Selasa, 09 September 2014

Pepek Keponakanku "Rtu"

Mungkin ini adalah hari keberuntunganku. Kenapa aku sebut seperti itu? Karena selama yang aku tahu, Rtu, keponakanku yang masih duduk di bangku kelas 2 SD selalu jaim (jaga image) padaku. Gak pernah sekalipun Rtu menampakkan sempaknya kalau dia duduk, karena dia sering memakai celana pendek dan kalau habis mandi pasti dia keluar dengan memakai handuk.
Tapi pada saat ini aku mendapati Rtu berdiri di depan pintu kamar mandi dengan posisi bugil. Langsung serrr... jantungku melihatnya bugil seperti itu. Karena saat itu bundanya sedang ada di belakangnya, membuat aku hanya sekilas melihat pepeknya.
Gak lama kemudian aku ke dapur dan dia masih dalam kondisi bugil berdiri mengarah ke aku. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan. Tanpa sungkan kuperhatikan dengan jelas pepeknya itu. Wuih... sepertinya dari bentuk pepeknya kalo direkahkan pasti lebar... tapi kalo kontolku masuk ke dalam pepeknya muat gak ya...?

Ngocok Di Belakang Mertua 080914

Tanggal 08-09-2014 aku dan mertuaku sedang menonton TV. Posisi mertuaku dan aku sama-sama di lantai. Mertuaku tiduran di depan TV, sementara aku duduk manis di belakangnya. Sebenarnya gak begitu menarik acara TV-nya, dan aku pura-pura aja mengarahkan wajahku ke TV. Padahal mataku tak lepas memandangi montoknya pantat mertuaku yang sedang menonton TV sambil rebahan menyamping di depanku.
Mengkhayalkan kontolku yang masuk ke pepek dan pantat mertuaku semakin membuat kontolku memberontak ingin dikocok. Karena posisiku tepat berada ½ m di belakangnya, membuat aku santai mengelus-elus kontolku. Lalu aku lanjutkan mengeluarkan kontolku dari celana pendek yang aku pakai.
Setelah keadaan aku anggap aman, perlahan aku mulai ngocok dengan posisi duduk di lantai tepat ½ m di belakang mertuaku, di dekat pantatnya. Tapi ngocok dengan posisi seperti itu tidak begitu nyaman, apalagi pintu samping dan belakang terbuka lebar. Ah... pepek mertuaku itu...
Akhirnya setelah aku perhatikan ternyata mertuaku sepertinya tertidur, kemudian aku berdiri dan mengambil posisi nyaman sekitar 1 m di belakangnya dan melanjutkan ngocokku dengan hentakan tangan yang cukup keras sampai aku nembak mani. Waktu aku berdiri ngocok di belakang mertuaku sampai aku nembak mani dari jam 14:32-14:34. Dan aku begitu mengabaikan posisi pintu samping dan pintu belakang rumah mertuaku yang terbuka lebar karena begitu besarnya letupan birahiku melihat montoknya pantat mertuaku yang posisi tertidurnya menyamping di depanku. Ah... mertuaku...

Senin, 01 September 2014

Montoknya Pantat "Ning"

Selama ini aku hanya bisa menikmati keindahan pantat Ning dari celana training ataupun celana tidur yang biasa dia pakai. Hanya dengan melihat begitu saja aku sudah dapat membayang begitu montoknya pantat Ning. Aku sering mengkhayalkan sambil ngocok bagaimana nikmatnya seandainya aku bisa memendamkan kontolku ke dalam pepek dan pantatnya.
Dan selama 3 hari aku berada di A S, mataku tak mau lepas memandangi montoknya pantat Ning bila dia berada di depanku. Dan selama itu juga, Ning sepertinya membiarkan tatapan mataku mengarah ke pantatnya, dengan dia yang selalu memakai celana tidurnya selama aku ada di sana.
Hari minggu tanggal 31-08-2014 aku beserta keluarga yang berada di A S termasuk Ning berekreasi ke pemandian sungai yang berada di sekitar sana. Ning juga memakai celana tidurnya waktu mandi di sungai itu. Selama kami mandi-mandi di sungai, aku selalu saja mencuri-curi pandang memperhatikan montoknya pantat Ning dari celana tidurnya yang basah itu.
Kesan terakhir pada saat kami mau pulang dari pemandian sungai itu adalah sewaktu aku memperhatikan tubuh Ning, kulihat sangat jelas setiap lekukan tubuhnya yang basah. Dan yang membuat jantungku berdegup keras adalah saat aku memandang ke pantatnya. Kulihat begitu jelas gambaran betapa montoknya pantat Ning dengan celana tidurnya yang masih basah berjalan di depanku dan kulihat bagian tengah celananya masuk ke sela pantatnya. Jadi benar-benar tergambar dengan jelas di depanku lekukan pantatnya yang sangat montok dan menggairahkan itu. Ah... gak terbayangkan betapa kontolku begitu memberontak ingin dikocok saat kulihat pantat Ning yang benar-benar seperti tidak memakai celana karena bagian tengah celananya masuk ke sela pantatnya yang montok itu. Lonte pepek torok kau Ning... saat sampai rumah Mi aku ngocok di kamar mandi. Dasar lonte pepek pantat torok kau Ning...