Kemarin tanggal 21-09-2015, saat aku selesai mencuci motorku, kulihat mertuaku sedang tidur di dapur. Mungkin karena cuaca yang sedikit gerah membuatnya tidur di lantai dapur. Dari luar rumah—sambil membersihkan motorku—sesekali aku mencuri pandang memperhatikan mertuaku.
Setelah selesai membersihkan motor, kemudian aku masuk sambil melirik ke posisi mertuaku yang tidur telentang seperti minta dikentot.
Berulang kali aku hilir mudik dari kamar ke kamar mandi melewati mertuaku yang kulihat sedang tidur. Dan aku mulai menyadari kalau sebenarnya mertuaku itu tidak benar-benar sedang tidur. Tampak mertuaku sedikit curiga dengan gerak-gerikku. Dan untuk membuatnya tidak curiga, aku mengambil berapa pakaian dari kamarku. Sambil sedikit bersenandung aku membawa pakaian itu ke kamar mandi dan sengaja menampakkannya kalau aku hendak mencuci pakaian.
Kemudian aku keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk menuju kamarku. Sempakku sudah kulepas dan hanya dengan memakai handuk aku masuk ke kamarku. Tak lama kemudian aku keluar lagi. Saat aku menuju kamar mandi, kulihat mertuaku sudah mengubah posisi badannya dari telentang menjadi membelakangi kamar mandi.
Kesempatan itu tidak aku sia-siakan. Setelah melewati mertuaku dan memastikan posisinya, kemudian aku masuk ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama untuk membuat kontolku untuk ereksi secara sempurna. Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan berdiri sekitar 2 m di belakang mertuaku yang sedang tiduran di lantai dapur.
Dengan sangat santai, aku mulai menyingkap bagian depan handuk yang aku pakai dan langsung ngocok. Adrenalinku sepertinya begitu terpicu, dan dengan sangat nekat aku melepaskan handuk dari tubuhku sambil tanganku tak henti-hentinya mengocoki kontolku tepat di belakang mertuaku yang sedang merebahkan dirinya di lantai.
Jujur... saat itu santai sekali aku bugil ngocok di belakang mertuaku. Bahkan aku biarkan handukku tergeletak di lantai, sementara aku berdiri bugil ngocok sambil menelusuri setiap lekuk tubuhnya yang montok itu. Begitu sangat aku nikmati setiap hentakan tanganku yang mengocoki kontolku.
Benar-benar aku bugil ngocok di belakangnya—tanpa sehelai benang pun di tubuhku—sementara aku juga tahu kalau mertuaku saat itu tidak sedang tidur. Ya... aku tahu saat itu mertuaku hanya rebahan aja di lantai dapur, karena hanya sesaat setelah mertuaku itu membelakangi kamar mandi, aku langsung ngocok. Begitu aku menikmati keindahan tubuhnya sambil bugil berdiri ngocok dengan jarak sekitar 2 m darinya! Ah... lekuk tubuh mertuaku tampak begitu menggairahkan. Apalagi pandangan mataku menelusuri pantatnya yang montok itu.
Dari jam 15:04-15:15 aku bugil ngocok di belakang mertuaku. Wow... jadi selama 11 menit aku secara langsung ngocok dalam keadaan bugil di belakang mertuaku!
Dan muncratan maniku pun tidak seluruhnya dapat aku tahan dan aku tampung dengan tangan kiriku. Sebagian muncratan maniku berceceran di lantai dan sengaja aku biarkan. Setelah nembak mani dan sambil menampung maniku dengan tangan kiri, kemudian aku masuk ke kamar mandi sambil kuraih handuk yang tergeletak di lantai dengan tangan kananku. Sangat santai aku dalam keadaan bugil masuk ke kamar mandi, sementara kalau aku pikir kembali, betapa beresikonya aku dengan posisi seperti itu, karena bisa saja saat aku membalikkan badan dan berjalan bugil masuk ke kamar mandi, mertuaku juga membalikkan badannya.