Ngocok di ruang tamu dalam kondisi bugil sebenarnya sangat beresiko. Karena pintu yang sengaja kubuka lebar dan pakaian yang aku biarkan tergeletak beberapa meter dari posisiku ngocok bisa membuat keadaan menjadi sangat tidak diharapkan. Tapi... di situ pula letak sensasinya...
Sore yang beresiko! Mengapa aku katakan seperti itu? Karena pada sore tanggal 22-03-2007, aku benar-benar bugil ngocok, berdiri di ruang tamu rumahku dengan pintu depan yang sengaja aku buka lebar. Entah cewek-cewek mana saja yang berlalu lalang di depanku tanpa mereka sadari kalau saat itu aku dalam keadaan bugil ngocok. Hanya saja yang menjadi pertanyaanku adalah pada saat Isnani lewat dengan mengendarai sepeda, dia sepertinya melihat aku! Karena aku lihat perubahan wajahnya. Kalau dia tahu, bisa gawat. Karena Isnani adalah teman *****ku. Tapi aku tak mau lama berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan itu, aktivitas bugil ngocok harus tetap berjalan! Tak lama kemudian aku melihat seorang tetanggaku yang cantik yang bernama Ita berjalan dan pastinya dia akan melewati aku. Benar saja, kemudian aku ngocok di saat dia melewati aku. Dia juga sepertinya tidak menyadari kalau saat itu aku sedang bugil ngocok mengarahkan kontolku ke arahnya. Aku tahu, Ita hendak ke warung sebelah. Jadi aku sengaja tidak buru-buru menembakkan maniku. Saat itu jam 15:00, dia kembali lagi lewat di depanku. Ah... aku begitu berambisi sekali untuk menembakkan maniku di depannya. Dalam keadaan bugil ngocok, aku lebih mendekatkan posisiku ke depan pintu. Pada saat Ita ada di depanku, kemudian muncratlah maniku. Ah... puasnya... Padahal kalau saja Ita melirik sedikit saja ke arah kiri, pasti dia akan melihat aku yang sedang bugil ngocok, berdiri sambil mengarahkan kontolku ke arahnya. Dan yang pastinya aku tidak mempunyai kesempatan untuk menutupi tubuhku yang benar-benar bugil di depannya. Ah... dasar lonte kau Ita...