Minggu, 23 Agustus 2015

Tetanggaku "Vina" Dan "Maya"

Tiba-tiba aku kok teringat dengan Vina dan Maya? Mungkin sudah hampir 3 tahun aku gak jumpa mereka berdua. Dua kakak beradik yang pernah menjadi saksi, saat aku dalam kondisi bugil, berjalan ngocok dari samping rumahku ke samping rumah kak Dk dengan melewati teras depan rumahku di sekitar tahun 2005.
Aku juga gak menyangka kalau mereka sedang ngerumpi di bawah pohon mangga itu. Padahal saat itu sekitar pukul 02:00 pagi! Aku juga begitu santai dari samping rumahku dalam kondisi bugil, berjalan ngocok melewati teras rumah menuju samping rumah kak Dk dan ngocok sampai nembak mani di dekat jendela samping rumahnya. Mungkin ada sekitar 15 menit aku bugil ngocok di sana. Begitu aku selesai ngocok dan hendak berjalan kembali ke rumah, aku lihat ada dua kelebat bayangan cewek yang berlari masuk ke dalam rumah. Siapa lagi dua cewek itu kalau bukan Vina dan Maya?
Jujur, aku benar-benar sangat terkejut dan buru-buru kembali ke samping rumahku untuk memakai celanaku. Saat aku selesai memakai celana, aku juga merasa khawatir dan belum berani masuk ke dalam rumah. Karena sudah jelas, selama aku ngocok di samping rumah kak Dk dengan kondisi bugil sampai aku nembak mani, berarti Vina dan Maya menyaksikannya, tepat di sampingku dengan jarak  sekitar 3 m.
Yang jadi pertanyaanku saat itu adalah kenapa Vina dan Maya tidak lari duluan saat mereka melihat aku bugil sambil ngocok, berjalan menuju samping rumah kak Dk? Atau kenapa mereka berdua tidak masuk ke rumahnya saja, saat aku berdiri ngocok di jendela samping rumah kak Dk. Atau juga mereka memberi tanda kalau mereka sedang di bawah pohon mangga itu.
Tapi kenapa Vina dan Maya tetap bertahan di bawah pohon itu selama lebih kurang 15 menit sampai aku selesai ngocok? Atau mereka sengaja menyaksikan aku ngocok?
Ah... pepek torok pantat mereka berdua. Akhirnya dengan sedikit memompa semangat, aku berjalan masuk ke dalam rumahku melalui pintu depan sambil memperhatikan apakah Vina dan Maya keluar rumah lagi atau tidak. Dan ternyata mereka berdua sudah benar-benar masuk ke dalam rumah mereka.
Siang harinya sengaja aku belanja di warung mereka. Mungkin saat itu mereka berdua sedang libur kuliahnya, jadi mereka yang melayani aku belanja.
Saat aku masuk ke dalam warungnya dan mereka tahu kalau yang datang itu adalah aku, jujur aja, begitu lain sambutan mereka berdua padaku. Pandangan mata Vina langsung terarah ke kontolku, sementara Maya sangat jelas kulihat pura-pura menunduk tapi matanya juga melirik ke kontolku.
Sangat kaku sambutan mereka. Tatapan mata Vina selalu saja mengarah ke kontolku, walaupun saat itu aku mencoba mengajaknya ngobrol. Lain halnya dengan Maya. Sangat jelas rasa gugupnya saat aku membayar belanjaanku padanya. Jelas terlihat gemetaran tangannya saat menerima uang dari tanganku.
Masa bodo aja aku dengan keadaan itu. Toh mereka berdua sudah menyaksikan aku bugil ngocok sampai nembak mani. Entah apa yang ada di pikiran mereka berdua saat melihat aku bugil ngocok di jendela samping rumah kak Dk. Tapi yang jelas, mereka berdua menjadi saksi saat muncratan maniku itu keluar dari kontolku dan berceceran di lantai samping rumah kak Dk.
Dan di hari-hari berikutnya kulihat Vina sepertinya sudah kembali seperti biasa saat aku belanja di warungnya. Malah dia tambah genit padaku. Tapi untuk Maya, sampai akhirnya dia pindah rumah karena ikut suaminya, kalau menerima uang pembayaran belanja dariku tetap saja tangannya gemetar.
Oh ya... mungkin ada pengaruhnya ya, dengan menyaksikan aku bugil ngocok sampai nembak mani membuat mereka berdua cepat kawinnya. Sekitar satu bulan Vina tamat kuliah dia kemudian kawin dan pindah rumah mengikut suaminya. Begitu juga dengan Maya yang selisih 2 tahun tamat kuliahnya dengan kakaknya, Vina, begitu selesai kuliah langsung tunangan dan seminggu kemudian dia juga kawin dan pindah karena mengikut suaminya.
Ah... Vina dan Maya...

Jumat, 14 Agustus 2015

Ngocok Di Depan "Meli"

Meli walaupun masih SD, tapi mempunyai tubuh yang lumayan montok. Putih kemerahan warna kulitnya.

Tanggal 12-09-2011, jam 08:46 dengan santai aku ngocok di depan Meli—anak perempuan SD—yang berjalan melewati aku yang sedang ngocok di depan pintu dapur rumah mertuaku. Sangat kentara tatapan matanya mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Tapi sayang aku tidak sampai nembak mani.

Ngocok Di Depan "Febi"

Yang membuat aku suka ngocok di depan anak-anak perempuan di bawah umur 10 tahun adalah kebanyakan dari mereka tidak mengetahui kalau saat itu aku sebenarnya sedang ngocok di depannya. Apalagi anak perempuan di bawah umur 6 tahun. Contohnya adalah pada tanggal 15-06-2008, saat aku sedang ngocok, tiba-tiba Febi yang kira-kira berumur 4 tahun berdiri di halaman rumahku. Dia mengarahkan pandangannya ke dalam rumahku yang pintunya sengaja kubuka lebar. Jelas sekali pada jam 17:36, Febi melihat aku berdiri ngocok di depannya. Dan karena dia tak tahu aku sedang apa, dia hanya tersenyum padaku. Sementara aku sibuk ngocoki kontolku biar bisa cepat nembak. Tapi sayangnya, belum sempat aku nembak mani, dia sudah pergi.

Ngocok Di Samping "Uji"

Tanggal 23-10-2014 aku ngocok di kamar dengan berpura-pura main laptop. Sengaja aku buka lebar pintu kamarku. Pada saat asik-asiknya ngocok, tiba-tiba Uji datang, saat itu waktu menunjukkan pukul 09:53. Sengaja aku tahan dulu agar tidak terlalu cepat nembak mani saat aku ngocok di samping Uji dengan jarak sekitar 3 m. Dan aku juga ngocok dari jam 10:10-10:30 sampai nembak mani di samping mertuaku. 

Ngocok Di Belakang "Tum"

Tum adalah tetanggaku yang tinggal di gang depan rumahku. Entah kenapa aku begitu tergila-gila dengan perempuan yang mempunyai pantat yang montok, dan termasuk juga Tum. Kalau dia memakai celana training, wow... montoknya... Apalagi kalau dia naik sepeda, tempat duduk sepeda yang dia naiki itu seperti hilang ditelan pantatnya.

Pada tanggal 13-03-2007, saat aku asik ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang terbuka lebar, tiba-tiba Tum lewat dari gang di samping rumahku. Dia berhenti di depan rumah kosong di depan rumahku. Lonte... lonte... pantatnya itu lho... Pada jam 16:24 aku ngocok sampai nembak mani di belakangnya. 

Ngocok Di Belakang "Yani"

Yani adalah tetangga satu perumahan denganku. Tubuhnya lumayan juga... walau sebenarnya wajahnya tidak masuk dalam hitunganku.

Tanggal 23-06-2008 adalah hari yang sangat sunyi di perumahan. Tak satu pun cewek ABG yang nampak! Aku pun ngocok dengan sekedarnya saja, hingga kulihat Yani berjalan memasuki pekarangan rumahku dan selanjutnya menuju samping rumahku. Entah mau kemana dia. Wah... aku tahu dia pasti akan lewat lagi. Dengan semangatnya kukocok kontolku. Aku perkirakan aku punya waktu setidaknya 1 menit untuk dapat ngocok di belakangnya saat dia kembali nanti. Benar saja, tak lama kemudian kulihat Yani berjalan dari samping rumahku. Penuh semangat aku menunggunya sampai di pekarangan rumahku. Dan pada jam 15:28, di belakang Yani aku nembak mani. 

Ngocok Di Belakang Kak "Ila"

Aku punya tetangga, kak Ila namanya. Kalau melihat pantatnya... Wow...! Dan pada tanggal 16-01-2007, saat aku sedang duduk ngocok di ruang tamu yang pintunya sengaja aku buka lebar, kak Ila datang. Kemudian dia memanggil kak Dk, dan mereka berdua duduk di teras rumahku. Sebenarnya tak masalah kalau aku tetap ngocok di tempatku semula. Tapi... dari tempatku ngocok, tubuh kak Ila tak nampak bagiku karena terhalang dinding. Pepek pantat kak Ila... akhirnya aku berpindah posisi. Aku berdiri di batas ruangan TV dengan ruang tamu. Ah... kak Ila.... Dari posisiku, begitu leluasa aku  memandangi tubuhnya. Pantatnya itu lho... membuat aku geregetan! Aku tahu, kak Ila curiga melihatku. Ngapain aku berdiri di sana. Beberapa kali kak Ila menoleh ke belakang, melihat ke arah aku. Tapi masa bodo aja... begitu nikmatnya aku ngocok di belakang kak Ila. Kutandai aku berdiri ngocok sampai nembak mani di belakang kak Ila dengan jarak sekitar 4 m dari jam 15:57-16:02. Puas juga birahiku. Jujur, kalau aku melihat kak Ila lewat di depan rumahku, hanya pantatnya yang menjadi perhatianku.

Tetanggaku "Devi"

Devi adalah tetangga di depan rumahku. Putih kulitnya dan begitu montok pantatnya. Lonte... lonte... begitu inginnya kupendamkan kontolku ke dalam pantatnya! Pagi tanggal 08-01-2007, aku ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang kubuka lebar. Saat hendak menembakkan mani, kulihat Devi keluar dan menyapu teras rumahnya. Pepek... pepek... pantatnya itu lho...! Untungnya, maniku belum sempat keluar, sehingga masih dapat aku arahkan kontolku yang sedang aku kocok ke arahnya sambil menikmati keindahan tubuhnya. Dari jam 10:01-10:02 aku berdiri ngocok sampai aku nembak mani di depan Devi.

Menjelang sore tanggal 07-02-2007 aku sudah ngocok di ruang tamu rumahku dengan keadaan pintu yang kubuka lebar. Entah siapa-siapa saja yang saat itu menjadi sasaran arah kontolku yang sedang aku kocok. Sudah terasa capek kontolku dikocok, yang membuat aku akhirnya mempercepat kocokannya. Dan keberuntungan ada padaku, karena pada saat aku mau nembak mani, pada jam 16:58 Devi menyeberang dari gang di depan rumah dan melewati aku. Tepat pada saat Devi ada di depanku, mucratlah maniku. Ah... Devi...

Walau sudah beberapa orang cewek ABG yang tak kukenal melewati aku yang sedang ngocok di samping rumahku pada malam tanggal 07-03-2007, tapi aku belum mau nembak juga. Masih tanggung rasanya. Hingga kulihat Devi keluar dari rumah dan duduk di teras rumahnya. Dia kemudian membaca koran. Pepek pantat lonte si Devi itu! Dengan santainya dia membaca koran sambil mengangkangkan kakinya. Dasar pepek pantat lonte! Dari tempatku berdiri ngocok dapat dengan jelas kulihat bayangan pepek si Devi. Wuih... kemudian dengan santai aku arahkan kontolku yang kukocok ke arah Devi. Dari jam 20:47-20:53 aku ngocok di samping rumahku menikmati keindahan tubuh Devi. Ah... begitu banyak maniku yang keluar dan berceceran di lantai samping rumahku.

Bugil Ngocok Di Rumah Mertua

Kalau lagi sepi rumah mertuaku, aku sering bugil ngocok di sana.

Tanggal 29-05-2010 adalah hari begitu bebasnya aku mengekspresikan birahi di rumah mertuaku. Bugil ngocok dari jam 14:45-16:00 begitu membuat puas hatiku. Hal yang pertama aku lakukan adalah bugil. Kemudian aku buka tirai jendela kamar mertuaku, lalu aku ngocok di depan jendela yang terbuka lebar dengan begitu santai. Kemudian aku ke kamar Ning dan aku kencing di kasurnya, tepat di posisi kepala Ning. Lalu bekas kencingku itu aku tutup dengan bantalnya. Kemudian aku dapati celana panjang Ning yang bercorak bunga tergantung di balik pintu, lalu aku pakai celana itu sambil ngocok di dalam celananya. Lalu aku buka pintu belakang, kemudian ngocok di dapur dengan pintu yang terbuka lebar. Karena tidak ada target, lalu aku ke ruang depan. Kubuka pintu depan kemudian aku bugil dan ngocok ½ m sebelum pintu. Karena hari juga sudah mulai sore, lalu aku tutup pintu depan. Masih dalam kondisi bugil, aku berjalan ke dapur, sambil membawa celana Ning—yang kemudian aku letakkan di ruang TV—lalu dengan perlahan aku buka pintu dapur. Dengan berhati-hati, kemudian aku memposisikan tubuh bugilku tepat di pintu dapur yang terbuka lebar dan ngocok sampai aku nembak mani. Tapi maniku itu aku tampung dan kemudian kubersihkan maniku itu pada celana Ning. Belepotan mani celana Ning aku buat. Wah... sangat nekat, hari masih begitu terang dan aku ngocok di depan pintu yang terbuka lebar...

Tanggal 03-11-2012, jam 02:50-02:52 ngocok sambil bugil di teras depan rumah mertuaku. Saat itu baru saja hujan reda. Dengan santai aku matikan lampu teras dan aku buka pintu depan rumah, kemudian dengan kondisi bugil aku keluar dan ngocok di teras dan halaman rumah sampai aku nembak mani.

Tanggal 14-10-2014, dari jam 16:20-17:07 mengekspresikan birahiku dengan bugil ngocok di ruang tamu rumah mertuaku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Begitu nikmatnya saat muncratan maniku itu aku tampung dengan tangan kiriku. Ada sensasi yang luar biasa saat aku bugil ngocok di depan pintu yang terbuka lebar.

Ngocok Di Rumah Mertua

Walaupun tidak begitu banyak cewek-cewek yang dapat aku jadikan target ngocok di rumah mertuaku, tapi justru di rumah mertuaku itu sensasi ngocok yang sangat ekstim yang aku lakukan. Tapi untuk beberapa pengalaman sengaja aku buat secara terpisah.

Tanggal 19-12-2009, jam 00:25-00:30 sengaja aku ngocok di ruang tamu rumah mertuaku dan menembakkan mani tepat di dinding dekat papan tulis untuk mengajar Ning. Jelas sekali bekas maniku tampak di dinding itu.

Tanggal 04-10-2011, jam 07:46 aku sedang ngocok di depan pintu dapur rumah mertuaku saat seorang anak perempuan usia sekitar 4 tahun lewat di depanku. Jelas sekali tatapan matanya mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Tapi karena dia hanya melintas aja, jadi aku tidak sampai nembak mani.

Tanggal 08-10-2011, jam 09:37 aku ngocok walau tidak sampai nembak mani di depan seorang anak perempuan kelas 3 SD. Dua kali dia menoleh ke arah kontolku yang sedang aku kocok saat dia lewat di depanku.

Tanggal 06-10-2014, jam 16:07 aku nembak mani di depan anak-anak perempuan yang sedang main masak-masakan di bawah pohon pinggir lapangan BT. Jarak antara aku ngocok dengan anak-anak itu sekitar 5 m karena aku ngocoknya di dapur rumah mertuaku. Walaupun begitu, kulihat ada beberapa dari anak-anak perempuan itu yang curi-curi pandangan melihat aku ngocok sampai aku nembak mani.

Di Dalam Bus Brmn

Kesempatan kadang datang secara tidak terduga. Walau tidak sempat ngocok, tapi puas juga aku menggerayangi tubuh anak perempuan SD di dalam bus Brmn.

Di dalam bus Brmn, dini hari tanggal 31-08-2008 aku masih dalam perjalanan menuju Rhl. Aku duduk di bangku paling belakang, kebetulan di samping kiriku ada seorang anak perempuan yang tidur sambil menyandarkan kepalanya di pundak kiriku. Sepertinya dia masih SD, mungkin masih kelas 5. Begitu pulasnya dia tidur, dan tidak berapa lama kemudian, tangan kirinya merangkul pahaku. Lalu dia tidur tepat di pangkuanku. Kepalanya menindih kontolku. Jadi serba salah aku dengan posisi seperti itu. Begitu nyata kontolku ereksi dan bergerak-gerak di kepalanya, tapi anak perempuan itu tetap lelap tidurnya. Ah... kesempatan! Dengan perlahan, tangan kiriku meraba teteknya. Kuremas-remas sambil kunikmati setiap gerakan kontolku yang ereksi ditimpa oleh kepalanya. Santai saja aku meremas teteknya. Padahal di sebelahnya itu ada kakaknya, yang menurutku masih SMP. Dia juga tertidur. Dan di samping kananku, ada beberapa orang yang juga tertidur. Di bangku itu kami duduk berhimpitan sebanyak enam orang. Kemudian bus berhenti untuk rehat, dan sebagai formalitas, di depan kakaknya yang sudah lebih awal terbangun, aku pura-pura membangunkan anak perempuan itu. Setelah bus bergerak melanjutkan perjalanan, anak perempuan itu lalu merebahkan kepalanya di pundakku lagi. Dengan susah payah aku mengeluarkan kontolku dari sempak, karena aku yakin pasti dia akan tertidur di pangkuanku lagi. Sambil iseng, aku bimbing tangannya untuk memegang kontolku. Tapi tak lama dia memegang kontolku karena sejurus kemudian, dia merebahkan kepalanya di pangkuanku. Saat itu denyut ereksi kontolku begitu nyata bergerak-gerak di kepalanya. Dengan santai, tangan kiriku mulai meremas-remas teteknya lagi. Ah... teteknya itu sebenarnya masih terlalu kecil, tapi asik juga saat aku meremas-remasnya. Mungkin karena semakin lama semakin kuat aku remas teteknya, akhirnya anak perempuan itu terbangun. Lalu dia menyandarkan kembali kepalanya di pundakku. Sialan... padahal sedang asik-asiknya! Tapi aku tidak kehilangan akal. Dengan berpura-pura melipat tangan, aku kembali meraba teteknya. Pada mulanya tangan kananku agak sulit juga untuk dapat meraba teteknya. Tapi setelah dapat, wah... tak dapat kubayangkan asiknya aku meremas teteknya itu. Hingga kemudian anak perempuan itu tersentak bangun dan hari pun sudah mulai terang.

Bugil Ngocok Di Ruang Tamu

Ngocok di ruang tamu dalam kondisi bugil sebenarnya sangat beresiko. Karena pintu yang sengaja kubuka lebar dan pakaian yang aku biarkan tergeletak beberapa meter dari posisiku ngocok bisa membuat keadaan menjadi sangat tidak diharapkan. Tapi... di situ pula letak sensasinya...

Sore yang beresiko! Mengapa aku katakan seperti itu? Karena pada sore tanggal 22-03-2007, aku benar-benar bugil ngocok, berdiri di ruang tamu rumahku dengan pintu depan yang sengaja aku buka lebar. Entah cewek-cewek mana saja yang berlalu lalang di depanku tanpa mereka sadari kalau saat itu aku dalam keadaan bugil ngocok. Hanya saja yang menjadi pertanyaanku adalah pada saat Isnani lewat dengan mengendarai sepeda, dia sepertinya melihat aku! Karena aku lihat perubahan wajahnya. Kalau dia tahu, bisa gawat. Karena Isnani adalah teman *****ku. Tapi aku tak mau lama berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan itu, aktivitas bugil ngocok harus tetap berjalan! Tak lama kemudian aku melihat seorang tetanggaku yang cantik yang bernama Ita berjalan dan pastinya dia akan melewati aku. Benar saja, kemudian aku ngocok di saat dia melewati aku. Dia juga sepertinya tidak menyadari kalau saat itu aku sedang bugil ngocok mengarahkan kontolku ke arahnya. Aku tahu, Ita hendak ke warung sebelah. Jadi aku sengaja tidak buru-buru menembakkan maniku. Saat itu jam 15:00, dia kembali lagi lewat di depanku. Ah... aku begitu berambisi sekali untuk menembakkan maniku di depannya. Dalam keadaan bugil ngocok, aku lebih mendekatkan posisiku ke depan pintu. Pada saat Ita ada di depanku, kemudian muncratlah maniku. Ah... puasnya... Padahal kalau saja Ita melirik sedikit saja ke arah kiri, pasti dia akan melihat aku yang sedang bugil ngocok, berdiri sambil mengarahkan kontolku ke arahnya. Dan yang pastinya aku tidak mempunyai kesempatan untuk menutupi tubuhku yang benar-benar bugil di depannya. Ah... dasar lonte kau Ita... 

Ngocok Di Ruang Tamu

Hal yang paling aku suka kalau aku sedang santai adalah ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Sambil duduk aku ngocok memandangi cewek-cewek yang melintas di depan rumahku dan kalau cewek itu lumayan montok, aku langsung berdiri ngocok sambil mengarahkan kontolku ke cewek tersebut.

Melihat para cewek ABG sekarang yang pada umumnya montok-montok semua membuat birahiku begitu terbakar. Jangankan cewek yang SMP, anak perempuan yang duduk di bangku SD juga pada oke punya! Masih SD, tapi teteknya sudah pada nonjol semua. Terkadang walaupun masih SD, tapi pantatnya... Dan pada tanggal 20-03-2007, walau tidak sampai nembak mani aku ngocok di depan 3 orang cewek ABG yang menurutku masih duduk di bangku SD. Mereka sedang berjalan beriringan. Saat itu jam 13:49, aku ngocok di depan mereka bertiga dan mereka jelas melihat aku. Tapi sepertinya mereka cuek aja tuh...

Sebenarnya ada seorang cewek ABG yang masih SMP yang sering menjadi target ngocokku. Aku tak tahu siapa namanya. Hanya saja, tanggal 10-04-2007, saat aku ngocok di ruang tamu dengan pintu yang kubuka lebar, tiba-tiba cewek itu berhenti tepat di depanku. Dia membelakangi aku. Dasar pepek pantat lonte... montoknya pantat cewek SMP itu... Pada jam 13:50 terpuaskan birahiku di belakang cewek itu. Muncrat-muncrat maniku dibuatnya. Memang dasar pepek torok pantat cewek SMP itu.

Sensasi Ngocok Di HIAM

Ini adalah beberapa pengalaman ngocok yang aku lakukan saat aku masih di HIAM.

Tanggal 22-12-2009, jam 21:26-21:45 aku bugil ngocok di lantai IX. Begitu banyak maniku yang berceceran di sana.

Tanggal 20-06-2010, jam 14:50 aku berdiri ngocok sampai nembak mani di belakang seorang cewek cina di Ryl lantai 8 dengan jarak posisi aku ngocok dengan cewek itu tidak lebih dari 5 m.

Tanggal 23-02-2014 puas kali aku ngocok di tempat kerjaku. Dua kali aku ngocok sampai nembak mani. Yang pertama saat aku sedang mengangkat spkr di ruang O2, kudapati Irma sedang menyusun gelas di ruang O1. Posisinya membelakangi aku yang sedang berada di  O2. Ah... kesempatan yang tidak mungkin aku sia-siakan. Dengan berpura-pura capek mengangkat spkr aku berdiri sekitar 6 m di belakang Irma, dan dengan perlahan aku keluarkan kontolku. Kukocok kontolku tepat di belakang Irma sampai aku nembak mani. Kutandai saat aku nembak mani di belakang Irma jam 09:53. Yang kedua saat aku ke ruang Vlvt, kudapati ada 2 orang cewek PKL yang standby di brtndr. Cocok sekali... dengan sedikit berbasa basi dengan kedua cewek PKL itu, kemudian aku masuk ke ruangan yang berada di belakang brtndr. Sambil pura-pura merokok aku keluarkan lagi kontolku sambil membuatnya ereksi. Ruangan itu tepat berada di belakang 2 cewek PKL yang sedang standby. Walau saat itu posisi lampu ruangan mati, tapi pintunya mempunyai sirip udara yang kalau dilihat dari luar akan nampak juga orang yang berada di dalam ruangan tersebut karena ada bias lampu dari brtndr. Ah... masa bodo aja... sambil ngocok aku memperhatikan dari dalam ruangan setiap lekuk tubuh kedua cewek PKL itu. Sesekali mereka mengambil sesuatu dan menatap ke pintu ruangan tempat aku ngocok. Tapi aku santai aja tetap ngocok tepat di depan sirip udara pintu. Salah satu cewek PKL itu bertanya pada temannya tentang aku yang berada di ruangan dan dijawab bahwa aku sedang merokok. Ah... lumayan banyak juga maniku keluar karena 2 cewek PKL itu... Aku ngocok sampai nembak mani di belakang 2 cewek PkL dari jam 15:34-15:38.

Tanggal 27-02-2014 dari jam 13:01-13:09 santai aku ngocok sampai nembak mani di belakang 4 cewek PKL di ruang Vlvt. Begitu santainya aku ngocok sambil mendengar mereka ngerumpi. Salah satu dari cewek itu adalah Aisyah.

Tanggal 02-03-2014 jam 13:20 aku nembak mani langsung di belakang seorang cewek peserta seminar Tns yang keluar dari toilet C dengan jarak kurang dari 2 m. Saat itu aku ngocok di ruang M1 dengan posisi pintu yang sengaja aku buka. Kulihat ada seorang cewek yang masuk ke dalam toilet. Kemudian aku ngocok tepat di pintu ruang M1 yang bersebelahan dengan toilet tersebut. Saat kudengar langkah kaki cewek itu menuju keluar toilet, kupercepat kocokan di kontolku. Dasar lonte... dia tidak menoleh ke arahku saat keluar dari toilet, padahal aku benar-benar berdiri ngocok di pintu ruangan M1. Aku nembak mani kurang dari 2 m langsung di belakangnya.

Tanggal 17-05-2014 dari jam 09:55-09:59 aku ngocok sampai nembak mani di belakang Aisyah di ruang Vlvt.

Tgl 30-07-2014, jam 21:14 aku ngocok sampai nembak mani di belakang seorang cewek. Sebenarnya sasaranku saat itu adalah anak-anak perempuan yang sedang berenang di kolam renang. Tapi tiba-tiba cewek itu datang dan berdiri membelakangi aku yang sedang ngocok sekitar 4 m dengan pemisah pintu kaca ruangan C.

Bugil Ngocok Di Belakang Rumah "Nanta"

Saat aku mendapat tugas di luar kota, aku mendapat fasilitas perumahan. Dalam satu baris, terdapat sekitar 7 rumah. Di perumahan itu aku begitu puas dalam mengekspresikan birahi dengan cara bugil ngocok di luar rumah. Yang sebenarnya begitu sangat beresiko. Bugil ngocok di perumahan yang lumayan padat dengan posisi rumah yang berbaris saling berhadap-hadapan dan setiap baris terdapat sekitar 7 rumah yang saling berdampingan bukanlah hal yang sangat mudah dan butuh pertimbangan yang begitu matang.

Saat di sana aku sedang sendiri. Terkadang sunyi juga. Tapi kalau soal yang lainnya, jujur aku merasa begitu bebas berekspresi. Dan dini hari tanggal 24-06-2008 sedang hujan. Wuih... kontolku pingin dikocok rasanya. Ah... kebelet nih... Di atas ranjang aku begitu gelisah. Bagaimana enaknya ya...? Sampai akhirnya aku beranjak keluar dari kamarku. Saat itu aku sudah dalam keadaan bugil. Kemudian aku buka pintu belakang rumahku, dan aku keluar dari rumahku dalam keadaan bugil. Kuarahkan pandanganku, memastikan situasi memang sudah sunyi. Dengan perlahan aku berjalan sambil ngocok dari belakang rumahku menuju rumah Nanta. Padahal aku harus melewati 2 rumah untuk mencapainya. Di depan pintu belakang rumah Nanta aku ngocok, kemudian aku kembali lagi ke belakang rumahku. Lalu aku ke samping rumahku sampai posisiku hampir mencapai halaman depan rumahku. Di sana aku juga ngocok. Karena kebelet kencing, kemudian aku kembali lagi ke rumah Nanta dan kencing di depan pintu belakang rumahnya. Setelah kencing, aku kembali ke belakang rumahku. Tak berapa lama kemudian, aku menuju rumah Nanta dan ngocok di sana sampai aku nembak mani. Ah... banyaknya maniku yang berceceran di teras belakang rumah Nanta. Puas sekali aku saat itu. Kutandai awal aku keluar rumah sampai aku nembak mani adalah dari jam 02:42-03:00. Jadi selama 18 menit aku bugil di luar rumahku, ngocok sampai aku nembak mani.

Malam tanggal 01-09-2008. Dalam suasana keremangan malam, ditambah padamnya listrik di perumahan kami, pada jam 23:25 melalui pintu belakang rumah, aku keluar dengan kondisi bugil menuju samping rumahku. Aku ngocok di sana. Kemudian, karena sebelumnya aku sudah memasukkan tujuh tabung suntikan berisi air ke dalam pantatku, sambil ngocok aku menembakkan air itu dari pantatku sambil terus berjalan menuju belakang rumahku. Lalu aku berjalan menuju ke belakang rumah Nanta. Sambil ngocok aku berdiri di depan pintu belakang rumahnya sampai akhirnya aku nembak mani di sana. Sengaja aku biarkan maniku itu berceceran di lantai depan pintu belakang rumahnya. Jam menunjukkan pukul 23:36 saat aku sudah masuk ke dalam rumahku dengan membawa perasaan puas di hati.

Bugil Ngocok Di Luar Rumah

Sebenarnya aku pernah 3 kali bugil ngocok di sekitar rumah mertuaku. Tapi karena file-nya rusak, jadi waktu dan tanggalnya tak bisa aku pastikan.

Yang paling pertama sekali aku bugil ngocok di luar rumah mertuaku saat tengah malam aku terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Kemudian aku keluar dari kamar dan iseng membuka pintu dapur. Tiba-tiba muncul keinginanku untuk ngocok di beranda luar dapur. Lalu aku kembali masuk ke kamar, membuka celana dan sempakku. Dengan hanya memakai kain sarung lalu aku kembali lagi ke dapur. Pintu dapur sengaja tidak aku buka lebar. Kemudian aku keluar dan pintu dapur aku tutup kembali. Di beranda luar dapur aku berdiri ngocok sambil memperhatikan situasi yang ada. Di sekitar rumah mertuaku ada 3 lapangan yang saling berdekatan yang dihubungkan dengan jalan yang persimpangannya seperti huruf "Y". Kondisi yang sepi membuat aku jadi kepingin ngocok di jalan itu. Tanpa menunggu waktu yang lama, lalu aku berjalan menuju jalan penghubung lapangan itu dengan memakai kain sarung seadanya (kain sarung itu tidak aku pakai sebagaimana mestinya, hanya aku pakai dengan menyangkutkan kain sarung tersebut di tengkuk leherku dan bagian depannya kubiarkan menjuntai dan terbuka, yang membuat kontolku dapat jelas terlihat dari depan). Begitu santai aku tinggalkan rumah mertuaku sambil berjalan ngocok. Jujur, saat itu aku juga berpikir seandainya *****ku terbangun dan tidak mendapati aku ada di rumah, jawaban apa yang akan aku berikan. Tapi... sudah tanggung dengan hasratku, tetap aku lanjutkan langkahku. Sekitar 50 m jarakku dari rumah, aku berhenti tepat di jalan penghubung antara lapangan BT dengan lapangan BV. Di tengah jalan itu aku ngocok dengan memejamkan mata, menikmati setiap hentakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku. Karena kurasakan sensasinya masih kurang, kemudian kulepas kain sarungku. Aku benar-benar bugil ngocok saat itu! Lalu aku berjalan sekitar 3 m—sambil terus saja ngocok—meninggalkan kain sarungku yang tergeletak di jalan. Hal itu memang sengaja aku lakukan karena menambah sensasi kenikmatanku. Ada sekitar 15 menit aku di tengah jalan itu dalam kondisi bugil ngocok sampai akhirnya aku nembak mani dan kubiarkan maniku itu berceceran di jalan. Setelah selesai, kemudian aku kembali mengenakan kain sarungku dan pulang ke rumah.

Pengalaman kedua aku bugil ngocok di luar rumah mertuaku saat aku menunggu Ning berpakaian. Ah... lonte... begitu lamanya dia berpakaian. Kalau dia bugil dan berpakaiannya di depanku mungkin tak jadi soal. Aku menunggunya di ruang tamu. Pepek pantat Ning! Malam tanggal 10-06-2007, aku dan Ning berencana mau keluar rumah. Sambil menunggu, khayalanku bermain tentang keindahan tubuh Ning. Pantatnya itu lho... begitu montok. Saat itu kondisi sedang mati lampu. Ingin rasanya aku mengkhayalkan pepek dan pantat Ning sambil ngocok di ruang tamu. Tapi... situasinya tidak memungkinkan. Karena lilin yang menerangi ruang tamu membuat bayangan yang nyata di dinding. Jadi kalau aku ngocok, pasti bayanganku nampak dengan jelas di dinding. Karena sudah terujung ingin ngocok, kemudian aku keluar dari rumahnya. Kuarahkan langkahku menuju samping rumah Lia. Dan di samping rumah Lia itulah—di sekitar dapur rumahnya—aku membuka baju dan celanaku. Aku bugil tanpa sehelai benang pun di tubuhku! Lalu aku ngocok di samping rumah Lia sambil mengkhayalkan pepek dan pantat Ning. Karena sensasi yang kurasakan masih kurang, kemudian sambil berjalan aku ngocok menuju halaman depan rumah Lia dengan meninggalkan baju dan celanaku sekitar 20 m di belakangku. Di sudut halaman depan rumah Lia aku ngocok selama sekitar 10 menit sampai akhirnya aku nembak mani. Sengaja aku biarkan maniku itu berceceran di halaman depan rumahnya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19:45, yang sebenarnya waktu yang paling beresiko melakukan bugil ngocok seperti itu. Tapi sudah muncrat kok... Setelah selesai dengan aktivitas ngocokku, kemudian aku mengenakan baju dan celanaku, dan Ning rupanya sudah menungguku di ruang tamu. Kemudian aku dan dia keluar dari rumah dan selama dalam perjalanan, kontolku sepertinya tak kenal kompromi, ereksi aja bawaannya karena masih terbayang kenekatanku melakukan bugil ngocok di halaman depan rumah Lia sambil mengkhayalkan pepek dan pantat Ning. Lagi pula saat itu aku memang tidak memakai sempak.

Bugil ngocok yang ketiga adalah saat setelah hujan reda aku keluar dari kamar, lalu keluar dari rumah melalui pintu depan. Aku berdiri di teras rumah dan mendapati situasi luar rumah yang sangat lengang. Kemudian aku kembali masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu aku buka celanaku dan ngocok dengan posisi pintu yang terbuka lebar. Ah... begitu tanggung aku rasakan bugil ngocok seperti itu. Lalu dengan posisi ngocok sambil berjalan, aku keluar rumah. Di teras rumah aku berdiri dalam keadaan bugil sambil ngocok. Sesekali aku juga berjalan ke halaman rumah dan ngocok di sana. Akhirnya aku nembak mani di teras rumah. Ada sekitar 30 menit aku bugil ngocok di teras dan halaman depan rumah mertuaku. Dan maniku pun sengaja aku biarkan berceceran di lantai teras depan rumah mertuaku.

Kamis, 13 Agustus 2015

Ngocok Di Samping Rumah

Ngocok di samping rumah memang memiliki sensasi yang berbeda. Karena banyak faktor dan resiko yang harus benar-benar dipertimbangkan dengan sangat matang. Tidak serta-merta buka resleting celana dan mengeluarkan kontol lalu ngocok. Penguasaan situasi dan kondisi sangat perlu. Hampir setiap malam aku ngocok di samping rumahku. Dan para sasaranku pun sepertinya sudah sangat tahu, kalau aku malam hari berada di samping rumahku, pasti saat itu aku sedang ngocok. Kisah ini sengaja tidak melibatkan Rika, Ika, dan beberapa nama lainnya karena untuk mereka sengaja aku buat kisahnya tersendiri.

Lagi asik-asiknya ngocok di samping rumahku, malam tanggal 16-02-2007, tiba-tiba datang 2 orang cewek ABG. Dan mereka berdiri di depan pintu gerbang samping rumahku. Eh... rupanya mereka sedang ngerumpi. Sebenarnya saat itu mereka tahu keberadaanku, tapi mungkin karena keasikan ngerumpi, jadi mereka tak begitu perduli. Santai aja aku ngocok di depan mereka. Dan setelah mereka menyadari bahwa saat itu aku sedang ngocok, dapat kulihat mereka pura-pura tidak melihatku! Ya... aku jadi cuek, dengan tetap ngocok di depan mereka hingga akhirnya aku nembak mani. Saat itu jam 20:11 dan jarak antara aku dengan kedua cewek ABG itu tak lebih dari 3 m.

Ada seorang cewek ABG yang selalu membuat aku penasaran. Setiap kali aku ngocok di ruang tamu, pasti dia ikut juga menjadi sasaranku. Namanya Putri dan kesan dari wajahnya begitu cuek. Sore tanggal 28-02-2007, saat aku ngocok di ruang tamu, kulihat Putri berjalan menuju ke luar gang di depan rumahku. Aku tahu, pasti dia akan berjalan menuju gang di samping rumahku. Tanpa menunggu waktu yang lama, kemudian aku ke samping rumahku. Aku ngocok di sana sambil berharap semoga Putri tidak merubah rutenya. Benar saja, kulihat Putri berjalan menuju gang di samping rumahku. Secara logika, pasti sangat jelas dia dapat melihat aku ngocok. Tapi... pepek... pepek... begitu cueknya dia! Malahan sambil tetap ngocok, aku berjalan menyongsongnya sampai akhirnya jarak antara aku dan dia tak lebih dari 1 m—karena saat itu aku benar-benar berdiri ngocok di pintu gerbang samping rumahku—tapi dia tetap cuek! Pandangan matanya ke atas saja! Wuih... pepek lonte kau Putri...! Apa masuk logika kalau dia tak melihat aku ngocok saat dia menyeberang jalan? Malahan aku ngocok sampai muncrat-muncrat mani dengan jarak 1 m di depannya! Jam menunjukkan pukul 15:03, saat begitu cueknya Putri melihat aku ngocok sampai muncrat mani di depannya. Dasar lonte kau Putri...

Cewek-cewek sekarang begitu agresif. Semakin maju aja. Pada malam tanggal 13-08-2007, saat aku sedang ngocok di samping rumahku, lewat 3 orang cewek ABG. Aku sih terus saja ngocok, dan mengarahkan kontolku ke mereka. Salah satu dari mereka mungkin melihat aku ngocok. Dan aku yakin hal itu dia sampaikan kepada kedua temannya. Karena tak berapa lama kemudian, mereka kembali dan berhenti sedikit menjauh dari pintu gerbang samping rumahku. Lalu, satu per satu mereka berjalan masuk ke dalam gang di samping rumahku dan dengan sangat jelas, setiap pandangan dari mereka tertuju langsung ke kontolku yang sedang aku kocok. Mungkin karena mereka merasa kurang puas melihat aku ngocok, kudengar kasak-kusuk mereka di dalam gang dan kemudian, satu per satu mereka kembali keluar dari gang. Pada saat mereka keluar dari gang, kembali pandangan mereka tertuju ke arah kontolku yang sedang aku kocok. Cewek yang pertama kali keluar dari gang kemudian berdiri sedikit menjauh dari pintu gerbang samping rumahku. Disusul dengan cewek kedua dan ketiga. Setelah mereka bertiga berkumpul, mereka berpindah posisi ke depan pintu gerbang dan langsung menghadap ke arah aku yang sedang ngocok. Ah... dasar lonte... ketiga cewek itu benar-benar menonton aku ngocok! Jarak antara aku berdiri ngocok dengan ketiga cewek itu tak lebih dari 3 m. Sambil menonton aku yang sedang ngocok, mereka saling berbisik satu sama lain. Dasar pepek lonte...! Begitu berambisi sekali pandangan mata mereka menyaksikan aku ngocok. Dan karena memang sedang ditonton oleh mereka, ya sudah, pada saat aku mau nembak mani, sambil ngocok aku berjalan lebih mendekat ke arah mereka hingga jarak antara aku dan ketiga cewek itu tak lebih dari 1½ m dan dengan mata kepala mereka sendiri, pada jam 19:48 mereka melihat muncratan maniku keluar dari kontolku. Setelah nembak mani di depan mereka, dan kulihat begitu banyak maniku yang berceceran di lantai, kemudian aku masuk ke dalam rumah.

Siang hari tanggal 08-09-2007, dengan santainya aku ngocok di samping rumahku. Saat itu tak begitu banyak cewek yang lewat. Tapi ada 2 orang cewek yang hampir memergoki aku ngocok. Mereka tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah aku berdiri ngocok. Untungnya kontolku tertutupi oleh bajuku. Dari jam 13:00-13:30 aku ngocok di samping rumahku. Dan kemudian aku nembak mani tepat di samping seorang cewek yang seandainya dia melirik sedikit saja ke kanan, pasti dia dapat melihat aku yang mengarahkan kontolku ke arahnya sambil memuncratkan mani!

Ngocok Di Depan "Silvi"

Silvi adalah sepupu dari *****ku. Masih SMP, tapi... pantatnya itu lho... Setiap dia datang ke rumah mertuaku, sering aku secara langsung maupun tidak langsung memperhatikan tubuhnya. Dan sepertinya dia tahu kalau pandanganku selalu mengarah ke pantatnya. Aku juga merasa kalau dia begitu menjaga jarak padaku. Tapi aku sering memutar otak, bagaimana aku bisa ngocok di dekatnya. Hingga pada malam hari tanggal 14-10-2007, dia datang dan nginap di rumah mertuaku. Saat itu kudapati dia sedang tidur di tempat tidur di ruang TV. Karena wajahnya menghadap ke arah meja, kemudian aku pura-pura mengambil minuman di meja, sambil sesekali melirik apakah dia sedang tidur atau tidak. Ah... kesempatan yang tidak akan aku sia-siakan. Tak kuperdulikan apakah dia benar-benar tertidur atau tidak, yang penting aku harus ngocok di depannya. Karena jarang dia mau nginap di rumah mertuaku. Tanpa menunggu waktu yang lama, akhirnya aku nekat mengeluarkan kontolku dan dengan perlahan kudekati Silvi dan langsung ngocok di depannya. Posisi wajahnya benar-benar mengarah ke kontolku. Seandainya dia tak tidur dan membuka matanya sedikit saja, pasti kontolku yang pertama kali dia lihat. Jarak aku berdiri ngocok di depan wajahnya kurang dari 1 m. Begitu banyak maniku yang muncrat saat itu. Waktu itu jam 22:35-22:38 aku ngocok sampai nembak di depan Silvi tanpa mengindahkan apakah dia sedang tidur atau tidak. Yang penting nembak mani... Selama 3 menit aku ngocok sambil membayangkan betapa montoknya pantat si Silvi langsung di depan orangnya...

Ngocok Di Depan "Sifa"

Sampai sekarang Sifa kalau bertemu denganku pasti dia salah tingkah. Entah kenapa dia seperti itu. Padahal hanya sekali saja aku ngocok di depannya.

Tanggal 20-10-2011, jam 10:32 Sifa—anak perempuan umur 4 tahun—tertegun melihat kontolku yang sedang aku kocok di depannya. Walau hanya sebentar, tapi jelas tampak dia seperti sedang berpikir melihat kontolku yang aku kocok itu. Aku nembak mani saat dia berlalu dari hadapanku.

Bandung Kota Idaman

Kenangan di kota Bandung. Kota yang sebenarnya memiliki cewek-cewek ABG yang oke punya. Tapi sayangnya aku tak punya kesempatan untuk mengekspresikan birahiku langsung pada mereka! Bahkan sebenarnya aku punya kesempatan untuk ngocok di depan beberapa cewek ABG di tempat aku menumpang tinggal. Ah... tak kesampaian juga. Sampai akhirnya pada dini hari tanggal 15-12-2006, saat khayalan bermain di benakku, kemudian aku memutuskan untuk keluar menuju depan rumah yang aku tempati dalam keadaan bugil. Dan tak sulit bagiku untuk melakukannya, karena kamarku mempunya pintu yang dapat langsung ke luar rumah. Pemukiman di sana begitu padat. Jarak rumah 1 dengan lainnya sangat berdekatan. Tapi entah kenapa, aku cuek saja, dan dengan santai pada jam 02:09 aku bugil ngocok tepat di depan rumah. Dengan memakai buttplug, kenikmatan ngocokku juga semakin bertambah. Dan tak kuperhatikan lagi posisiku yang sebenarnya sangat beresiko. Di mana letak rumah-rumah di sana yang begitu rapat dan lampu juga terang benderang. Dan kalau ditinjau dari letak yang sebenarnya, posisi aku berdiri bugil ngocok saat itu berada di tengah jalan. Rumah di sana rata-rata tidak mempunyai halaman. Ah... muncratan maniku... 

Teman Kerjaku "Lia"

Sekantor dengan Lia membuat imajinasi birahiku seakan selalu saja terpicu. Sebenarnya aku selalu mencari kesempatan untuk dapat ngocok di dekatnya. Tapi itu merupakan hal yang mustahil... Hingga pada tanggal 19-04-2008, aku punya ide untuk mencampurkan air kencingku ke gelas minumannya. Saat itu dia sedang keluar ruangan dengan meninggalkan gelas minumannya. Satu gelas teh manis ada di mejanya. Tanpa menunggu waktu yang lama, kemudian aku ambil gelas tersebut. Waktu yang sangat tepat, karena aku juga sedang kebelet kencing. Akhirnya pada jam 08:45 aku mencampurkan air kencingku ke dalam gelasnya yang berisi teh manis. Tak berapa lama kemudian Lia kembali masuk ke ruangan dan duduk di sampingku. Kami ngobrol, sementara dalam hatiku berharap agar dia segera meminum teh manisnya. Kutandai pertama kali Lia minum teh manis yang sudah kucampur dengan air kencingku pada jam 10:17, tapi hanya sedikit yang dia minum. Kemudian pada jam 10:25 dia minum lagi sambil berkumur sebelum menelannya. Dan pada akhirnya, jam 11:51 dia menghabiskan seluruh teh manis yang ada di gelasnya di depan mataku. Wow... gimana Lia, enakkan rasa air kencingku?  Padahal saat itu banyak juga air kencingku yang kucampur di dalam gelas minumannya.

Ngocok Di Depan "Ayu"

Seorang cewek yang lumayan cantik bernama Ayu adalah tetangga di samping kiri rumahku. Badannya kurus, tapi kok pantatnya bisa semontok itu...? Wuih... dasar lonte... Dan sore tanggal 13-02-2007, saat aku sedang asik ngocok di ruang tamuku dengan pintu yang terbuka lebar, tiba-tiba dia lewat. Dasar pepek pantat lonte si Ayu itu, pada jam 16:04 dibuat muncrat maniku saat dia lewat di depanku.

Targetku dalam beberapa hari ini adalah Ayu. Karena kulihat dia sering keluar rumah dan melewati rumahku. Pada tanggal 21-02-2007, saat aku asik ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu depan yang sengaja aku buka lebar, tiba-tiba dia melewati aku. Ah... montoknya pantat si Ayu. Waktu itu jam 15:38, saat begitu banyaknya muncratan maniku keluar dari kontolku sewaktu aku berdiri ngocok di depan Ayu.

Ayu lagi... Ayu lagi... Aku yakin, dia tahu kalau aku sedang ngocok saat dia melewati aku. Malam tanggal 11-03-2007, aku ngocok di samping rumahku, dan dia lewat. Tak berapa lama kemudian, dia kembali lagi. Saat Ayu lewat pada jam 20:28, dia langsung melirik ke arah aku yang sedang berdiri ngocok dan berkelonjotan nembak mani dengan jarak sekitar 2 m di sampingnya. Ah... nikmatnya... dasar lonte kau Ayu... 

Ngocok Di Depan "Ika"

Walau sekarang tubuh Ika sedikit kurus, tapi pantatnya tetap saja montok... Apalagi sekarang Ika sudah SMA, sudah pintar dalam merawat badan.

He... he... he... tak bisa ditipu wajah lugu Ika yang masih duduk di bangku kelas 2 SD saat melihat aku ngocok di depannya pada malam tanggal 27-10-2006. Bukannya tak jelas dia melihat aku berdiri ngocok di depannya. Dan saat itu Ika berdiri menghadap ke arah aku dengan pandangan lugunya menyaksikan muncratan mani yang keluar dari kontolku tanpa ekspresi apa-apa! Saat itu jam 20:44, Ika menjadi penonton yang budiman, menyaksikan aku ngocok sampai aku nembak mani di depannya.

Memang Ika masih lugu ya... karena malam tanggal 18-03-2007, saat aku ngocok di samping rumah, tiba-tiba dia lewat. Kemudian dia berhenti tepat di depan pintu gerbang samping rumahku. Dan dengan wajah lugunya dia memandang ke arah aku yang sedang berdiri ngocok. Wuih... dipandangi Ika seperti itu membuat muncrat maniku. Dan tanpa ekspresi apa-apa saat dia melihat muncratan maniku keluar dari kontolku, kemudian dia berjalan kembali. Mungkin pulang ke rumahnya.

Hari masih pagi, tanggal 10-12-2008 saat aku sedang duduk di ruang tamu rumahku. Tiba-tiba kulihat Ika berhenti tepat di depan pintu rumahku. Ah... lonte cilik satu ini begitu menggodaku. Walau masih SD, tapi tubuhnya itu lho... Tanpa harus menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja aku keluarkan kontolku dan ngocok di depannya. Saat itu jam 07:37, dia nampak begitu cuek berdiri memandang ke arah simpang jalan. Tapi... kalau dipikir-pikir, tak mungkin dia tak tahu kalau saat itu aku sedang ngocok di depannya.

Ngocok Di Belakang "Nazila"

Sebenarnya Nazila sangat jarang datang ke rumahku. Dia adalah anak dari teman *****ku. Dari informasi yang kudapat, Nazila beberapa kali mengakui pernah melihat film porno yang dia tonton bersama tetangganya. Hal itu yang membuat aku begitu terobsesi ingin menjadikannya sebagai sasaran ngocokku.

Tanggal 09-05-2012, jam 18:08-18:11 aku ngocok sekitar 15 cm di belakang Nazila—anak perempuan kelas 1 SD—yang sedang main games di kamarku. Saat Nazila main games, aku duduk di ranjang. Karena hanya aku dan dia saja yang ada di dalam kamar, kemudian aku ikut duduk di lantai, di belakangnya. Sambil mengeluarkan kontolku dan membuat kontolku ereksi, kemudian aku lebih merapatkan posisiku dengan tubuhnya. Santai aja aku ngocok di belakangnya. Walaupun hentakan tanganku yang sedang ngocoki kontol sedikit terdengar, tapi sepertinya Nazila asik aja main games-nya. Sambil ngocok aku lebih mendekatkan kontolku ke tubuhnya sampai aku nembak mani...

Ngocok Di Samping "Tiara"

Wajah Tiara tidaklah begitu cantik, tapi manis... Masih umur 5 tahun saja sudah semanis itu wajahnya, apalagi kalau sudah besar...

Tanggal 27-04-2012, jam 18:04-18:07 begitu santai aku ngocok sampai nembak mani di samping Tiara—anak perempuan usia 5 tahun—yang sedang main games bersama **** di dalam kamarku. Posisi Tiara saat itu duduk di lantai, sedangkan aku duduk di atas ranjang sekitar ½ m di sampingnya. Puasnya aku saat itu, karena sebenarnya Tiara merupakan targetku. Apalagi aku pernah melihat Tiara kencing di celana sambil berdiri. Ah... dasar pepek lonte... 

Ngocok Di Depan "Fifah"

Sampai sekarang Fifah kalau bertemu denganku pandangan matanya selalu saja mengarah ke kontolku, padahal aku tidak sedang ngocok lho...

Sore itu tanggal 02-05-2011 aku ngocok di dapur rumah mertuaku. Memang yang membuat aku agak malas ngocok di rumah mertuaku karena sangat jarang cewek-cewek yang melintas di sana. Tapi memang lagi beruntung aja saat aku ngocok di dapur, karena pada jam 16:33 tiba-tiba Dea—anak perempuan berumur ± 5 thn—berhenti di depan pintu dapur dan dengan sangat jelas dia melihat aku ngocok. Tapi gak lama karena keburu dia berlalu pergi. Ah... posisi gantung seperti itu membuatku jadi serba salah. Untungnya Fifah—anak perempuan yang les di rumahku—datang. Aku sambut kedatangan Fifah dengan kontol yang sengaja aku keluarkan dan ngocok di depannya. Aku tahu Fifah sangat gugup melihat kontolku yang sedang kukocok. Karena begitu kakunya dia saat aku suruh duduk. Kemudian biar dia tidak begitu gelisah, sengaja aku hidupkan komputerku mengingat posisi Fifah yang duduk membelakangi komputer. Lalu aku berdiri ngocok sekitar 30 cm di belakang Fifah yang sedang duduk di lantai. Memang hanya 2 menit aku ngocok di belakang Fifah yaitu dari jam 17:05-17:07, tapi maniku itu lho... banyak sekali yang keluar...

Tanggal 04-05-2011 jam 16:57 Fifah datang. Sepertinya dia tahu kalau aku memang sengaja ngocok di depannya. Karena seperti kejadian kemarin, saat Fifah masuk ke dalam rumahku, dia sudah mendapati aku dalam posisi ngocok dan mengarahkan kontolku ke arahnya. Apalagi saat dia selesai menyusun bangku, sambil tetap dalam posisi ngocok di depan Fifah, kutanya, "Sekolah kelas berapa?" dan dia menjawab, "Kelas 1 SD," dengan pandangan matanya tepat mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Sesaat setelah menjawab pertanyaanku, Fifah langsung berlari keluar rumah seperti sengaja menghindar. Ah... anak perempuan kelas 1 SD aja sekarang sudah tahu tentang kontol yang dikocok. Tepat saat Fifah berlari itu aku pun nembak mani...

Rabu, 12 Agustus 2015

Ngocok Di Depan "Dea"

Sudah kelas 4 SD rupanya sekarang si Dea. Karena jarang sekali jumpa, sekali jumpa aku jadi teringat kisah yang lalu... Sudah lama sih... tapi kok tatapan matanya terus saja mengarah ke kontolku.

Sore itu tanggal 02-05-2011 aku ngocok di dapur rumah mertuaku. Memang yang membuat aku agak malas ngocok di rumah mertuaku karena sangat jarang cewek-cewek yang melintas di sana. Tapi memang lagi beruntung aja saat aku ngocok di dapur, karena pada jam 16:33 tiba-tiba Dea—anak perempuan berumur ± 5 thn—berhenti di depan pintu dapur dan dengan sangat jelas dia melihat aku ngocok. Tapi gak lama karena keburu dia berlalu pergi. Ah... posisi gantung seperti itu membuatku jadi serba salah. Untungnya Fifah—anak perempuan yang les di rumahku—datang. Aku sambut kedatangan Fifah dengan kontol yang sengaja aku keluarkan dan ngocok di depannya. Aku tahu Fifah sangat gugup melihat kontolku yang sedang kukocok. Karena begitu kakunya dia saat aku suruh duduk. Kemudian biar dia tidak begitu gelisah, sengaja aku hidupkan komputerku mengingat posisi Fifah yang duduk membelakangi komputer. Lalu aku berdiri ngocok sekitar 30 cm di belakang Fifah yang sedang duduk di lantai. Memang hanya 2 menit aku ngocok di belakang Fifah yaitu dari jam 17:05-17:07, tapi maniku itu lho... banyak sekali yang keluar...

Tanggal 26-09-2011, jam 10:20-10:25 aku ngocok di depan Dea—anak perempuan usia 5 thn—yang sedang bermain tepat saat aku sedang ngocok di pintu dapur rumah mertuaku. Tatapan mata Dea nampak sedikit ragu dengan apa yang dia lihat, dan terus saja tatapan matanya mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Wajar saja, mungkin dia bingung melihat aku sedang ngapain, berdiri sambil megang-megang kontol. Dia pasti tidak tahu kalau aku sedang ngocok kontol di depannya. Aku nembak mani di depannya juga.

Tanggal 19-10-2011, jam 10:41 aku ngocok di depan Dea yang saat itu sedang kencing di halaman samping rumah mertuaku. Dengan mata kepalanya sendiri Dea menyaksikan aku berdiri ngocok ke arahnya. Jarak antara aku dan Dea tidak lebih dari 3 m. Sambil kencing tatapan mata Dea tidak lepas mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Kemudian entah sengaja atau tidak, selesai kencing Dea berdiri menghadap ke arahku sambil mengenakan celananya dan tak lama kemudian dia menurunkan celananya kembali—seperti memamerkan pepeknya—sambil pandangannya tertuju ke arah kontolku yang sedang aku kocok. Ah... pepeknya itu... Walau tidak sampai nembak mani, tapi aku puas menyaksikan pepek Dea.

Tanggal 10-12-2011, jam 08:20 aku ngocok walau tidak sampai nembak mani di depan Dea. Sepertinya Dea sudah terbiasa melihat aku ngocok. Sangat kentara sekali pandangan matanya mengarah ke kontolku, tapi sepertinya Dea biasa aja. Dasar pepek... pepek... 

Senin, 03 Agustus 2015

Ngocok Di Depan "Isa" Dan "Ika"

Isa dan Ika adalah dua sahabat yang selalu saja bersama. Di mana ada Isa di situ juga ada Ika.

Tanggal 06-10-2011, jam 10:43 puas rasanya aku ngocok tepat di depan dua anak perempuan—Isa yang berusia 3 tahun dan Ika yang berusia 4 tahun—yang sedang bermain di rumah mertuaku. Saat itu mereka sedang bermain di ruang tamu rumah dan aku ngocok di kamar sambil berusaha mencari kesempatan untuk bisa ngocok di depan mereka. Dan tidak berapa lama kemudian aku mendengar suara mereka menuju dapur dan sepertinya mau keluar. Kesempatan, lalu aku keluar dari kamar dan mendapati mereka berdua berjalan menuju dapur rumah. Sengaja aku biarkan Isa dan Ika melihat kontolku yang sedang aku kocok saat aku masih berdiri di depan pintu kamarku. Aku mau tahu reaksi mereka. Kulihat begitu tajamnya tatapan mata Isa dan Ika melihat gerakan tanganku yang sedang mengocoki kontolku di depan mereka dengan jarak sekitar 1 m. Lalu, masih dalam posisi ngocok, aku berjalan lebih mendekat lagi ke arah Isa dan Ika. Aku berhenti setelah jarak antara aku dan mereka sekitar 50 cm. Tatapan mata mereka berdua terus saja melihat ke kontolku yang sedang aku kocok pada saat mereka melewati aku. Dan aku kemudian berjalan di belakang mereka sambil tetap dalam posisi ngocok. Aku berhenti mengikuti mereka saat mereka hendak memakai sendal. Tidak lebih dari 15 cm jarak kontolku yang sedang aku kocok dengan wajah Isa yang sedang berjongkok memakai sendalnya. Sambil memakai sendalnya Isa terus saja melihat ke arah kontolku yang sedang aku kocok. Nampak Isa begitu gugup saat berusaha memakai sendalnya. Begitu juga dengan Ika, jarak kontolku dengan wajahnya tidak lebih dari 50 cm. Ika berdiri menunggu Isa selesai memakai sendalnya sambil tatapan matanya juga mengarah ke kontol yang aku kocok. Aku nembak begitu banyak mani saat Isa dan Ika beranjak pergi dari hadapanku dengan gerakan yang begitu kaku.

Ngocok Di Depan Kak "Wk"

Kak Wk adalah kakak perempuanku. Dua kali dia menjadi sasaran ngocokku. Sebenarnya aku secara tidak sengaja menjadikannya sebagai target ngocokku.

Malam tanggal 30-05-2007 begitu sepi kurasakan suasana jalan di depan rumahku. Tak satu pun cewek-cewek ABG melintas. Sial...! Padahal aku lagi kebelet ngocok. *****ku sedang berada di tempat mertuaku dan di rumahku ada kak Wk yang sengaja datang dan nginap di rumah. Kontolku sudah begitu memberontak pingin dikocok. Saat itu aku sedang duduk nonton TV dan kak Wk tidur di lantai. Jujur, saat itu aku benar-benar sudah tak tahan lagi untuk ngocok. Tapi siapa sasaranku? Kalau mengharapkan cewek-cewek ABG yang biasa jadi sasaran ngocokku tak akan mungkin, jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Aku duduk di kursi sambil nonton TV dan kontolku sudah ereksi minta dikocok. Akhirnya sambil duduk di kursi aku ngocok dan entah kenapa, pandangan mataku tertuju ke arah kakakku yang sedang tidur di lantai. Kemudian aku bangkit dari kursi dan menghampirinya. Lalu aku jongkok di atas kepalanya sambil tanganku tak henti-hentinya mengocoki kontolku. Kuhampiri kak Wk lebih dekat lagi. Aku bertumpu pada lututku, ngocok dengan jarak kontol yang kukocok dengan kepala kak Wk kurang dari 15 cm! Ah... kok bisa ya aku ngocok di depan kakakku sendiri? Aku mulai ngocok dari jam 00:27-00:32. Selama 5 menit aku ngocok di atas kepalanya. Walau ngocok di depan kakak sendiri, tapi nikmat juga rasanya! Mani yang keluar pun banyak, sampai belepotan tanganku. Ah... kak Wk...

Malam tanggal 08-07-2007, kak Wk nginap di rumahku. Mungkin karena ngantuk, dia tertidur di ruang TV. Aku jadi teringat kejadian saat aku ngocok di atas kepalanya beberapa waktu yang lalu. Dan saat itu, dalam benakku kenapa tidak diulang lagi kejadian yang sama? Santai saja aku keluarkan kontolku dari celana dan dengan bertumpu pada lutut, aku ngocok di atas kepala kak Wk dengan jarak kurang dari 15 cm. Aku ngocok dari jam 23:17-23:19 dan banyak juga mani yang keluar.