Tanggal 17-01-2012, jam 10:00-10:05 aku ngocok sambil ditonton Yen—anak perempuan usia 4 tahun—yang masih sekolah PAUD. Saat aku ngocok di dapur rumah mertuaku, tiba-tiba lewat 2 orang anak perempuan yang baru pulang dari sekolah PAUD-nya dan berhenti sambil mengobrolkan sesuatu. Aku tersenyum sendiri melihat tingkah kedua anak perempuan itu yang sepertinya sangat serius dengan obrolannya. Dasar anak-anak sekarang... Santai aja aku mengarahkan kontol yang kukocok itu ke arah mereka. Gak berapa lama setelah aku mengarahkan kontolku yang sedang aku kocok, salah satu dari mereka yaitu Yen memalingkan wajahnya ke arahku. Sangat kentara matanya mengarah ke kontol yang kukocok sambil sesekali memandang ke wajahku. Kemudian dia mengambil posisi berdiri di depan temannya yang membuat posisiku dengannya benar-benar saling berhadap-hadapan. Aku pun begitu santai ngocok sambil ditontonnya dengan jarak tidak lebih dari 4 m. Sedangkan posisi temannya membelakangi aku, jadi dia tidak tahu kalau aku sedang ngocok. Aku lihat begitu seksamanya dia memperhatikan kontolku yang sedang aku kocok, sambil sesekali memandang ke wajahku dengan pandangan yang penuh keingintahuan. Dan dengan perlahan—sambil tetap pandangan matanya mengarah ke kontolku—dia berjalan lebih mendekat hingga sekitar 3 m dari tempat aku berdiri ngocok. Aku juga dengan santai ngocok sambil mempercepat kocokan tanganku di kontolku. Disaksikan olehnya, aku nembak mani. Wah... muncratan maniku sampai berceceran di lantai dapur rumah mertuaku. Setelah puas ngocok sampai nembak mani, aku balikkan badanku sambil menampung sisa muncratan mani dari kontolku. Baru saja aku membalikkan badan, Yen tiba-tiba ngomong sama temannya, "Eh... ayahnya **** burungnya nampak." Dan dia mengulangi kalimat itu beberapa kali pada temannya dengan intonasi suara yang lumayan kuat. Pepek... pepek... mendengar ucapan itu aku langsung masuk ke kamar mandi dan menunggu sampai kedua anak perempuan itu pergi. Dasar lonte kau, Yen...
Blog ini merupakan pengalaman nyataku saat aku ngocok. Thanks buat mereka yang telah secara langsung menyaksikan aku ngocok.
Minggu, 26 Juli 2015
Tetanggaku "Rika"
Pada awal aku melihat Rika, sepertinya dia biasa saja. Biasa dalam arti memang gak ada yang spesial darinya. Tingkahnya pun kadang terkesan tomboy, ya... namanya anak perempuan yang masih SD. Tapi lama-kelamaan, sepertinya aku mulai menyukainya. Menyukai untuk aku jadikan sasaran ngocokku.
Aku memang sering ngocok di samping rumahku. Biasanya aku suka ngocok di sana pada malam hari. Walau terkadang siang hari pun aku berani ngocok di samping rumahku. Malahan aku pernah bugil ngocok pada sore hari di depan seorang anak perempuan yang kukira masih SD karena badannya yang sedikit imut, yang kemudian aku ketahui rupanya dia sudah SMP.
Dan untuk Rika, sebenarnya dia sering kujadikan sasaran ngocokku, tapi karena beberapa file pribadiku terhapus, hanya inilah yang dapat aku tulis.
Rika adalah tetanggaku. Dia masih duduk di bangku SD. Pada tanggal 12-08-2006, jam 11:06-11:07 benar-benar terpuaskan birahiku dibuatnya. Sebenarnya saat itu aku sudah lama ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Tiba-tiba Rika berdiri di pinggir jalan tepat di depan pintu rumahku, sekitar 4 m dari posisiku ngocok. Wah... pepek nih Rika, mau menantang ya...? Masih dalam keadaan ngocok, aku bangkit dari kursiku. Di depannya aku ngocok dan aku tahu—karena sangat kentara—Rika pura-pura tidak melihatnya. Memang wajahnya tidak melihat ke aku, tapi lirikan matanya sangat jelas mengarah ke aku yang sedang ngocok. Muncrat-muncrat maniku di depannya dan dia sepertinya cuek saja. Ah... dasar lonte cilik... aku sangat yakin dia hanya berusaha cuek saat melihat aku ngocok sampai nembak mani.
Begitu terkejutnya aku malam tanggal 03-10-2006. Rika yang beberapa waktu lalu begitu cuek melihat aku ngocok, tiba-tiba menjadi agresif. Saat dia keluar dari gang di samping rumahku dan melihat aku ngocok, kemudian dia kembali masuk ke dalam gang. Tak begitu lama, dia kembali lagi bersama Novi dan beberapa teman-temannya yang sama-sama masih SD. Mereka kasak-kusuk di dalam gang dan beberapa kali melewati posisiku, sambil melirik ke arah aku yang sedang berdiri ngocok. Aku yakin Rika memberitahukan kepada teman-temannya, khususnya pada Novi kalau aku sedang ngocok! Karena sangat jelas kulihat tatapan mata Novi yang begitu berambisi sekali ingin melihat aku ngocok. Sangat jelas kulihat tatapan mata Novi begitu liar dan benar-benar mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Jam menunjukkan pukul 19:52, saat Rika dan teman-temannya dengan sengaja melewati aku untuk melihat aku ngocok! Dan mereka benar-benar melihatnya. Kulihat Rika begitu senang dan tertawa cekikikan saja saat mengiringi teman-temannya melihat aku ngocok.
Sepertinya Rika sudah tahu, kalau pada malam hari aku berada di samping rumahku, pasti saat itu aku sedang ngocok. Seperti halnya malam tanggal 18-03-2007, saat aku sedang ngocok, Rika keluar dari gang di samping rumahku dan dia langsung melirik ke arah aku yang sedang ngocok. Dia pergi entah ke mana dan tak berapa lama kemudian dia balik lagi. Aku masih dalam posisi ngocok, karena dalam benakku, toh dia sudah tahu kalau aku sedang ngocok. Pada jam 20:37 saat Rika lewat di depanku, jelas sekali dia melirik ke kontol yang sedang kukocok. Aku tak tahu ekspresi wajahnya saat memandang kontolku, karena menurutku, mimik wajahnya sama saja seperti yang lalu, dia pura-pura cuek. Padahal, jika dia keluar dari gang di samping rumahku pasti dia melirik ke tempat aku ngocok. Ah... sayangnya aku tidak sampai nembak mani.
Rika... Rika... begitu seringnya kau melihat aku ngocok. Seperti kejadian pada malam tanggal 29-08-2007. Walaupun gerimis, aku tetap saja ngocok di samping rumahku. Sebenarnya aku menandai, kalau dia hendak keluar dari gang dan akan melewati aku, pasti dia pura-pura batuk. Benar saja, setelah kudengar batuknya, tak lama kemudian pada jam 20:45 Rika keluar dari gang dan matanya langsung melirik ke kontolku yang sedang aku kocok. Dengan berpayung dia berjalan keluar dari gang dan kemudian pada jam 20:48 dia kembali masuk ke dalam gang dan pura-pura tidak melihat aku. Sebagian wajahnya dia tutupi pakai payung yang dia bawa. Tapi aku tahu, dari ujung matanya aku bisa melihat kalau sebenarnya dia melirik ke arah kontolku yang saat itu sedang memuncratkan mani tepat di saat dia berada di depanku.
Rabu, 22 Juli 2015
Ngocok Di Pinggir Jalan
Aku lagi kepingin mengekspresikan birahi di depan cewek-cewek ABG, jadi malam tanggal 25-05-2006, aku mengitari jalanan kota. Mencari kesempatan yang mungkin saja aku dapatkan. Ah... malam yang sunyi... Tak ada satu pun cewek yang aku dapatkan untuk menjadi sasaran ngocokku. Akhirnya aku menuju jembatan jalan Cmra. Aku berhenti di atas jembatan itu. Wah... ternyata di sana banyak juga cewek-cewek ABG yang berlalu-lalang. Kemudian tanpa menunggu waktu yang lama, aku keluarkan kontolku dan ngocok di pinggir jalan. Aku ngocok di atas jembatan itu antara jam 19:15-19:45. Mengekspresikan birahiku, ngocok menghadap ke arah jalanan yang dilintasi oleh cewek-cewek ABG tanpa aku memperhatikan siapa-siapa saja yang lewat. Ah... puasnya... Begitu banyak maniku yang keluar, hingga mengenai motor, celana dan sendalku.
Mengekspresikan birahi dengan cara ngocok itu begitu nikmat rasanya. Malam tanggal 02-10-2006 adalah malam yang sangat menyenangkan bagiku. Betapa tidak, hampir saja bensinku habis karena begitu lamanya aku mengitari jalanan kota untuk mencari cewek-cewek ABG yang akan kujadikan sasaran ngocok dan akhirnya aku mendapatkan apa yang aku cari! Dari kejauhan, di kompleks DPR Prwsri jalan Pinus, kulihat ada seorang cewek ABG sedang berjalan dan menggandeng adiknya. Kemudian aku tepikan motorku tepat di depan gerbang sebuah rumah mewah dan langsung ngocok sambil menunggu cewek itu lewat di depanku. Akhirnya cewek itu semakin dekat dengan tempat aku ngocok. Walau dia berada di seberang jalan, tapi sangat jelas aku lihat tatapan matanya mengarah ke kontol yang aku kocok. Wuih... sampai nembak mani aku dibuatnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 20:58. Dan tepat di saat aku nembak mani, 2 orang perempuan yang mengendarai motor berhenti dan masuk ke dalam rumah mewah itu. Aku tahu, mereka pasti melihat aku nembak mani di depan cewek ABG yang berjalan di seberang jalan itu.
Sekitar 1 jam aku mengitari jalanan kota pada malam tanggal 05-10-2006. Ye... senyap nih... kemudian aku arahkan motorku menuju kompleks DPR jalan Pinus. Wah... kebetulan. Pada saat aku hendak membelokkan motorku untuk masuk ke jalan sana, kudapati 2 orang perempuan terlihat berjalan menuju ke luar. Ok deh... kemudian aku tepikan motorku tak jauh dari persimpangan. Tak butuh waktu lama untuk membuat ereksi kontolku dan kemudian aku ngocok sambil menunggu mereka lewat. Tak berapa lama kemudian kedua perempuan itu semakin dekat dengan posisiku. Hanya saja mereka berada di seberang jalan. Jam menunjukkan pukul 20:26, saat mereka entah sengaja atau tidak, menyebrang jalan dan menuju ke arahku. Aku nekat-nekatan saja, terlanjur kebelet ngocok dan memang kepingin aja mereka tahu. Aku yakin, dari kejauhan mungkin mereka sudah tahu kalau aku sedang ngocok. Dan ketika mereka melewati aku, sangat jelas kulihat mereka berusaha untuk tidak melihat aku yang sedang ngocok, padahal jarak antara aku dengan mereka tak lebih dari 1 m.
Malam tanggal 19-10-2006, begitu membahagiakan aku. Betapa tidak, sudah begitu lama aku mengitari jalanan kota dan di jalan itulah aku mendapatkan apa yang aku harapkan. Seorang cewek ABG sebagai sasaran ngocokku! Sudah beberapa kali aku melewati jalan menuju asrama itu, mungkin lebih dari 3 kali untuk mendapatkan sasaran. Tapi belum juga aku dapatkan. Hingga ketika aku melewatinya untuk yang kesekian kalinya. Di persimpangan jalan, kudapati seorang cewek ABG berkacamata yang lumayan cantik sedang berdiri ngobrol dengan seseorang yang mungkin saja dia kenal. Kulihat dari posisinya, pasti cewek itu akan masuk ke jalan menuju asrama. Aku putar motorku tepat di depannya, dan entah sengaja atau tidak, dia tersenyum padaku! Saat itu kulihat betapa manis senyumannya. Lalu aku kembali ke jalan menuju asrama dan aku menunggu cewek itu sambil ngocok di atas motorku. Aku yakin dia pasti akan melewati aku. Ah... jalan itu begitu sempit. Tak berapa lama kemudian dari kejauhan kulihat cewek itu berjalan menuju ke arahku. Debar jantungku begitu terasa menyesakkan dadaku saat dengan perlahan tapi pasti cewek itu mendekati tempat aku ngocok. Mungkin dia belum tahu kalau aku sedang ngocok. Karena pada jarak 5 m sebelum posisiku, dia tersenyum dan mendekati aku. Akhirnya semakin dekat cewek itu dengan posisiku, barulah dia tahu kalau aku sedang ngocok. Kuarahkan kontolku yang kukocok tepat saat cewek itu berada di depan motorku. Begitu masamnya kulihat wajah cewek itu. Mungkin karena terkejut, dia tak tahu harus berbuat apa selain melanjutkan langkahnya melewati aku. Sudah tahu aku memang sedang ngocok di depannya dan dengan wajah yang kecut dia memandang ke arah kontolku. Tampak begitu gugupnya dia berjalan di sampingku dengan jarak papasan hanya 50 cm sambil matanya tak lepas mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Saat dia berada di sampingku, langsung maniku muncrat. Waw... banyak sekali... sampai-sampai mengenai motorku. Benar-benar telak. Dapat aku pastikan, dengan mata kepalanya sendiri dia melihat muncratan maniku keluar dari kontolku yang sedang aku kocok! Mungkin untuk menghilangkan rasa gugupnya setelah melihat aku ngocok, dia memukul-mukulkan kertas karton yang dia bawa. Saat itu jam menunjukkan pukul 22:08. Ah... tak sia-sia malam itu aku keluar mengitari jalanan kota.
Aku sebenarnya sudah tak bersemangat untuk ngocok di depan cewek-cewek ABG malam itu tanggal 08-06-2007. Karena sudah begitu lama aku mengitari jalanan kota, tapi tak satu pun sasaran yang aku temukan. Kemudian, aku memutuskan untuk pulang saja. Lalu aku melewati jalan Krktau Ujng, dan secara tak sengaja kudapati 2 orang cewek ABG sedang berjalan beriringan. Kalau kulihat dari arahnya, pasti mereka akan menuju ke persimpangan di depanku. Ah... kesempatan nih... Tapi... posisiku saat itu berada di jalanan yang lumayan ramai. Bagaimana ya...? Akhirnya aku putuskan untuk mengambil kesempatan walaupun resikonya cukup besar karena aku akan ngocok di pinggir jalan yang sedang ramai. Kupacu motorku untuk melewati mereka. Dan di depan Perum Plbuhan kutepikan motorku. Ah... masih ada jarak 50 m sebelum kedua cewek itu melewati aku. Tanpa menunggu waktu yang lama, setelah kontolku ereksi, langsung saja aku ngocok di atas motorku. Dan jarak mereka berdua sudah semakin dekat. Saat itu aku ngocok membelakangi mereka. Mungkin iseng atau tidak, tapi saat posisi kedua cewek itu sudah berada di belakang motorku, keduanya tiba-tiba berpisah jalannya. Sebenarnya secara aman mereka berdua bisa menggunakan trotoar sebagai jalan. Tapi... satu orang cewek berjalan di samping kiriku dan seorang lagi berjalan di samping kananku. Jadi aku ngocok tepat berada di tengah-tengah mereka! Dan aku berani jamin kalau saat itu mereka benar-benar melihat aku ngocok! Apalagi cewek yang berjalan di samping kananku. Jarak aku dan cewek itu tak lebih dari 50 cm. Dan aku nembak begitu banyak mani di saat kedua cewek itu benar-benar berada pada posisi kanan dan di kiriku. Aku juga yakin mereka berdua dapat melihat muncratan mani dari kontolku. Dan aku tahu, mungkin untuk menghilangkan rasa terkejutnya, salah satu dari mereka melempar-lemparkan sesuatu di tangannya. Setelah melewati aku, kemudian mereka berjalan beriringan kembali. Dan kulihat dari HP, saat itu jam menunjukkan pukul 21:53 dan dengan keadaan kontol yang masih mengeluarkan mani aku kejar kedua cewek itu dengan motorku dan aku arahkan tembakan maniku ke arah mereka! Aku tahu mereka pasti terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Karena jalanan itu begitu ramai dan dengan santainya aku ngocok sampai nembak mani di atas motor di depan mata mereka. Wuih... puasnya...
Tgl 30-06-2009, antara jam 21:30-21:41 aku ngocok berdiri di pinggir jalan Lmpu.
Keponakanku "dL"
dL adalah keponakan angkatku. Dia adalah anak angkat kak Dk. Sedari kecil dL sudah aku jadikan sasaran ngocokku, tepatnya saat dia masih berumur 3 tahun. Wajahnya yang cantik, dan kulitnya yang putih membuat aku begitu berambisi menjadikan dL sebagai sasaran ngocokku.
Tapi dL masih sebatas aku jadikan sasaran ngocokku saja, selebihnya tidak. Ok... aku pernah mencium bibirnya, aku pernah membimbing tangannya untuk mengocoki kontolku saat dia tidur, aku pernah mencampur maniku ke dalam kopi untuk diminumnya, dan yang paling terekstrim adalah aku pernah menjilat pepeknya di saat dia tidur. Tapi sayangnya hanya sebatas itu saja, karena belum pernah kontolku menyentuh pepeknya. Dan ini adalah kisah yang pernah aku lewati bersama dL yang mungkin akan sangat jarang terjadi lagi karena dL sudah SMP dan waktu untuk bersama dL sudah sangat langka.
dL adalah keponakanku. Usianya sekitar 3 thn, tapi sangat bijak. Saat itu tanggal 26-01-2007, aku ngocok di dalam kamarku dengan pintu yang sengaja aku buka. Aku tahu, dL suka masuk dan bermain di rumahku. Aku punya niat ngocok di depannya, dan sengaja aku ngocok di dalam kamar dan kubiarkan pintu depan dan pintu kamarku terbuka. Benar saja, tak lama kemudian dL masuk ke rumahku. Dia mendapati aku sedang di atas ranjang sambil telentang. Saat itu dL belum melihat kontolku yang sedang aku kocok di balik bajuku. Lalu dL masuk ke kamarku dan bermain di atas ranjangku. Masih dalam posisiku, kemudian aku singkapkan bajuku. Sebenarnya selama dL bermain, dia sering memperhatikan gerakan tanganku yang ada di dalam bajuku. Sampai akhirnya baju itu aku singkap, dan dengan mata kepalanya sendiri melihat kontokku yang sedang aku kocok. Mungkin karena tidak tahu, akhirnya dL berhenti bermain dan mendekati aku. Begitu dekat wajahnya dengan kontolku yang sedang aku kocok. Mungkin kurang dari 15 cm! Begitu serius dL memperhatikan tanganku yang sedang mengocoki kontolku sambil bertanya, "Om, ngapain?" Dengan ringan kujawab kalau tanganku sedang gatal. Wajah dan pandangannya saat itu tak pernah lepas mengarah ke kontol yang sedang aku kocok, dan kulihat tangannya sepertinya ingin memegang kontolku. Ah... dekat sekali... sampai akhirnya aku nembak mani. Begitu banyak mani! Untungnya dL tidak bertanya saat melihat maniku yang muncrat keluar dari kontolku! Aku mulai menyingkapkan bajuku dan ngocok sampai nembak mani disaksikan dL dari jam 10:19-10:22.
Lagi asiknya nonton TV tanggal 21-08-2007, eh... tiba-tiba dL datang dan tanpa merasa bersalah berdiri tepat di depan TV. Ya... aku jadi tak dapat melihat apa-apa. Kemudian aku berdiri di belakangnya sambil juga melihat siaran TV. Tapi tiba-tiba, aku punya niat ngocok. Dan dL sepertinya begitu asik di depan TV sampai dia tak menyadari kehadiranku di belakangnya. Lalu dengan perlahan aku menarik bagian depan celana pendekku dan mengeluarkan kontolku. Selanjutnya aku berdiri ngocok di belakangnya. Tepatnya, kontolku benar-benar ada di bagian belakang kepala dL. Saat itu jam 16:00, begitu santai aku ngocok di dekat kepala dL, dengan jarak kurang dari 15 cm sampai aku nembak banyak mani. Untungnya maniku itu aku tahan dengan tangan kiriku, kalau tidak pastilah mengenai kepala dL.
Sore hari tanggal 04-04-2010, saat aku sedang asik duduk ngocok di ruang tamu rumahku, tiba-tiba dL datang. Dengan sedikit terburu-buru aku menyembunyikan kontolku ke dalam bajuku, sementara dL langsung saja mendekati aku. Dengan tidak membuatnya merasa curiga, aku memainkan games yang ada di HP sambil memperlihatkan permainan apa yang sedang aku mainkan. dL sepertinya terbuai dengan permainan yang aku perlihatkan kepadanya, kemudian dia pulang sambil membawa HP kak Dk. Rupanya dia juga ingin memamerkan permainan yang ada di HP itu. Sengaja aku suruh dL duduk di tempat dudukku, sementara aku pura-pura tertarik melihat permainannya. Kulihat dL semakin asik main games-nya. Kemudian aku tinggalkan dia dan aku berdiri di depan TV, sekitar 2 m di samping dL. Jam menunjukkan pukul 15:37, dan tak butuh waktu yang lama untuk membuat ereksi kontolku. Dengan perlahan aku singkapkan bajuku yang menutupi kontolku dan kemudian aku ngocok. dL asik dengan permainan games-nya, sementara aku juga sibuk berdiri ngocok 2 m di sampingnya sampai aku nembak mani.
Sore tanggal 10-08-2010, jam 16:39-16:41 dengan santai aku ngocok sampai nembak mani dengan jarak 15 cm di belakang dL yang sedang asik main laptop di atas ranjangku.
Lagi enak ngocok di ruang tamu rumahku tanggal 07-11-2010, tiba-tiba dL datang dengan membawa gitar. Rupanya dia ingin menunjukkan gitar barunya padaku. Kemudian dia minta aku untuk mengajarinya beberapa kunci gitar. Tak lama kemudian kak Dk datang dan bilang padaku kalau gitarnya kurang pas suaranya. Dan aku bilang kalau gitarnya sudah aku stel. Setelah kak Dk pergi, kemudian aku duduk di sebelah dL. Dengan berpura-pura mengajari kunci gitar, aku mulai berani merangkul tubuhnya. Karena saat itu aku merasa situasi dan waktu yang sudah tepat untuk menjalankan aksi ngocokku, lalu aku duduk di belakang dL sambil menghimpit tubuhnya dengan pahaku. Dan akhirnya aku lebih merapatkan lagi tubuhku dengan tubuhnya karena aku berpura-pura mengajari jarinya membentuk kunci gitar. Sambil meraba-raba kontolku dengan tangan kananku agar ereksi, aku ajak dL ngobrol. Lalu dengan sedikit gerakan, aku keluarkan kontolku dari celana, kemudian aku gesekkan sambil aku rangkul tubuh dL. Ah... kontolku benar-benar menempel di tubuhnya. Beberapa saat aku begitu menikmati kehangatan tubuh dL melalui kontolku yang menempel di tubuhnya. Dan setelah itu, perlahan aku merenggangkan rangkulanku, sambil terus berpura-pura mengajari kunci gitar padanya, aku mulai ngocok. Wuih... begitu dekatnya kontolku dengan tubuh dL, sampai-sampai tanganku yang sedang mengocoki kontolku mengenai tubuh dL. Dari jam 12:50-12:55 aku ngocok di belakang dL, tak sampai 1 cm jarak kontolku dari tubuhnya. Dan begitu banyak mani yang keluar. Ah... puasnya...
Lagi enak ngocok di ruang tamu rumahku tanggal 01-05-2011, tiba-tiba dL datang dan langsung duduk di sampingku. Jujur saat itu aku sudah ada rencana kalau-kalau dL datang memang mau aku jadikan sasaran ngocokku. Karena dL sudah ada di sampingku, aku mulai memasang strategiku. Sengaja aku buka laptop di meja depan kursiku, kemudian aku buka games dan aku suruh dL memainkannya. Jam 14:39 aku keluarkan kontolku yang sudah ereksi dari celana dan dengan santai aku ngocok di belakang dL yang duduk di lantai tepat di depanku. Kemudian Jam 14:40 sambil tetap ngocok, aku berdiri sambil lebih mendekatkan kontolku ke kepala dL sampai akhirnya ujung kepala kontolku menyentuh tengkuk dL. Ah... karena dL memang sedang lagi asik main games, jadi dia tidak begitu menghiraukan kontolku yang sudah menempel di tengkuknya. Kemudian aku agak menjauhkan kontolku dari tengkuknya sekitar 15 cm karena rasanya aku mau nembak mani. Begitu cepat gerakan tanganku mengocoki kontolku di belakang dL, sementara dia masih juga asik dengan games-nya. Dan akhirnya pada jam 14:41 maniku muncrat dan kutampung dengan tangan kiriku. Begitu banyak maniku yang keluar. Ah... nikmatnya...
Tanggal 05-05-2011 merupakan hari yang sangat memuaskan birahi aku. Setelah beberapa saat ngocok di ruang tamu rumahku, dL datang dan duduk di sampingku. Pikiranku mulai bermain dengan posisi dL dan posisi rumahku yang saat itu kosong. Aku buka HP-ku dan kumainkan games, tapi dL nampaknya tidak tertarik. Kemudian aku menghidupkan TV dan dL akhirnya juga mengikutiku menonton TV. Jam 14:47-14:50 posisi dL nonton TV sambil tiduran, sementara aku duduk santai di kursi sambil ngocok. Kemudian dL pulang ke rumahnya dan tak berapa lama kemudian dia kembali lagi. dL kembali tiduran, sementara aku mulai mendekatinya dan duduk di dekat kepalanya. Perlahan aku mulai ngocok lagi. Kulihat dL membawa kain. Iseng aku ambil kainnya dan aku tutup matanya dengan kain tersebut. dL hanya bilang, "Iss, Om..." lalu aku jawab "Gak papa, dL..." Sambil aku tutup matanya, aku mulai ngocok dan menggesekkan kontolku ke kepala dL. Karena posisinya kurang nyaman kemudian aku suruh dL duduk sambil aku tutup kembali matanya dengan kain. Lalu aku ngocok lagi sambil aku gesekkan kontolku ke tengkuk dL. Rupanya dL merasa geli, dia bilang "Ih... geli, Om..." Aku benar-benar tak menghiraukan rasa geli di tengkuk dL karena gesekan kontolku, dan aku tetap aja ngocok. Dari jam 14:57-15:03 aku ngocok di belakang dL yang terus saja menggeliat kegelian karena terkadang sambil ngocok aku juga menggesekkan kontolku ke tubuhnya. Dan jujur, saat itu dL hanya menerima semua perlakuanku padanya tanpa berusaha untuk setidaknya membuka kain yang menutupi matanya atau pergi menghindar. Kesannya seperti dL tahu kalau saat itu aku sedang ngocok dan dia sengaja membiarkannya. Ah... dasar lonte kecil kau dL... begitu banyak muncratan maniku yang keluar dan langsung aku tampung dengan tangan kiriku.
Tanggal 09-06-2011 dL benar-benar membuat birahiku terpuaskan, setelah pada hari sebelumnya dia sempat membuatku tidak bisa tidur. Bagaimana tidak, kemarin pagi aku mendapati dL bugil keluar dari kamar mandi rumahnya. Pepeknya dL nampak begitu segar, sedikit menonjol keluar. Memang pepek dL masihlah pepek anak kelas 2 SD, masih pepek anak perempuan umur 8 tahun, tapi yang namanya pepek... tetaplah pepek... Di malam hari aku membayangkan kira-kira apa yang akan aku lakukan pada dL kalau saja dia bisa aku jadikan sasaran ngocokku. Memang sejujurnya tidak mungkin kalau aku kentot dia, bisa koyak habis pepeknya karena kontolku. Tapi apa ya yang bisa membuat birahiku merasa puas...? Kalau menggesekkan kontolku ke tubuh dL sepertinya sudah sering aku lakukan. Memang ada rencanaku untuk meminumkan maniku ke dia, tapi bagaimana caranya... kan tidak mungkin juga aku suruh dL membuka mulutnya sementara aku ngocok di depannya. Dan saat itu dL datang ke rumahku dengan membawa sebuah buku gambar untuk diwarnai. Aku biarkan dia, sambil berpikir rencana apa yang akan aku lakukan. Sebagai pemanasan, pada saat dL duduk jongkok sambil meraut pinsilnya di dapur rumah, aku dekati dia sambil ngocok di dekat kepalanya. Tapi tak berapa lama kemudian kak Dk memanggilnya pulang. Ah... kecewa... jadi batal nih rencanaku. Sebagai obat kekecewaanku, kemudian aku duduk di ruang tamu. Aku ngocok sambil duduk santai memandangi cewek-cewek ABG yang terkadang melintas di depan rumahku karena memang mereka baru pulang sekolah. Tapi tidak berapa lama kemudian dL keluar dari rumahnya dan langsung duduk di kursi sebelahku. Untungnya sebelum dL masuk aku sudah menarik bagian depan celanaku untuk menutupi kontolku. Lalu aku katakan kepada dL, "Itu gambarnya dah selesai diwarnai?" Dan dia bilang belum. Kemudian aku ambil buku gambar tersebut dan aku serahkan ke dL sambil aku arahkan dL untuk duduk di depanku dan dL sempat protes juga, "Kan payah, Om, duduknya..." Sebagai alasan, aku berkata, "Biar terang, kan bisa mewarnai sambil setengah berdiri." Akhirnya dL mau, kemudian dia pulang ke rumahnya untuk mengambil pinsil warnanya dan kemudian datang lagi sambil duduk di depanku. Posisi dL yang membelakangi aku membuat aku begitu santai mengeluarkan kontolku dari celana sambil membuat kontolku ereksi kembali. Jarak antara aku dan dL hanya sekitar 30 cm. Sambil duduk ngocok di belakang dL terbayang pepek dL yang pernah aku lihat sebelumnya. Tiba-tiba aku punya ide untuk menampung maniku. Kemudian aku bangkit mengambil gelas Aqua. "Untuk apa, Om, gelas Aqua-nya?" Dan aku jawab, "Bukan untuk apa-apa." Kemudian aku suruh dL untuk meneruskan mewarnai gambarnya sambil aku atur posisi badannya agar aku juga nyaman ngocok di belakangnya. Dari jam 13:42-13:47 aku ngocok sampai nembak mani. Pada saat nembak mani, sengaja aku tembakkan maniku itu ke perutku. Wow... banyaknya maniku yang keluar... Kemudian maniku itu aku masukkan ke dalam gelas Aqua yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Lalu aku bangkit dan sambil jalan menuju dapur pun masih sempat aku masukkan ke dalam gelas Aqua sisa-sisa mani yang masih menempel di perutku. Di dapur kemudian aku campurkan maniku itu dengan kopiku. Sebenarnya lebih banyak maniku di banding kopi yang aku campur. Agak lama juga membuat maniku itu benar-benar tercampur rata dengan kopi. Saat aku mengaduk maniku, dL rupanya mengintipku sambil tertawa, "Ngapain, Om..." dan kemudian kembali lagi ke ruang tamu. Setelah tidak begitu kentara maniku di dalam campuran kopi kemudian aku mandi. Dan setelah selesai mandi, sambil membawa gelas kopiku dan gelas Aqua yang berisi campuran mani, kemudian aku dekati dL yang sudah duduk di kursi ruang tamu. "Nih minum..." kataku. "Air apa ni, Om, air kecap ya?" kata dL sambil menerima gelas Aqua itu dan memperhatikan isinya. Sambil menunjukkan gelas bekas kopiku, aku katakan, "Ini kopi punya om yang gak habis, udah diminum aja..." Dan dL bertanya padaku lagi, "Jadi tadi kok Om kaco-kaco?" "Iya, biar gak ada bubuknya," alasanku padanya. Walau tampak ragu tapi akhirnya dL meneguk habis seluruh maniku yang kucampur dengan sedikit air kopi tepat pada jam 13:54. "Ih... gak enak, Om... apa sih ini, Om..." itu komentar dL sambil menyerahkan gelas Aqua itu kepadaku. "Yeah... namanya juga kopi..." jawabku sambil meyakinkan dL bahwa yang aku berikan ke dia itu benar-benar kopi sisa dari aku dengan aku menunjukkan gelas kopiku. Ah... dL... dL... puasnya birahiku...
Tanggal 24-06-2011, seperti bercinta antara aku dengan dL. Bagaimana tidak, begitu puasnya aku peluk dL, membuka celananya, mengelus-elus pantatnya dan dengan tidak begitu kentara, aku pegang pepeknya. Itu bermula saat dL mau aku suruh tidur di ruang TV. Sambil sesekali aku ajak dL untuk mau tidur sambil aku peluk. Tapi dL sepertinya tidak mau. Aku coba mencairkan keadaan dengan membiarkannya tidur sendiri. Setelah aku lihat dL sudah tidur, dengan perlahan aku dekati dia. Kemudian aku mengeluarkan kontolku sambil merebahkan diriku sejajar dengan dL dan ngocok di belakang dL sambil aku gesekkan kontolku itu ke tubuhnya. Dari jam 15:27-15:35 aku ngocok sambil menggesekkan kontolku ke tubuh dL. Sengaja aku tidak nembak mani dulu, karena aku masih punya rencana lain. Tak berapa lama kemudian dL bangun. Aku masih juga menggodanya untuk mau tidur lagi sambil aku peluk, tapi dL tetap tidak mau. Akhirnya aku beralih ke rencanaku yang lainnya. Karena dL memakai celana pendek yang agak kendor, sambil aku goda dengan menarik tangannya dan dL tertawa sambil mencoba menghindar, kemudian aku tarik bagian belakang celana dL sampai nampak pantatnya sambil aku bilang ke dia, "Celana kendor gini kok dipake...?" Dan dL menjawab, "Gak papa lah, Om..." Dan dengan sengaja tanpa disadari dL tanganku yang menarik celananya tidak aku lepas. Posisi celananya yang sudah aku tarik itu setengah dari pantatnya. Kemudian aku raba-raba pantatnya sambil aku bilang, "Ih... dingin ya, dL..." Tiba-tiba dL berdiri menghadap ke arahku sambil membuka sedikit bagian depan celananya dan menunjukkan luka memar di pahanya. Aku tanya, "Lho kenapa itu...?" Dan dia menjawab, "Jatuh, Om, dari sepeda. Di sini juga ada lagi," sambil dL membuka sedikit sempaknya dan menunjukkan luka memar yang berada sedikit di atas pepeknya. Ah... terlihat olehku ujung belahan bagian atas pepek dL. Lonte kau dL... buat aku geregetan aja melihat pepeknya yang masih berumur 8 tahun itu. Karena hanya sedikit saja pepek dL yang dapat aku lihat, aku jadi kurang puas. Jam 16:25 dengan setengah memaksa aku menarik celana dan sempak dL sampai nampak pepeknya secara keseluruhannya! Dengan berpura-pura melihat luka yang ada di paha dan di atas pepek dL, aku ajak dia ngobrol dengan bertanya, "Apakah bundanya sudah tahu, atau belum?" sementara pandangan mataku tak lepas menikmati keindahan pepek dL. Aku tahu dL mungkin merasa malu atau merasa apa saat aku mulai meraba lukanya dan dengan tidak begitu kentara aku elus dan raba pepeknya. Mungkin karena merasa geli pepeknya aku elus dan raba, dengan sedikit tertawa kegelian dL merapatkan pahanya sambil berusaha memakai celananya kembali. Aku tidak begitu perduli dan tetap memaksa dL untuk tidak memakai celananya. Sampai-sampai walau sambil tertawa, dL berusaha menghindar dariku. Ah... seperti bercinta aja, atau tepatnya seperti orang pacaran yang sedang pemanasan mau ngentot. Dan saat dL akan melepaskan diri dari peganganku, langsung saja dL aku rangkul sampai dia terjatuh di atas pahaku. Dasar lonte kau dL... begitu jelas kulihat bentuk pepek dL dari belakang. Ah... begitu menggoda posisi pantat dan pepek dL saat itu! Oh... pepek dL tampak begitu segar, masih ranum dan masih menonjol. Setelah puas menikmati keindahan pepek dL kemudian aku biarkan dL memakai celananya kembali. Setelah celananya dia pakai, kemudian aku peluk dL dan aku ciumi pepeknya sambil aku bilang ke dL, "Gak papakan om gini...?" Lalu kami menonton TV, dengan posisiku telentang tiduran dan dL berada tepat di sampingku, dekat kontolku. Di depan dL aku meraba-raba kontolku dan dL juga tahu kalau saat itu aku sedang memegang kontolku. Aku bilang ke dL, "Ah... gatal kali, dL, mau gak menggarukinya?" Dia menjawab, "Gak boleh bapak megang-megang di situ." Aku sempat terkejut juga dengan jawabannya. Tapi aku masa bodo aja dengan tetap meraba-raba kontolku sampai ereksi di depan dL. Lagian, kan kontolku masih di dalam celana, belum aku keluarkan. Pada jam 16:39-16:43 dL bersandar di kakiku sambil nonton TV dan aku dengan leluasa ngocok walau tidak sampai nembak mani. Ah... pepek dL... Puasnya aku menikmati keindahan pepek anak perempuan umur 8 tahun itu...
Tanggal 01-01-2013 dL tidur di rumahku. Dia aku janjikan main games di komputerku hingga dia mau untuk menginap. Padahal rumahnya di sebelah rumahku. Ah… ada segudang imajinasi dan rencana yang ada dalam benakku. Karena memang sudah ada gambaran yang akan aku lakukan, kemudian aku katakan pada dL kalau komputernya masih rusak dan besok baru bisa selesai. Akhirnya dL tidur di lantai tepat di depan pintu kamarku. Bertambah banyak rencana yang mungkin aku lakukan pada dL yang tergambar di benakku. Tak menunggu lama, saat semuanya sudah tidur—termasuk ***** dan anakku yang juga tidur di luar, di ruang TV—akhirnya saat yang aku nantikan tiba. Sambil setting komputer, tanganku juga bermain di kontolku. Setelah kontolku ereksi, kukeluarkan kontolku dan kuraih tangan kiri dL, lalu aku bimbing tangannya untuk memegang kontolku. Dari jam 23:00-23:01 tangan kiri dL memegang kontolku yang sudah begitu ereksi sambil sesekali aku kocok. Kemudian aku meraba pepek dL. Ah... terasa lembut sekali dan sepertinya dL tidak pakai sempak. Saat itu tubuh dL posisi tidurnya miring ke arah kanan, lalu aku tarik celana pendek bagian belakangnya. Dan benar saja, dL memang tidak memakai sempak. Ah… pantatnya itu lho… dan rasanya aku semakin tidak sabar ingin melihat pepeknya. Dengan perlahan aku menarik dL dan mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Saat itu jam menunjukkan pukul 23:16, dengan perlahan aku tarik bagian depan celana dL sampai terlihat pepeknya… Ah… begitu ranum, montok, segar, halus dan menggairahkan sekali saat aku pandangi bentuk pepeknya. Tapi tiba-tiba dL merubah posisi tidurnya lagi ke arah kanan yang membuatku melepaskan tanganku dari celananya. Pepek… dasar pepek… jadi geregetan aku. Lalu dengan perlahan aku dekati dL dan tepat jam 23:42 aku cium bibirnya. Setelah aku cium bibir dL, kemudian aku kembali ke posisiku semula—yaitu di depan pintu kamarku—sambil meneruskan aktivitas ngocokku. Karena posisi tidur dL miring ke arah kanan, tepat pukul 23:54 sambil ngocok aku gesekkan kontol itu di punggungnya. Ah… malam itu memang terasa masih panjang walau hari sudah berganti. Masih malam yang sama, hanya saja tanggalnya sudah berganti. Dan tanggal sudah berganti menjadi tanggal 02-01-2013. Setelah istirahat sebentar dari aktivitas ngocokku, kemudian aku tarik lagi dL dan aku ubah posisi tidurnya menjadi telentang. Jam menunjukkan pukul 00:20, sambil ngocok aku raih lagi tangan kiri dL, lalu aku bimbing tangannya untuk memegang kontolku. Tapi entah kenapa tidur dL sepertinya tidak terlalu nyenyak. Tiba-tiba dL menarik tangannya yang kubimbing memegang kontolku sambil berkata, "Ih..." Untuk menormalkan suasana, aku kembali pura-pura setting komputerku. Aku lihat dL masih dalam posisi tidur telentang. Lalu pada jam 01:17-01:21 aku kembali ngocok di depan dL. Terus terang saja saat aku ngocok, tiba-tiba dL membuka sedikit matanya, yang membuat aku jadi berdebar. Tapi aku terus saja ngocok sambil lebih mendekat ke arah wajahnya. Kemudian kulihat mata dL sudah terpejam kembali. Tepat pukul 01:22 dengan cepat aku tarik bagian depan celana dL dan langsung aku jilat pepeknya. Wah… nikmatnya rasa pepek dL… halus, lembut dan wangi. Baru saja selesai aku jilat pepeknya, entah sadar atau tidak, tiba-tiba dia menarik tanganku yang sedang menyingkap celananya sambil kembali berkata, "Ih..." Dasar pepek lonte anak SD kelas 4 itu… buat aku geregetan aja. Kemudian sekitar jam 2-an aku kembali menarik bagian depan celana dL sambil aku elus pepeknya, aku rekahkan pepeknya dan aku jepit pepeknya dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kananku. Mungkin karena jepitan tanganku di pepeknya itu terlalu kuat, hingga membuat dia terbangun sambil meraih tanganku dan mendapati celananya sudah sedikit melorot di bagian depan. Sangat nyata kulihat dL memperbaiki posisi celananya yang sedikit melorot di bagian depan sambil tetap memegang tanganku dan memandang wajahku. Untungnya *****ku juga tersentak dari tidurnya dan tanpa ditanya aku bilang sama dL dan istriku, "Tadi ada nyamuk." Setelah mendengar penjelasanku, akhirnya *****ku kembali tidur dan dL kembali merebahkan tubuhnya lalu dia juga kemudian tidur. Tidak begitu lama kemudian aku teruskan aktivitas ngocokku di dalam kamar sambil membayangkan kesempatan yang begitu langka yang aku lakukan terhadap dL, yaitu kontolku dipegang dL, aku cium bibir dL dan yang paling berkesan dan paling utama adalah kesempatanku bisa menjilat pepek dL. Pepek anak perempuan kelas 4 SD yang masih sangat ranum dan begitu menggoda.
Tanggal 08-02-2013, jam 17:37-17:43 aku ngocok di belakang dL yang sedang bermain games di komputerku bersama ****. Saat itu posisi dL duduk di pinggir ranjangku. Dia membelakangi aku yang sedang berdiri berpura-pura memperhatikan dia main games, sementara **** ada di samping lemari dan tertutup oleh pintu lemari yang sengaja aku buka. Saat kulihat dL sudah asik dalam permainan games-nya, perlahan aku keluarkan kontolku dan mulai ngocok. Walau kelihatan dL sering merubah posisi duduknya, aku cuek saja terus ngocok kurang dari ½ m dari posisi duduknya sampai aku nembak mani yang kemudian aku lap di celana pendekku. Entah dL tahu aku ngocok atau tidak aku tidak begitu perduli. Karena sudah lama juga aku tidak menjadikannya sebagai sasaran ngocokku.
Tanggal 11-02-2013, jam 14:37-14:46 saat di atas ranjang bersama dL yang sedang main games, aku mempermainkan kontol yang masih berada di dalam celanaku tepat di belakangnya dengan jarak kurang dari 30 cm. Kemudian jam 14:46-15:13 aku ngocok di belakangnya dengan sangat leluasa karena posisi dL yang duduk, sementara aku berbaring dan kontolku berada sekitar 30 cm di belakangnya. Sambil ngocok sesekali aku komentari permainan games-nya, walau dengan suara sedikit bergetar. Tapi sebenarnya tidak begitu nyaman aku ngocok walau posisinya sudah begitu pas. Karena saat itu aku hanya ngocok dengan perlahan saja. Jika aku ngocok dengan cepat pasti ranjangku akan bergoyang. Pegas yang ada di ranjangku begitu lembut, sehingga ada gerakan sedikit saja akan terasa. Aku memang tidak sampai nembak mani, tapi enak juga rasanya sensasi ngocok tepat di belakang dL. Apalagi telor kontolku sengaja aku ikat.
Tanggal 12-02-2013, jam 21:00 aku bugil di depan dL yang sedang main games di kamarku. Seperti yang aku rencanakan, saat dL main games di kamar, kemudian aku mandi. Selesai mandi, dengan hanya mengenakan handuk aku masuk ke kamar. Padahal celanaku ada dan bukannya aku pakai langsung di kamar mandi. Lalu aku bilang ke dL kalau aku mau ganti baju. Eh… dL sepertinya cuek dan sedikit menggeserkan badannya ke depan monitor komputer. Wah… benar-benar seperti yang aku harapkan. Ya sudah aku buka saja handuk yang aku pakai dan aku bugil di depan dL. Sengaja aku berlama-lama menyeka sisa air yang ada di tubuhku. Posisi aku bugil di depan dL adalah arah jam 2 atau sekitar 45° di hadapan dL dengan jarak tidak lebih dari 2 m. Aku tahu dengan posisi seperti itu sangat mustahil kalau dL tidak melihat aku bugil, apalagi kontolku sengaja aku buat ereksi sebelum aku masuk ke kamar. dL… dL...
Tanggal 25-02-2013, setelah beberapa lama menunggu kesempatan, akhirnya apa yang aku khayalkan terjadi juga. Sore itu dL, Rtu dan **** sedang main games di kamar. Kemudian aku mandi dan setelah selesai mandi aku masuk ke kamar dengan hanya memakai handuk saja. Karena lampu mati di sebabkan sekering putus, akhirnya dengan sangat terpaksa kukatakan kepada mereka kalau aku mau berpakaian dan kusuruh mereka keluar dari kamarku. Sengaja aku berlama-lama dalam menyeka sisa air yang ada di tubuhku karena kulihat dL sering melihat ke dalam kamarku melalui kasa pintu, mungkin dia ingin memastikan bahwa lampu sudah hidup atau belum. "Lama kali, Om… cepatlah, Om…" suara dL saja yang aku dengar. Dari celah pintu yang sedikit terbuka kulihat dL mondar-mandir di depan pintu kamarku. Sampai akhirnya saat lampu kamarku hidup kembali, dL masuk ke kamarku dan dengan jelas dia mendapati aku masih dalam keadaan bugil dan sangat nyata matanya mengarah ke kontolku. Saat itu jam 18:16, sangat telak dL melihat kontolku yang sedang ereksi dan dengan sedikit terburu dia keluar kamarku. Aku pun setelah itu mengenakan kembali handukku, lalu keluar kamarku untuk mengambil HP dan kudapati dL sedang mengusap-usap matanya. Kemudian dL berbisik pada Rtu dan **** sambil tertawa-tawa. Mungkin dia cerita melihat kontolku pada Rtu dan ****.
Tanggal 27-02-2013, sama seperti hari-hari yang lalu, saat dL main games di kamarku, sengaja aku mandi dan pura-pura berpakaian di depannya. Saat itu jam 18:37 dengan keadaan bugil aku dekati dL yang sedang main games sambil pura-pura mengambil celanaku yang ada di gantungan. Mungkin karena sudah sekitar dua kali aku pernah ganti baju di depannya, jadi dL sudah agak terbiasa dengan kondisi dia main games sementara aku bugil di dekatnya. Saat aku berpura-pura mengambil celanaku, sengaja aku dekatkan kontolku ke kepala dL dengan jarak tidak lebih dari 10 cm dan kulihat dL tenang aja… dasar pepek lonte kau dL...
Tanggal 28-02-1013, jam 16:39 aku tau dL sesekali mengintip kontolku dari balik pintu lemari pada saat aku pura-pura berpakaian.
Tanggal 09-03-2013 mungkin adalah hari yang sangat berkesan bagi dL. Betapa tidak, pada hari itu begitu jelas kulihat raut wajah dL yang begitu terkejut melihat kontolku berada tepat di depannya dengan jarak sekitar 30 cm! Sebenarnya sudah dalam beberapa hari aku merencanakan bagaimana aku bisa secara detail melihat reaksi wajah dL bila melihat kontolku. Sampai akhirnya aku punya ide untuk mempertontonkan kontolku di depan dL dengan cara menyobek bagian depan celana pendek yang aku pakai dan sengaja aku hidupkan komputer sambil aku berbaring di atas ranjang dengan kontol yang sudah aku keluarkan dari bagian celana yang sudah tersobek itu. Tak lama kemudian dL datang dan masuk ke kamarku sambil terus naik ke ranjangku. "Om, main games, ya…" kata dL kepadaku. Saat itu aku masih menutupi kontolku dengan bantal. Setelah kulihat dL sudah mulai asik dengan games-nya, kemudian aku singkirkan bantal yang menutupi kontolku sambil aku lebih mendekatkan posisiku ke dL. Dengan sedikit mengangkang aku arahkan kontolku yang sudah aku keluarkan itu ke dL sambil sesekali aku memberi komentar tentang permainan balap yang dia mainkan. Tepat jam 13:45 dL memalingkan wajahnya ke arahku sambil mengatakan kalau permainan sulit dan dapat aku lihat raut wajahnya tampak begitu terkejut sesaat setelah dia selesai ngomong. Karena aku tahu saat itu dL melihat dengan jelas kontolku yang sudah langsung mengarah dengan jarak sekitar 30 cm ke wajahnya. Kulihat dL tertegun sambil matanya tertuju, menatap langsung ke kontolku. Raut wajah yang gugup dan perubahan sikap dL yang sepertinya serba salah setelah melihat kontolku begitu tampak jelas. Walaupun akhirnya dia teruskan juga permainan games-nya, tapi jelas tampak dia begitu kaku. Sesekali kulihat dia melirik ke kontolku dan permainan games-nya tampak begitu kacau. Beberapa kali kulihat dia menghentikan permainan games-nya. Dia seperti sedang berpikir, dan tampak begitu salah tingkah. Dapat juga aku lihat, walau wajahnya mengarah ke layar komputer, tapi matanya sering melirik ke arah kontolku. Ah… aku gak tau seperti apa kegugupan dL saat itu. Sampai akhirnya dia bangkit dari ranjangku dan membuka pintu tanpa jelas mau keluar dari kamarku atau tidak. Melihat kondisi seperti itu, akhirnya aku mencoba mendinginkan suasana dengan berpura-pura membalikkan badanku sambil meraih bantal untuk menutupi kontolku. Di depan pintu kamarku, dL tampak begitu salah tingkah. Mungkin setelah melihat aku membalikkan badan, dia kembali lagi naik ke ranjangku meneruskan permainan games-nya. Setelah dL memulai kembali games-nya, aku singkirkan bantal yang menutupi kontolku sambil pura-pura tidur dan kubiarkan kontolku kembali mengarah ke dL. Dengan berpura-pura memicingkan mata seperti orang tidur, aku awasi setiap gerak-geriknya. Jam 14:03 dL melihat kontolku lagi dan kemudian dia bangkit dari ranjangku dan membuka tirai pintu kamarku. Lalu kembali lagi ke ranjangku sambil meneruskan games-nya. Karena aku juga tidak bergeming dengan posisi kontol yang keluar ke arahnya, membuat dL tampak begitu frustrasi. Beberapa kali dL memalingkan wajahnya melihat kontolku. Ah… begitu salah tingkahnya dia saat itu. Mungkin karena sudah begitu frustrasi, dL memukul-mukul dengan kasar tombol keyboard komputerku sambil sesekali terdiam seperti sedang berpikir mempertimbangkan sesuatu. Dan akhirnya dL beranjak dari ranjangku keluar kamar dan tak kembali lagi. Aku lihat dia kemudian menonton TV. Untuk mengantisipasi keadaan, sengaja aku tidak keluar dari kamarku menunggu beberapa saat sambil berpikir skenario apa yang akan aku jalani. Akhirnya dengan sedikit mengeraskan suaraku seperti orang yang tersentak dari tidur aku kemudian keluar dari kamar. Saat aku keluar dari kamar, aku langsung disambut oleh tatapan mata dL yang mengarah ke kontolku. Sesuai dengan skenario yang telah aku pikirkan tadi, aku panggil dL dan bilang padanya, "dL, tadi waktu om tidur, om gak tau celana om sobek. dL nampak nggak?" Dan dijawab oleh dL, "Nggak, Om…" Kemudian aku ulangi pertanyaan itu lagi dan dijawab olehnya kalau dia tidak melihat celanaku sobek. Ah… dasar dL… dL… lonte kecil... Ya memang dia gak nampak celanaku yang sobek, karena yang nampak jelas olehnya adalah kontolku keluar dari celanaku tepat di sampingnya dengan jarak sekitar 30 cm. Dasar anak perempuan kelas 4 SD.
Tanggal 08-04-2013, kudapati dL sudah tertidur di ruang TV rumahku. Entah angin apa yang membuat dia menginap di rumahku. Ah... merupakan kesempatan bagiku. Dan karena kontolku sudah ereksi, dengan perlahan sambil jongkok aku dekati kepalanya. Dengan bertumpu pada lututku, aku mulai ngocok di atas kepala dL. Kemudian aku menggeser posisiku lebih mendekat ke wajahnya. Dari jam 22:53-22:59 dengan jarak sekitar 5 cm aku ngocok sampai nembak mani di depan wajahnya. Dan setelah nembak, aku oleskan maniku ke bagian kanan lehernya.
Tanggal 07-02-2014 dari jam 15:11-15:13 aku ngocok sampai nembak mani di belakang dL. Saat itu sengaja aku biarkan dL main games di kamarku. Dan aku pura-pura mau tidur. Kusuruh dL untuk menutup pintu kamarku dan kumatikan lampu kamarku. Posisi monitor komputer sengaja aku set di depanku yang tiduran di lantai. dL akhirnya main games dengan membelakangi aku. Walaupun lampu kamar sudah dimatikan, tetapi cahaya monitor komputer ternyata cukup terang juga untuk menyinari aku. Ah... masa bodo aja, dL juga sepertinya sudah asik dengan games-nya dan aku dengan santai mengeluarkan kontolku sambil memandang dengan penuh birahi pada dL. Santai aja aku ngocok tepat 50 cm di belakangnya. Jujur kalau lihat dL aku selalu ingat saat aku jilat pepeknya dan membimbing tangannya untuk memegang kontolku beberapa waktu yang lalu saat dia tidur. Ah... dasar pepek anak perempuan kelas 5 SD! Gak butuh waktu yang lama untuk membuatku nembak mani di belakangnya. Ah... hanya 2 menit saja aku ngocok, dasar lonte cilik kau dL...
Minggu, 12 Juli 2015
Ngocok Di Depan "Maya"
Tak sengaja hari ini aku jumpa dengan Maya. Sudah besar sekarang dia. Ah... jadi ingat wajah polosnya saat dulu dengan lugunya menjadi penonton budiman saat aku ngocok di ruang tamu rumahku.
Pada hari itu tanggal
31-03-2009, sedari pagi aku memang sengaja ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Duduk ngocok di kursi tamu sambil memandangi cewek-cewek ABG yang melintas di depan rumahku. Kebanyakan dari cewek-cewek ABG yang melintas itu adalah tetangga sekitar rumahku. Ah... saat itu emang sangat banyak cewek-cewek ABG yang melintas. Aku jadi semangat ngocok dan tak kuhiraukan kalau kak Dk sedang berada di rumahnya juga, yang bertepatan di samping rumahku. Ah... bodo amat... lonte pepek torok kau kak Dk, toh dulu dengan mata kepalanya sendiri pernah memergoki aku ngocok di dapur rumahku.
Hentakan tangan di kontolku semakin cepat saat aku melihat Novi berjalan memasuki pintu gerbang rumahku bersama adiknya Maya—anak perempuan usia 4 tahun—yang ternyata ada keperluan dengan kak Dk. Kemudian mereka bersama kak Dk duduk di depan pintu rumah kak Dk. Aku gak begitu mempersoalkan posisi duduk mereka, karena masih banyak cewek ABG yang melintas yang aku jadikan sasaran ngocokku. Sangat santai aku ngocok sambil duduk di kursi ruang tamu rumahku. Ngocok, mengekspresikan birahiku di depan cewek-cewek ABG yang melintas di depan rumahku.
Saat aku sedang menikmati aktivitas ngocokku di depan cewek-cewek ABG yang melintas, aku tidak menyadari kalau Maya telah berdiri tepat di depan pintu rumahku. Awalnya hanya kepalanya saja yang sepertinya mengintip dari pintu. Aku sempat terkejut juga dengan kehadirannya. Tatapan mata Maya tepat mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Sangat jelas begitu antusias tatapan matanya memperhatikan tanganku yang sedang mengocoki kontolku.
Dan aku hanya mencoba keberuntungan dengan tidak menghentikan kocokan tanganku di kontolku sambil memperhatikan ekspresi wajah Maya yang secara perlahan benar-benar memposisikan tubuhnya berdiri di depan pintu, menonton aku yang sedang ngocok di kursi ruang tamuku.
Jujur aku gak tahu apa yang ada di dalam pikiran Maya saat itu. Karena begitu jelas sepertinya Maya sangat menyukainya. Kemudian Maya menarik kursi teras ke depan pintu rumahku dan kemudian Maya duduk sambil bertopang dagu sambil pandangan matanya tetap mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok.
Sengaja aku mempermainkan kontolku di depan Maya. Terkadang aku bangkit dari kursi dan aku memperlihatkan kepada Maya bagaimana secara lambat tanganku itu mengocoki kontolku. Begitu juga saat aku duduk di kursi, sengaja aku mempermainkan kontolku dan secara perlahan aku memperlihatkan kepada Maya bagaimana tanganku itu mengocoki kontolku dengan gerakan lambat hingga gerakan cepat disertai hentakan kocokan yang sengaja aku keraskan.
Memang gak lama durasi ngocokku di depan Maya, hanya sekitar 3 menit, yaitu dari jam 12:14-1217. Tapi begitu sangat berkesan. Baru kali itu aku mendapati anak perempuan yang memperhatikan aku ngocok sambil bertopang dagu dan terlihat jelas dari raut wajahnya kalau dia benar-benar menyukai tontonan ngocok yang aku hadirkan tepat di depannya.
Tapi karena Maya hanya sebagai pelengkap saat aku ngocok, makanya aku memang sengaja tidak nembak mani di depannya. Karena sangat rugi kalau aku terlalu cepat nembak mani padahal masih banyak cewek-cewek ABG yang melintas di depan rumahku. Maya akhirnya beranjak dari hadapanku setelah Novi memanggilnya untuk pulang.
Dan hari-hari berikutnya setelah kejadian itu, setiap aku jumpa dengan Maya, pasti pandangan matanya mengarah ke kontolku.
Kamis, 09 Juli 2015
Sensasi Ngocok Di DSH
Dapat inbox dari teman lama sewaktu bekerja di perusahaan DSH tentang reuni eks karyawan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini membuat semua kenangan yang sangat gila yang pernah aku lakukan sewaktu bekerja di perusahaan DSH itu muncul kembali.
Aku jadi teringat pada teman perempuanku yang menjadi idolaku yaitu Afrd, yang begitu sering aku campurkan air kencingku dengan air minumnya. Bahkan aku juga beberapa kali mencampurkan maniku dengan air minumnya. Sering kalau sore ataupun pada malam hari aku masuk ke office dan duduk di mejanya, ngocok sambil mengkhayalkan pantatnya yang montok itu sampai aku nembak mani yang terkadang sengaja aku biarkan berceceran di kursinya. Dan yang paling aku suka dari Afrd adalah kalau dia meninggalkan sepatu beserta kaus kakinya di hari sabtu. Entah berapa kali aku ngocok sambil menyarungkan kaus kakinya di kontolku sampai aku nembak mani di dalam kaus kakinya. Dan hal yang paling menyenangkan bagiku adalah saat aku melihat Afrd pada hari seninnya dia memakai kembali sepatu dan kaus kakinya yang sudah berlumuran maniku itu.
Bukan hanya Afrd yang sudah merasakan air kencingku, teman perempuanku Yn juga tak luput dari sasaranku. Karena meja antara Afrd dan Yn sangat berdekatan sehingga sering juga sengaja aku sisakan air kencingku yang aku campurkan ke air minum Afrd kemudian aku campurkan juga ke air minum Yn. Ah... antara Afrd dan Yn beda tipis aja bentuk tubuhnya. Mereka sama-sama kurus tapi memiliki pantat yang montok. Dan bedanya dengan Afrd adalah Yn sudah bersuami dan mempunyai anak.
Di DSH itu juga aku sering duduk ngumpul sama teman-teman perempuanku dengan tujuan utamanya adalah memastikan siapa-siapa saja yang saat itu ke toilet, karena sebelum aku duduk gabung dengan mereka, sengaja aku kencing di bak air toilet cewek tersebut. Jadi dengan begitu aku tahu siapa-siapa saja teman perempuanku yang cebok dengan menggunakan air kencingku.
Mungkin pengalaman pertama bugil ngocok di tempat umum ya di perusahaan itu. Aku ingat pertama sekali aku memberanikan diri bugil ngocok saat aku berada di roof top bangunan, yaitu lantai 5. Kondisi saat itu siang hari. Dengan panorama di sekelilingku juga ada bangunan yang tinggi.
Ada sensasi dan kenikmatan yang tak dapat aku ungkapkan dan membuat aku semakin ketagihan untuk melakukan bugil ngocok di roof top tersebut. Entah sudah berapa kali aku ngocok sambil berbugil ria sampai nembak mani di roof top itu.
Sampai akhirnya semakin nekat saja aku melakukan bugil ngocok di areal DSH. Dari awalnya aku bugil ngocok di roof top, kemudian aku mulai berani bugil ngocok di office. Akan tetapi sensasi yang kurasakan saat bugil ngocok di office tidak memuaskanku. Kemudian aku mulai sering bugil ngocok di ruang meeting lantai 4 dan terkadang sengaja aku ngocok tepat di jendela yang menghadap ke jalan raya. Bahkan di siang hari aku juga sering ngocok di warehouse yang sekelilingnya bersekat kaca nako yang kalau diperhatikan dari luar ruangan walau sepintas pasti nampak kalau aku sedang ngocok di dalam ruangan itu.
Dan yang paling beresiko dan paling terekstrim yang aku lakukan di DSH adalah saat aku bugil ngocok di lantai 4 kemudian masih dalam keadaan bugil, aku berjalan sambil ngocok menuruni tangga dan keluar di lantai 3. Aku ngocok di lobby lantai 3 tepat di depan lift dan kemudian aku berjalan lagi sambil ngocok ke koridor. Lalu aku kembali berjalan menuruni tangga menuju lantai 2 dan berdiri ngocok di koridor lantai 2 tersebut. Dan terakhir aku berjalan menuruni tangga menuju lobby lantai 1.
Sebenarnya di lantai 1 itu sangat beresiko, karena tangga yang aku lalui itu berada di tengah-tengah 2 pintu penghubung antara lobby lantai 1 dan koridor exit lantai 1. Tapi jujur, aku cuek aja. Sambil sesekali aku membuka pintu yang menuju lobby lantai 1, tanganku tak henti-hentinya mengocoki kontolku sampai aku nembak mani.
Dan setelah nembak mani kemudian aku berjalan lagi melalui tangga menuju lantai 4 untuk mengambil pakaianku yang aku tinggal di sana. Bisa dibayangkan betapa beresikonya bugil ngocok seperti itu. Bugil ngocok dari lantai 4 sampai lantai 1 dengan pakaian yang sengaja aku tinggal di lantai 4! Dan bugil ngocok seperti itu bukan hanya sekali, tapi lebih dari 5 kali selama aku bekerja di sana.
Sampai sekarang aku tidak bisa membayangkan betapa besarnya resiko yang aku pertaruhkan dengan bugil ngocok seperti itu. Karena di lobby lantai 1 dan lantai 2 aktivitas rekan kerjaku masih berjalan. Ah... tak terbayang resikonya... karena aku sering melakukan bugil ngocok seperti itu saat rekan-rekan perempuanku bertugas di lantai 2 dan lobby lantai 1. Apalagi posisi pakaianku yang berada jauh di lantai 4. Ah... tak bisa dibayangkanlah... karena saat itu aku benar-benar tanpa sehelai benang pun di tubuhku berjalan dari lantai 4 ke lobby lantai 1.
Inilah beberapa dari pengalaman ngocok yang aku lakukan di perusahaan DSH, tempat aku bekerja dulu.
Selasa, 07 Juli 2015
Ngocok Di Depan Mertua 060715
Telah dua malam mertuaku tidur di luar kamar. Mungkin karena cuaca yang sangat gerah membuat mertuaku itu tidur di ruang TV.
Dan malam ini adalah malam yang kedua dia tidur di luar. Sementara pada malam pertamanya dia tidur di luar, aku tidak tahu karena aku sudah tidur lebih awal. Aku pun sebenarnya gak begitu yakin kalau malam ini mertuaku tidur di luar. Jadi, malam tanggal 06-07-2015 aku sengaja tidur sedikit lama dari biasanya sekedar untuk memastikan kalau mertuaku akan tidur di ruang TV.
Sambil online sesekali aku keluar dari kamarku sampai akhirnya aku dapati mertuaku mulai merebahkan diri di depan TV. Ah... gejolak birahi di hatiku semakin memaksaku untuk selalu keluar dari kamarku memastikan apakah mertuaku itu sudah tidur atau belum.
Sempat juga aku merutuk dalam hati karena tiba-tiba adik iparku datang bersama suaminya dan membuat mertuaku bangun. Padahal gak ada yang penting dalam percakapan mereka. Pun gak lama kemudian mereka pulang.
Setelah adik iparku pulang, kemudian aku keluar kamar lagi dan mendapati mertuaku sudah kembali tiduran di depan TV. Wuih... kontolku benar-benar sangat memberontak ingin dikocok saat melihat posisi tidur mertuaku yang menyamping ke kiri sedikit telungkup yang otomatis menunjukkan betapa montoknya pantat mertuaku itu.
Entah berapa kali aku keluar-masuk kamarku memastikan kondisi dan posisinya sampai akhirnya aku jadi nekat.
Tak aku perdulikan lagi apakah mertuaku itu sudah nyenyak tidurnya atau belum. Dari kamar mandi aku keluar dengan kontol yang sengaja aku keluarkan dari celana dan kulewati mertuaku sekedar untuk memastikan reaksinya.
Tapi berhubung pantat mertuaku itu begitu menggoda—dengan tidak memperdulikan nyenyak tidaknya tidur mertuaku itu—akhirnya aku kembali berjalan ke dapur dan setelah dari dapur, kemudian aku mendekati mertuaku sambil ngocok.
Hanya berjarak kurang dari 50 cm aku berdiri ngocok di dekat kaki mertuaku yang sedang tidur sambil memandang betapa montoknya pantat mertuaku itu. Ngocok sambil memandangi tubuh mertuaku, mengkhayalkan betapa nikmatnya seandainya kontolku berada di dalam pepek dan pantat mertuaku itu. Mungkin hanya 1 menit aku ngocok di dekat kaki mertuaku itu, kemudian sambil ngocok, aku berjalan lebih mendekatkan posisiku ke tubuh mertuaku.
Tepat di depan wajahnya aku berdiri ngocok, menikmati setiap hentakan tanganku di kontolku sambil terus saja mengkhayalkan kenikmatan bila ngentot dengan mertuaku. Jarak antara aku berdiri ngocok dengan wajah mertuaku yang mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok sekitar 30 cm. Begitu sangat dekat! Suara hentakan tanganku di kontolku tidak begitu aku perdulikan, apakah dia dengar atau tidak. Aku benar-benar tidak perduli. Aku ekspresikan birahiku dengan menikmati setiap hentakan di kontolku tepat di depan wajah mertuaku sampai akhirnya aku nembak mani.
Sebenarnya ingin sekali aku memuncratkan maniku itu ke wajah mertuaku, tapi tepat pada saat sudah terasa maniku di ujung kontol siap aku muncratkan, tiba-tiba mertuaku menggerakkan tubuhnya. Sambil aku tampung maniku dengan tangan kiriku, kemudian aku berjalan masuk ke dalam kamarku. Dan benar saja mertuaku rupanya terbangun. Kutandai waktu aku ngocok sampai aku nembak mani di depan mertuaku dari jam 00:50-00:54.
Langganan:
Postingan (Atom)