Tanggal 06-06-2025, jam 22:29 Nilma datang bersama suami beserta Kia dan 2 orang keluarga mereka. Esh..., lonte..., begitu jelas nampak montoknya tubuh si Nilma dengan celana legging yang dia pakai itu. Sementara Kia awalnya nampak begitu acuh padaku, berjalan begitu saja di depanku. Dasar lonte cilik..., saat itu aku hanya bisa tertawa dalam hati karena seacuh apapun Kia padaku, tapi aku sudah puas menjadikan dia sebagai target ngocokku. Puas aku secara langsung ngocok tepat di depan wajahnya. Puas aku memperhatikan setiap detail ekspresi wajahnya saat dia secara langsung memandang ke arah kontolku yang aku kocok hanya beberapa sentimeter dari wajahnya, bahkan aku juga memvideokannya. Ah..., Kia..
Aku akhirnya kembali ngobrol bersama teman-temanku yang memang sudah datang sebelum mereka sampai. Dan tiba-tiba, dari depan pintu rumah mertuaku, Kia memanggil aku dengan nada yang gembira. Ah..., dasar lonte..., bisa jadi saat dia tiba tadi masih dalam keadaan ngantuk dan belum menyadari kalau dia sudah sampai di M. Dan setelah sadar dari kantuknya, Kia teringat aku. Nampak penuh keceriaan Kia keluar dari rumah mertuaku dan langsung menghampiri aku.
Jam menunjukkan pukul 22:36-22:37, saat Kia bermanja dengan memeluk pahaku. Dan itu seperti memicu birahiku, karena tangan Kia seperti sengaja dia gesekkan ke kontolku. Esh..., dasar lonte cilik..., seandainya saat itu teman-temanku gak ada di sana, sudah pasti aku lumat bibirnya itu. Karena begitu menantang sikap Kia dengan menyodorkan wajahnya ke wajahku. Esh..., lonte..., aku hanya bisa memegang kepalanya dengan kedua tanganku. Apalagi sesaat kemudian dia merebahkan kepalanya di sekitar kontolku sambil tangannya lebih menekan kontolku. Esh..., lonte..., begitu terasa Kia menekan tangannya sambil dia gerak-gerakkan di kontolku, dan itu terekam jelas di kamera CCTV-ku. Lonte..., lonte..., dasar lonte kau Kia...
Dan di pagi harinya, begitu puasnya pandangan mataku saat melihat Kia mandi yang kebetulan pintu kamar mandi mertuaku yang menghadap ke dapur rumahku itu terbuka lebar. Benar-benar seperti lonte si Kia itu, dengan tubuh telanjang basah dan rambut yang terurai hingga melebihi bahunya. Esh..., saat itu kontolku langsung berekasi. Tapi sayangnya, di kamar mandi itu ternyata ada Nilma. Ah..., dasar lonte pepek pantat torok... Dan kedatangan mereka itu sangat singkat, karena dari rumah mertuaku, mereka mengantar keluarganya entah ke mana dan langsung pulang ke A S.
Dasar pepek..., gak ada kesempatanku untuk menjadikan Kia maupun Nilma sebagai target ngocokku. Tapi aku yakin, suatu saat pasti aku jadikan Kia atau Nilma sebagai target ngocokku. Ah..., padahal malamnya Kia begitu agresif dengan tangannya yang sengaja menekan kontolku. Bahkan Kia merebahkan kepalanya di sekitar kontolku sambil tangannya lebih menekan kontolku. Ah..., dasar lonte cilik si Kia itu...