Pada awal aku melihat Rika, sepertinya dia biasa saja. Biasa dalam arti memang gak ada yang spesial darinya. Tingkahnya pun kadang terkesan tomboy, ya... namanya anak perempuan yang masih SD. Tapi lama-kelamaan, sepertinya aku mulai menyukainya. Menyukai untuk aku jadikan sasaran ngocokku.
Aku memang sering ngocok di samping rumahku. Biasanya aku suka ngocok di sana pada malam hari. Walau terkadang siang hari pun aku berani ngocok di samping rumahku. Malahan aku pernah bugil ngocok pada sore hari di depan seorang anak perempuan yang kukira masih SD karena badannya yang sedikit imut, yang kemudian aku ketahui rupanya dia sudah SMP.
Dan untuk Rika, sebenarnya dia sering kujadikan sasaran ngocokku, tapi karena beberapa file pribadiku terhapus, hanya inilah yang dapat aku tulis.
Rika adalah tetanggaku. Dia masih duduk di bangku SD. Pada tanggal 12-08-2006, jam 11:06-11:07 benar-benar terpuaskan birahiku dibuatnya. Sebenarnya saat itu aku sudah lama ngocok di ruang tamu rumahku dengan pintu yang sengaja aku buka lebar. Tiba-tiba Rika berdiri di pinggir jalan tepat di depan pintu rumahku, sekitar 4 m dari posisiku ngocok. Wah... pepek nih Rika, mau menantang ya...? Masih dalam keadaan ngocok, aku bangkit dari kursiku. Di depannya aku ngocok dan aku tahu—karena sangat kentara—Rika pura-pura tidak melihatnya. Memang wajahnya tidak melihat ke aku, tapi lirikan matanya sangat jelas mengarah ke aku yang sedang ngocok. Muncrat-muncrat maniku di depannya dan dia sepertinya cuek saja. Ah... dasar lonte cilik... aku sangat yakin dia hanya berusaha cuek saat melihat aku ngocok sampai nembak mani.
Begitu terkejutnya aku malam tanggal 03-10-2006. Rika yang beberapa waktu lalu begitu cuek melihat aku ngocok, tiba-tiba menjadi agresif. Saat dia keluar dari gang di samping rumahku dan melihat aku ngocok, kemudian dia kembali masuk ke dalam gang. Tak begitu lama, dia kembali lagi bersama Novi dan beberapa teman-temannya yang sama-sama masih SD. Mereka kasak-kusuk di dalam gang dan beberapa kali melewati posisiku, sambil melirik ke arah aku yang sedang berdiri ngocok. Aku yakin Rika memberitahukan kepada teman-temannya, khususnya pada Novi kalau aku sedang ngocok! Karena sangat jelas kulihat tatapan mata Novi yang begitu berambisi sekali ingin melihat aku ngocok. Sangat jelas kulihat tatapan mata Novi begitu liar dan benar-benar mengarah ke kontolku yang sedang aku kocok. Jam menunjukkan pukul 19:52, saat Rika dan teman-temannya dengan sengaja melewati aku untuk melihat aku ngocok! Dan mereka benar-benar melihatnya. Kulihat Rika begitu senang dan tertawa cekikikan saja saat mengiringi teman-temannya melihat aku ngocok.
Sepertinya Rika sudah tahu, kalau pada malam hari aku berada di samping rumahku, pasti saat itu aku sedang ngocok. Seperti halnya malam tanggal 18-03-2007, saat aku sedang ngocok, Rika keluar dari gang di samping rumahku dan dia langsung melirik ke arah aku yang sedang ngocok. Dia pergi entah ke mana dan tak berapa lama kemudian dia balik lagi. Aku masih dalam posisi ngocok, karena dalam benakku, toh dia sudah tahu kalau aku sedang ngocok. Pada jam 20:37 saat Rika lewat di depanku, jelas sekali dia melirik ke kontol yang sedang kukocok. Aku tak tahu ekspresi wajahnya saat memandang kontolku, karena menurutku, mimik wajahnya sama saja seperti yang lalu, dia pura-pura cuek. Padahal, jika dia keluar dari gang di samping rumahku pasti dia melirik ke tempat aku ngocok. Ah... sayangnya aku tidak sampai nembak mani.
Rika... Rika... begitu seringnya kau melihat aku ngocok. Seperti kejadian pada malam tanggal 29-08-2007. Walaupun gerimis, aku tetap saja ngocok di samping rumahku. Sebenarnya aku menandai, kalau dia hendak keluar dari gang dan akan melewati aku, pasti dia pura-pura batuk. Benar saja, setelah kudengar batuknya, tak lama kemudian pada jam 20:45 Rika keluar dari gang dan matanya langsung melirik ke kontolku yang sedang aku kocok. Dengan berpayung dia berjalan keluar dari gang dan kemudian pada jam 20:48 dia kembali masuk ke dalam gang dan pura-pura tidak melihat aku. Sebagian wajahnya dia tutupi pakai payung yang dia bawa. Tapi aku tahu, dari ujung matanya aku bisa melihat kalau sebenarnya dia melirik ke arah kontolku yang saat itu sedang memuncratkan mani tepat di saat dia berada di depanku.