53-22:59 dengan jarak sekitar 5 cm aku ngocok sampai nembak mani di depan wajahnya. Dan setelah nembak, aku oleskan maniku ke bagian kanan lehernya.

Tanggal 07-02-2014 dari jam 15:11-15:13 aku ngocok sampai nembak mani di belakang dL. Saat itu sengaja aku biarkan dL main games di kamarku. Dan aku pura-pura mau tidur. Kusuruh dL untuk menutup pintu kamarku dan kumatikan lampu kamarku. Posisi monitor komputer sengaja aku set di depanku yang tiduran di lantai. dL akhirnya main games dengan membelakangi aku. Walaupun lampu kamar sudah dimatikan, tetapi cahaya monitor komputer ternyata cukup terang juga untuk menyinari aku. Ah... masa bodo aja, dL juga sepertinya sudah asik dengan games-nya dan aku dengan santai mengeluarkan kontolku sambil memandang dengan penuh birahi pada dL. Santai aja aku ngocok tepat 50 cm di belakangnya. Jujur kalau lihat dL aku selalu ingat saat aku jilat pepeknya dan membimbing tangannya untuk memegang kontolku beberapa waktu yang lalu saat dia tidur. Ah... dasar pepek anak perempuan kelas 5 SD! Gak butuh waktu yang lama untuk membuatku nembak mani di belakangnya. Ah... hanya 2 menit saja aku ngocok, dasar lonte cilik kau dL...