Minggu, 23 Agustus 2015

Tetanggaku "Vina" Dan "Maya"

Tiba-tiba aku kok teringat dengan Vina dan Maya? Mungkin sudah hampir 3 tahun aku gak jumpa mereka berdua. Dua kakak beradik yang pernah menjadi saksi, saat aku dalam kondisi bugil, berjalan ngocok dari samping rumahku ke samping rumah kak Dk dengan melewati teras depan rumahku di sekitar tahun 2005.
Aku juga gak menyangka kalau mereka sedang ngerumpi di bawah pohon mangga itu. Padahal saat itu sekitar pukul 02:00 pagi! Aku juga begitu santai dari samping rumahku dalam kondisi bugil, berjalan ngocok melewati teras rumah menuju samping rumah kak Dk dan ngocok sampai nembak mani di dekat jendela samping rumahnya. Mungkin ada sekitar 15 menit aku bugil ngocok di sana. Begitu aku selesai ngocok dan hendak berjalan kembali ke rumah, aku lihat ada dua kelebat bayangan cewek yang berlari masuk ke dalam rumah. Siapa lagi dua cewek itu kalau bukan Vina dan Maya?
Jujur, aku benar-benar sangat terkejut dan buru-buru kembali ke samping rumahku untuk memakai celanaku. Saat aku selesai memakai celana, aku juga merasa khawatir dan belum berani masuk ke dalam rumah. Karena sudah jelas, selama aku ngocok di samping rumah kak Dk dengan kondisi bugil sampai aku nembak mani, berarti Vina dan Maya menyaksikannya, tepat di sampingku dengan jarak  sekitar 3 m.
Yang jadi pertanyaanku saat itu adalah kenapa Vina dan Maya tidak lari duluan saat mereka melihat aku bugil sambil ngocok, berjalan menuju samping rumah kak Dk? Atau kenapa mereka berdua tidak masuk ke rumahnya saja, saat aku berdiri ngocok di jendela samping rumah kak Dk. Atau juga mereka memberi tanda kalau mereka sedang di bawah pohon mangga itu.
Tapi kenapa Vina dan Maya tetap bertahan di bawah pohon itu selama lebih kurang 15 menit sampai aku selesai ngocok? Atau mereka sengaja menyaksikan aku ngocok?
Ah... pepek torok pantat mereka berdua. Akhirnya dengan sedikit memompa semangat, aku berjalan masuk ke dalam rumahku melalui pintu depan sambil memperhatikan apakah Vina dan Maya keluar rumah lagi atau tidak. Dan ternyata mereka berdua sudah benar-benar masuk ke dalam rumah mereka.
Siang harinya sengaja aku belanja di warung mereka. Mungkin saat itu mereka berdua sedang libur kuliahnya, jadi mereka yang melayani aku belanja.
Saat aku masuk ke dalam warungnya dan mereka tahu kalau yang datang itu adalah aku, jujur aja, begitu lain sambutan mereka berdua padaku. Pandangan mata Vina langsung terarah ke kontolku, sementara Maya sangat jelas kulihat pura-pura menunduk tapi matanya juga melirik ke kontolku.
Sangat kaku sambutan mereka. Tatapan mata Vina selalu saja mengarah ke kontolku, walaupun saat itu aku mencoba mengajaknya ngobrol. Lain halnya dengan Maya. Sangat jelas rasa gugupnya saat aku membayar belanjaanku padanya. Jelas terlihat gemetaran tangannya saat menerima uang dari tanganku.
Masa bodo aja aku dengan keadaan itu. Toh mereka berdua sudah menyaksikan aku bugil ngocok sampai nembak mani. Entah apa yang ada di pikiran mereka berdua saat melihat aku bugil ngocok di jendela samping rumah kak Dk. Tapi yang jelas, mereka berdua menjadi saksi saat muncratan maniku itu keluar dari kontolku dan berceceran di lantai samping rumah kak Dk.
Dan di hari-hari berikutnya kulihat Vina sepertinya sudah kembali seperti biasa saat aku belanja di warungnya. Malah dia tambah genit padaku. Tapi untuk Maya, sampai akhirnya dia pindah rumah karena ikut suaminya, kalau menerima uang pembayaran belanja dariku tetap saja tangannya gemetar.
Oh ya... mungkin ada pengaruhnya ya, dengan menyaksikan aku bugil ngocok sampai nembak mani membuat mereka berdua cepat kawinnya. Sekitar satu bulan Vina tamat kuliah dia kemudian kawin dan pindah rumah mengikut suaminya. Begitu juga dengan Maya yang selisih 2 tahun tamat kuliahnya dengan kakaknya, Vina, begitu selesai kuliah langsung tunangan dan seminggu kemudian dia juga kawin dan pindah karena mengikut suaminya.
Ah... Vina dan Maya...